
Bola.net - Berbahayanya Jepang memang ada benarnya. Mereka mengungkapkan kalau tak ada pemain yang diplot sebagai pemain cadangan di kualifikasi Piala Asia U-22 ini.
Terlepas dari dua pemainnya yang angkat koper lebih cepat, Suzuki Musashi dan Inukai, Blue Samurai melakukan rotasi besar-besaran saat mereka menundukkan Singapura 3-1. Ada sekitar delapan pemain yang sebelumnya tidak ikut melumat Macau 6 gol tanpa balas.
"Ya benar, ada 6 pemain dan 2 kemudian kami masukkan di tengah pertandingan lawan Singapura. Saya akui mereka ini tidak turun di pertandingan pertama," ungkap Yoshida Yamasushi saat dikonfirmasi Bola.net.
Menurutnya, rotasi besar-besaran ini lebih dikarenakan padatnya jadwal pertandingan. Ya, jarak antara pertandingan satu dengan pertandingan lainnya yang hanya sehari memang melelahkan. Belum lagi panasnya cuaca Pekanbaru yang juga sangat menguras tenaga mereka.
Secara permainan, meski hanya menang dengan jumlah gol lebih sedikit, sepertinya tim Jepang yang melawan Singapura merupakan susunan tim inti. Mereka lebih padu dan terorganisir dalam melakukan serangan atau pun pertahanan. Terkesan Yoshida memang menyimpan mereka demi untuk laga lawan Singapura.
Namun pelatih kelahiran Tokyo 52 tahun lalu itu membantah hal tersebut. "Semua pemain yang saya bawa ke sini tidak saya bedakan. Mana yang tim inti mana yang cadangan. Dalam tim kami semua inti," ujarnya.
"Mana yang fit dan siap, itu yang saya turunkan," pungkasnya memberi penegasan. (fjr/end)
Terlepas dari dua pemainnya yang angkat koper lebih cepat, Suzuki Musashi dan Inukai, Blue Samurai melakukan rotasi besar-besaran saat mereka menundukkan Singapura 3-1. Ada sekitar delapan pemain yang sebelumnya tidak ikut melumat Macau 6 gol tanpa balas.
"Ya benar, ada 6 pemain dan 2 kemudian kami masukkan di tengah pertandingan lawan Singapura. Saya akui mereka ini tidak turun di pertandingan pertama," ungkap Yoshida Yamasushi saat dikonfirmasi Bola.net.
Menurutnya, rotasi besar-besaran ini lebih dikarenakan padatnya jadwal pertandingan. Ya, jarak antara pertandingan satu dengan pertandingan lainnya yang hanya sehari memang melelahkan. Belum lagi panasnya cuaca Pekanbaru yang juga sangat menguras tenaga mereka.
Secara permainan, meski hanya menang dengan jumlah gol lebih sedikit, sepertinya tim Jepang yang melawan Singapura merupakan susunan tim inti. Mereka lebih padu dan terorganisir dalam melakukan serangan atau pun pertahanan. Terkesan Yoshida memang menyimpan mereka demi untuk laga lawan Singapura.
Namun pelatih kelahiran Tokyo 52 tahun lalu itu membantah hal tersebut. "Semua pemain yang saya bawa ke sini tidak saya bedakan. Mana yang tim inti mana yang cadangan. Dalam tim kami semua inti," ujarnya.
"Mana yang fit dan siap, itu yang saya turunkan," pungkasnya memberi penegasan. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tim Nasional 9 Juli 2012, 11:40

-
Klasemen Sementara Grup E Kualifikasi Piala Asia U-22
Tim Nasional 7 Juli 2012, 23:15
-
Menang Telak, Jepang Sebut Hanya Beruntung
Tim Nasional 7 Juli 2012, 19:25
-
Singapura Akui Dapat Pelajaran Berharga Dari Jepang
Tim Nasional 7 Juli 2012, 18:47
-
Review: Jepang Tundukkan Singapura
Tim Nasional 7 Juli 2012, 18:11
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR