
Bola.net - Ernando Ari membeber kisah tragis, yang nyaris mengakhiri karier sepak bola profesionalnya. Kiper Timnas Indonesia ini mengaku masih kesal dengan perlakuan Elwizan Aminuddin, dokter gadungan yang sempat menangani cederanya di Timnas Indonesia U-19.
Kisah pertemuan Ernando dan Elwizan terjadi ketika kiper 22 tahun ini mengalami cedera pada pemusatan latihan tim Indonesia U-19. Waktu itu, ia mengalami dislokasi sendi bahu. Ketika diperiksakan ke Elwizan, alih-alih disarankan operasi, Ernando justru mendapat petuah.
"Tanganku ini sudah lepas. Terus, dengan enaknya dia bilang apa, 'Mentalmu, Dek.' Gitu aja," ucap Ernando di kanal youtube Sport77 Official.
"Tanganku lepas, dia cuma ngomong mental, 'Kuatin mentalmu. Ah, itu penyakit biasa aja.'," sambungnya dengan nada kesal.
Beberapa waktu lalu, dunia sepak bola Indonesia geger. Hal ini tak lepas dari ulah Elwizan Aminuddin. Pria berusia 42 tahun ini mengaku sebagai dokter dan malang melintang di kancah sepak bola Indonesia.
Elwizan sendiri mengaku sebagai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Namun, setelah ditelusuri, tak ada lulusan kampus tersebut yang sesuai dengan profil pria kelahiran Bireuen Aceh tersebut.
Ada sejumlah klub Indonesia yang sempat memakai jasanya. Selain PSS Sleman dan Bali United, Elwizan juga pernah bergabung dengan Barito Putera, Madura United, dan beberapa tim lain.
Selain di level klub, Elwizan juga pernah bergabung dengan Tim Indonesia U-16 dan U-19. Di sinilah ia menangani Ernando.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Apa pun Sakitnya, Paramex Obatnya
Ernando juga membeber salah satu kejanggalan yang dilakukan Elwizan selama menjadi dokter tim Indonesia U-19. Menurut kiper 22 tahun tersebut, apa pun keluhan pasiennya, obatnya selalu sama.
"Tahu nggak, untuk sakit apa pun, dia ngasihnya apa? Paramex dan Bodrex," kenang Ernando.
"Serius. Makanya itu," tegasnya.
Bertemu Dokter yang Benar
Lebih lanjut, Ernando pun membeber upayanya untuk pulih dari cedera setelah dibohongi dokter gadungan tersebut. Ia akhirnya bertemu dengan dokter yang asli. dr. Syarif Alwi, yang berstatus sebagai dokter Timnas Indonesia.
"Waktu itu saya barengan sama Saddam (Saddam Gaffar, red). Namun, waktu itu, Saddam cuma hamstring. Kalau saya itu sudah lepas. Saya nggak dikabari operasi, ada obat apa, ada terapi penguatan apa," tutur Ernando.
"Aku tiba-tiba dengar berita Saddam dibawa ke rumah sakit.Padahal, ia cuma grade biasa. Aku lepas nggak diapa-apakan. Aku kemudian ketemu dengan Papi (sapaan Syarif Alwi). Namun, sebelumnya, aku ketemu Shin Tae-yong dulu. Sama Shin Tae-yong disuruh setop, akhirnya aku operasi," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Ernando Ari Buka-Bukaan Soal Blundernya di Timnas Indonesia Kala Dibekuk Irak
- Dua Sisi Nathan Tjoe-A-On: Ciamik di Timnas Indonesia, tapi Kesulitan Bermain di Swansea City
- 15 Pemain Keturunan di Skuad Timnas Belanda untuk Euro 2024: Mayoritas Suriname, Ada dari Indonesia
- Nasib Elkan Baggott: Setelah Dicoret Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia, Bakal Ditendang Ipswich Town Lagi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:49
-
Testimoni Cristiano Ronaldo untuk Luka Modric: Dia Legenda!
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:23
-
Rekap Transfer Persib Hari Ini: 3 Pemain Baru, 9 Resmi Dilepas
Bola Indonesia 3 Juli 2026, 20:12
-
RESMI: Real Madrid Bantah Rumor Transfer Enzo Fernandez dari Chelsea
Liga Spanyol 3 Juli 2026, 20:01
-
Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 19:19
-
Mengintip Tren Social Run, Saat Lari Tak Lagi Sekadar Olahraga
Olahraga Lain-Lain 3 Juli 2026, 19:05
-
Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Piala Dunia 3 Juli 2026, 18:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR