Bola.net - Indonesia telah memilih delapan perwakilan kaum marjinal guna mengikuti ajang tahunan Homeless World Cup 2013 di Poznan, Polandia. Namun, bagaimana konsep awal pembentukan dari ajang tersebut serta latar belakang para punggawa Garuda? Berikut selengkapnya.
Homeless World Cup adalah sebuah kompetisi street soccer internasional tahunan yang mempersatukan lebih dari 300 ribu orang-orang yang bermasalah dengan isu tuna wisma atau termarjinalkan secara sosial. Mereka diharap mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk mewakili negara lewat sepakbola. Pada akhirnya kesempatan itu bisa mengubah kehidupannya.
Para pemain yang akan mewakili Indonesia ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari I Wayan Arya Renawa, 34 tahun, asal Bali merupakan seorang mantan junkies yang sukses menyudahi ketergantungannya pada narkoba sejak tahun 2002 silam, Ahmad Faizin, 42 tahun, asal Jepara, Jawa Tengah, pendiri Jepara Plus, kelompok dukungan sebaya buat orang dengan HIV/AIDS.
Selain itu, tim juga diperkuat Dimas Saputra Ramadhan, 21 tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur. Dia merupakan satu-satunya pemain yang masih duduk di bangku kuliah. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa, Bekasi ini membiayai kuliahnya dari beasiswa dan pekerjaan sampingannya sebagai supir kendaraan sewaan.
Ada juga Ujang Yakub, 24 tahun, asal Bandung, Jawa Barat yang tidak memiliki pekerjaan namun hobi bermain bola. Ujang berangkat ke Polandia untuk menjaga gawang Indonesia dari gempuran lawan.
Pemain yang mewakili Provinsi DKI Jakarta adalah Mifta Sano Sudrajat. Pemuda berusia 31 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai pendamping buat para pengguna narkoba pada sebuah puskesmas.
Tiga pemain lainnya berasal dari Provinsi Jawa Barat. Mereka adalah Riki Irawan, 38 tahun, yang sempat bekerja sebagai penjangkau di Rumah Cemara, sebuah organisasi berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/ADIS dan pengguna narkoba.
Sementara dua pemain lainnya adalah Nico Pernando, 20 tahun, yang berasal dari keluarga tidak mampu di Sukabumi namun punya bakat dalam bermain bola serta Sendi, 24 tahun, mantan pecandu alkohol yang setiap akhir pekan kerap membantu orang tuanya berjualan di Pasar Kaget Gasibu, Bandung.
Para pemain ini sudah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan di Rumah Cemara, national organizer buat Homeless World Cup di Indonesia. Setelah menjalani berbagai sesi latihan seperti fisik, teknik, dan perjalanan ke gunung, para pemain ini tinggal menunggu hari untuk berangkat ke Polandia.
Pada dua kompetisi Homeless World Cup sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil menempati posisi enam dan posisi empat. Kalini HWC 2013 akan berlangsung mulai 09 sampai 19 Agustus mendatang. (hug/rdt)
Homeless World Cup adalah sebuah kompetisi street soccer internasional tahunan yang mempersatukan lebih dari 300 ribu orang-orang yang bermasalah dengan isu tuna wisma atau termarjinalkan secara sosial. Mereka diharap mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk mewakili negara lewat sepakbola. Pada akhirnya kesempatan itu bisa mengubah kehidupannya.
Para pemain yang akan mewakili Indonesia ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari I Wayan Arya Renawa, 34 tahun, asal Bali merupakan seorang mantan junkies yang sukses menyudahi ketergantungannya pada narkoba sejak tahun 2002 silam, Ahmad Faizin, 42 tahun, asal Jepara, Jawa Tengah, pendiri Jepara Plus, kelompok dukungan sebaya buat orang dengan HIV/AIDS.
Selain itu, tim juga diperkuat Dimas Saputra Ramadhan, 21 tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur. Dia merupakan satu-satunya pemain yang masih duduk di bangku kuliah. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa, Bekasi ini membiayai kuliahnya dari beasiswa dan pekerjaan sampingannya sebagai supir kendaraan sewaan.
Ada juga Ujang Yakub, 24 tahun, asal Bandung, Jawa Barat yang tidak memiliki pekerjaan namun hobi bermain bola. Ujang berangkat ke Polandia untuk menjaga gawang Indonesia dari gempuran lawan.
Pemain yang mewakili Provinsi DKI Jakarta adalah Mifta Sano Sudrajat. Pemuda berusia 31 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai pendamping buat para pengguna narkoba pada sebuah puskesmas.
Tiga pemain lainnya berasal dari Provinsi Jawa Barat. Mereka adalah Riki Irawan, 38 tahun, yang sempat bekerja sebagai penjangkau di Rumah Cemara, sebuah organisasi berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/ADIS dan pengguna narkoba.
Sementara dua pemain lainnya adalah Nico Pernando, 20 tahun, yang berasal dari keluarga tidak mampu di Sukabumi namun punya bakat dalam bermain bola serta Sendi, 24 tahun, mantan pecandu alkohol yang setiap akhir pekan kerap membantu orang tuanya berjualan di Pasar Kaget Gasibu, Bandung.
Para pemain ini sudah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan di Rumah Cemara, national organizer buat Homeless World Cup di Indonesia. Setelah menjalani berbagai sesi latihan seperti fisik, teknik, dan perjalanan ke gunung, para pemain ini tinggal menunggu hari untuk berangkat ke Polandia.
Pada dua kompetisi Homeless World Cup sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil menempati posisi enam dan posisi empat. Kalini HWC 2013 akan berlangsung mulai 09 sampai 19 Agustus mendatang. (hug/rdt)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Misi Timnas Indonesia di Ajang HWC 2013
Tim Nasional 7 Agustus 2013, 02:05
-
Background Punggawa Indonesia Untuk HWC 2013
Tim Nasional 7 Agustus 2013, 01:55
-
Persiapan Timnas Indonesia Jelang HWC 2013
Tim Nasional 7 Agustus 2013, 01:35
-
Uji Coba Timnas Senior Lawan Filipina Masuk Kalender FIFA
Tim Nasional 6 Agustus 2013, 03:15
-
BTN Siapkan 22 Pemain Hadapi Filipina
Tim Nasional 5 Agustus 2013, 16:30
LATEST UPDATE
-
Manchester United Sudah Beres di Lini Tengah, Kini Fokus Cari Bek Kiri?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 11:29
-
AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
Liga Italia 26 Agustus 2026, 11:24
-
Gagal Dapatkan Rodri, Jose Mourinho Tetap Puas dengan Skuad Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:43
-
Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:20
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 08:22
-
Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
Asia 26 Agustus 2026, 07:42
-
Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 07:28
-
Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
Liga Italia 26 Agustus 2026, 06:51
-
Tawaran Gaji Fantastis untuk Gabriel Martinelli di Al Hilal, Jauh di Atas Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 06:23
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Saat Ladeni Real Sociedad di Santiago Bernabeu
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 05:59
-
Savinho Resmi Gabung Tottenham dari Manchester City
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00


























KOMENTAR