Analisis Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ole Romeny Tetap Nomor Satu?

Analisis Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ole Romeny Tetap Nomor Satu?
Starting XI Timnas Indonesia pada FIFA Matchday melawan Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, 9 Juni 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan baru pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Jakarta dan Bandung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026. John Herdman dituntut membangun komposisi terbaik setelah skuad Garuda gagal meraih hasil maksimal di Piala AFF 2026.

Sejauh ini, Malaysia dan Singapura sudah dipastikan menjadi lawan Timnas Indonesia. Satu slot lainnya masih menunggu kepastian setelah India memilih mundur dari turnamen.

Herdman memiliki modal cukup positif sejak menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026. Dalam delapan pertandingan, pelatih asal Inggris itu membawa Garuda meraih lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dengan torehan 17 gol.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa sektor serangan Indonesia memiliki potensi besar. Namun, Herdman tetap harus memilih kombinasi paling efektif karena tersedia sejumlah opsi, mulai dari pemain abroad hingga penyerang yang berkarier di kompetisi domestik.

1 dari 3 halaman

Ole Romeny, Ujung Tombak yang Kembali Tajam

Selebrasi Ole Romeny usai mencetak gol bagi Timnas Indonesia ke gawang Mozambik, Selasa (9/6/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Selebrasi Ole Romeny usai mencetak gol bagi Timnas Indonesia ke gawang Mozambik, Selasa (9/6/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Ole Romeny masih menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi penyerang utama Timnas Indonesia. Sejak menjalani proses naturalisasi, pemain berusia 25 tahun itu telah mencetak enam gol dari 10 pertandingan bersama Garuda.

Musim lalu memang berjalan sulit bagi Romeny karena harus melewati masa pemulihan cedera saat memperkuat Oxford United. Namun, kepindahannya ke Fortuna Sittard memberikan sinyal positif bahwa sang penyerang telah kembali menemukan kondisi terbaik.

Romeny langsung mencetak gol pada pekan pertama Eredivisie ketika Fortuna Sittard menahan imbang juara bertahan PSV Eindhoven dengan skor 2-2. Ketajaman tersebut menjadi modal penting sebelum dirinya kembali dipercaya sebagai ujung tombak Indonesia.

Dengan tinggi 185 cm, Romeny menawarkan kombinasi yang dibutuhkan Herdman. Akselerasi, kemampuan dribel, mobilitas, ketenangan dalam situasi satu lawan satu, serta kemampuannya turun menjemput bola membuat Romeny tidak sekadar berfungsi sebagai target di kotak penalti.

2 dari 3 halaman

Mitchell Baker, Senjata Alternatif dengan Postur Menjulang

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Kamboja dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026). (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Kamboja dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026). (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Jika Romeny membutuhkan rotasi atau Indonesia memerlukan pendekatan berbeda, Mitchell Baker bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Pemain berusia 19 tahun itu langsung mencuri perhatian pada Piala AFF 2026 setelah mencetak empat gol dalam empat pertandingan.

Baker bahkan mengawali debutnya bersama Timnas Indonesia dengan hattrick ketika menghadapi Kamboja. Ia kemudian kembali mencetak gol saat Indonesia mengalahkan Timor Leste, sekaligus menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan dampak meski baru menjalani debut internasional.

Postur 196 cm menjadi salah satu keunggulan utama Baker. Ia kuat dalam duel udara, mampu melindungi bola dengan baik, cerdas mencari ruang di kotak penalti, dan memiliki penyelesaian akhir yang efisien.

Karakter tersebut membuat Baker bisa menjadi pelengkap ideal bagi Romeny. Jika Herdman membutuhkan penyerang dengan profil target man untuk menghadapi pertahanan yang bermain rapat, Baker dapat memberikan dimensi berbeda di lini depan Indonesia.

3 dari 3 halaman

Ragnar Oratmangoen dan Opsi Lain dari Kompetisi Domestik

Ragnar Oratmangoen memasuki lapangan pada laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Mozambik (c) Abdul Aziz

Ragnar Oratmangoen memasuki lapangan pada laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Mozambik (c) Abdul Aziz

Herdman tidak harus selalu mengandalkan pemain yang berkarier di luar negeri. Ragnar Oratmangoen dapat menjadi opsi penting setelah meninggalkan FCV Dender di Belgia dan melanjutkan karier bersama Persib Bandung.

Ragnar masih menunjukkan ketajamannya bersama Timnas Indonesia dengan mencetak gol ke gawang Singapura pada Piala AFF 2026. Kemampuan bergerak di antara lini dan fleksibilitasnya membuat pemain tersebut bisa memberikan variasi ketika Herdman membutuhkan pola serangan yang lebih dinamis.

Pilihan lain datang dari Ramadhan Sananta yang kini mencari panggung bersama Persebaya. Beckham Putra juga layak dipertimbangkan karena kecepatan dan kemampuan menyerangnya dapat memberikan solusi ketika Indonesia membutuhkan pemain yang mampu mengeksploitasi ruang di sisi pertahanan lawan.

Marselino Ferdinan juga bisa menjadi alternatif apabila kondisinya sudah memungkinkan setelah menjalani operasi. Selain itu, Luke Vickery yang bermain di Liga Australia dapat menjadi opsi tambahan untuk memperkaya kedalaman lini depan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL