Kisah Rizky Ridho dan Ernando Ari Disorot Media Arab Saudi: Bawa Luka, Kini Pikul Misi Lolos ke Piala Dunia!

Bola.net - Jelang laga Indonesia vs Arab Saudi, media Arab, Al-Arabiya, menyoroti kisah luar biasa yang mereka sebut sebagai dua penyintas Tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah Rizky Ridho dan Ernando Ari, pilar penting di tubuh Timnas Indonesia saat ini.
Dalam ulasannya, media Arab Saudi melihat kedua pemain ini sebagai simbol kebangkitan sepak bola Indonesia. Mereka membawa luka lama dari salah satu tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola dunia.
Tiga tahun setelah malam kelam di Malang itu, keduanya kini berdiri di gerbang sejarah yang berbeda. Mereka mengemban sebuah misi suci untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Perjalanan mereka dari saksi hidup sebuah tragedi hingga menjadi tumpuan harapan bangsa adalah sebuah kisah yang luar biasa. Sebuah cerita tentang kekuatan, ketabahan, dan mimpi yang menolak untuk padam.
Mengenang Malam Paling Kelam di Kanjuruhan

Media Arab Saudi kembali mengingatkan publik pada peristiwa 2 Oktober 2022. Sebuah malam yang mereka sebut sebagai "pembantaian" di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Tragedi pecah setelah Arema FC menelan kekalahan kandang pertama dari rival bebuyutannya, Persebaya Surabaya, dalam 20 tahun. Ribuan suporter tuan rumah yang marah kemudian menyerbu ke dalam lapangan.
Situasi yang chaos direspons oleh aparat keamanan dengan tindakan yang memicu bencana. Penggunaan gas air mata di dalam stadion menyebabkan kepanikan massal dan ribuan orang berdesakan.
Akibatnya, lebih dari 130 nyawa melayang dan ratusan lainnya luka-luka. Tragedi ini diperparah oleh kondisi pintu keluar stadion yang sempit dan sebagian terkunci.
Dua Saksi Hidup di Skuad Garuda

Di tengah horor malam itu, ada dua pemain yang kini menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Keduanya saat itu masih berseragam Persebaya Surabaya, tim tamu yang baru saja meraih kemenangan bersejarah.
Rizky Ridho Ramadhani, yang kini telah mengoleksi lebih dari 40 caps, menjadi saksi hidup di atas lapangan. Ia adalah salah satu pemain yang berlaga dalam pertandingan yang berakhir tragis tersebut.
Sementara itu, kiper Ernando Ari Sutaryadi juga merupakan bagian dari skuad Persebaya malam itu. Meskipun tidak masuk dalam daftar susunan pemain, ia berada di stadion dan menjadi saksi langsung kengerian yang terjadi.
Keduanya, yang saat itu masih sangat muda, harus melewati sebuah pengalaman traumatis. Sebuah pengalaman yang menempa mental mereka menjadi sekuat baja seperti saat ini.
Misi Suci untuk Indonesia
Tiga tahun berselang, takdir membawa Rizky Ridho dan Ernando Ari ke panggung yang jauh lebih besar. Mereka bukan lagi sekadar pemain muda, melainkan andalan bangsa.
Media Arab Saudi melihat perjuangan mereka di Kualifikasi Piala Dunia ini lebih dari sekadar urusan sepak bola. Ada sebuah misi penebusan dan penyembuhan luka bangsa yang mereka pikul di pundak mereka.
Setiap tekel dari Ridho dan setiap penyelamatan dari Ernando seolah menjadi sebuah tribute. Sebuah penghormatan bagi ratusan jiwa yang hilang di malam kelam Kanjuruhan.
Keinginan untuk memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi bahan bakar utama mereka. Mereka berjuang untuk mengubah duka menjadi sebuah euforia kemenangan.
Pahlawan Lain yang Terpaksa Absen
Selain Ridho dan Ernando, ada satu lagi bintang dari malam kelam itu. Ia adalah Marselino Ferdinan, yang juga bermain untuk Persebaya dalam laga di Kanjuruhan.
Marselino kini telah menjelma menjadi salah satu bintang paling terang di Timnas Indonesia. Ia adalah pahlawan yang memborong dua gol kemenangan 2-0 Indonesia atas Arab Saudi pada pertemuan terakhir.
Namun takdir berkata lain untuk laga krusial dini hari nanti. Sang pahlawan terpaksa harus absen karena cedera yang membekapnya.
Absennya Marselino seolah membuat beban di pundak Ridho dan Ernando terasa semakin besar. Mereka harus berjuang ekstra keras demi rekan mereka dan demi seluruh mimpi bangsa Indonesia.
Sumber: Al-Arabiya
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Apa Rahasia Ole Romeny Cepat Pulih dari Cedera Parah? Jawabannya: Disiplin Gila dan Nol Gula!
- Waduh! Legenda Arab Saudi Prediksi Timnas Indonesia Kalah 4-0, tapi Akui Ngeri dengan Satu Hal Ini!
- Ole Romeny Cerita ke FIFA Menjelang Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Ingin Cetak Gol dan Menjadi Pemain Penting
- Patrick Kluivert Core: Mentalitas Juara, Tak Gentar Walau Wasit Indonesia vs Arab Saudi dari Kuwait
- Salut! Tiba Paling Awal di Sesi Latihan, Ole Romeny Tunjukkan Mental Baja Jelang Indonesia vs Arab Saudi
- Timnas Indonesia Sudah Naik Level, Kini Giliran Lawan yang Waspada
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Cara Nonton di HP & TV
Tim Nasional 8 Oktober 2025, 23:03
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR