
Bola.net - Cyrus Margono baru saja mengambil langkah penting dalam perjalanan karier sepak bolanya. Penjaga gawang asal Indonesia itu resmi bergabung dengan klub dari Liga Kosovo yakni KF Dukagjini.
Meskipun belum pernah membela Timnas Indonesia, Cyrus Margono terus mendapat sorotan dari publik Tanah Air. Sebab, dengan karier yang dimiliki di Yunani bersama Panathinaikos II, dia dinilai cukup layak membela Skuad Garuda.
Cyrus Margono sendiri sempat vakum dari sepak bola selama setengah musim. Dia harus angkat koper dari Panathinaikos II pada Juni 2024 lalu karena kontraknya habis dan tidak ada kesepakatan perpanjangan.
Bergabungnya Cyrus Margono ke KF Dukagjini jadi angin segar. Setelah resmi jadi WNI Maret 2024, harapannya membela Timnas Indonesia sempat tertunda mungkin akan terbuka lagi. Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Apsek Positif Keputusan Cyrus Margono Pindah ke Kosovo

Di Liga Kosovo, Cyrus Margono punya kesempatan emas untuk kembali unjuk gigi di kancah Eropa. Meskipun bukan liga top, pengalaman di Eropa tetap berharga banget buat perkembangan kariernya.
Ada banyak potensi positif dari langkah Cyrus Margono ini. Pertama, ia kembali aktif bermain. Ini penting sekali untuk menjaga kondisi fisik, skill, dan ritme pertandingan.
Kedua, bermain di Eropa, walau di liga yang mungkin kurang populer, tetap meningkatkan visibilitasnya di kancah internasional. Ketiga, peluang dipanggil Timnas Indonesia jadi lebih besar terutama jika dia bermain secara reguler.
Terakhir, Cyrus Margono bisa menjadikan KF Dukagjini sebagai batu loncatan untuk mencapai level lebih tinggi. Dia baru berusia 23 tahun dan bisa berkembang lebih baik lagi.
Sisi Negatif: Tantangan Liga tak Terkenal

Tapi, kita juga perlu melihat sisi negatifnya. Liga Kosovo mungkin levelnya di bawah liga-liga top Eropa. Beberapa pemain dari Liga Kosovo bermain di BRI Liga 1 pada tiga musim terakhir.
Ini bisa berarti kurangnya tantangan dan kesempatan berkembang pesat. Eksposur media juga mungkin lebih terbatas, sehingga peluang dilirik klub besar bisa berkurang kecuali performanya sangat menonjol.
Beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan gaya bermain baru di Kosovo juga butuh perjuangan ekstra. Dan yang paling penting, tidak ada jaminan kepindahan ini akan langsung membawa sukses besar. Masa depan Cyrus Margono masih penuh ketidakpastian.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cyrus Margono di Liga Kosovo: Bakal Membuka Pintu ke Timnas Indonesia?
Tim Nasional 5 Februari 2025, 15:52
LATEST UPDATE
-
Klaim Sensasional Eks Arsenal: Mikel Arteta Bakal ke Barcelona
Liga Inggris 20 Februari 2026, 01:34
-
Kiper Tottenham Terbuka Gabung Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:34
-
6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:23
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39

























KOMENTAR