
Bola.net - Indonesia hancur lebur pada keikutsertaan kedua mereka di Piala Asia. Pada edisi 2000, Skuad Garuda harus pulang tanpa mencetak satu pun gol.
Namun, hal ini berbalik 180 derajat pada keikutsertaan ketiga mereka dalam turnamen ini. Pada Piala Asia 2004, Indonesia sukses menancapkan tonggak emas mereka.
Dalam ajang ini, Indonesia lolos dengan status runner-up Grup C Kualifikasi Piala Asia 2004, di bawah Arab Saudi. Selain Indonesia dan Arab Saudi, grup ini juga dihuni Yaman dan Bhutan.
Pada fase kualifikasi ini, Indonesia mengoleksi sepuluh angka, hasil tiga kali menang, dua seri, dan sekali kalah. Mereka mencetak sembilan gol dan kebobolan 13 gol.
Dalam babak final yang dihelat di Tiongkok, Indonesia berada di Grup A. Mereka tergabung bersama tuan rumah, Bahrain, dan Qatar.
Indonesia sukses menancapkan tonggak emas. Pada edisi inilah, Skuad Garuda mencatatkan kemenangan perdana mereka di Piala Asia.
Hasil ini pun membuat Indonesia pertama kalinya tak mengakhiri kompetisi di fase grup dengan status juru kunci klasemen.
Bagaimana perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2004? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Qatar 1 - 2 Indonesia

Indonesia memulai langkah mereka pada ajang ini dengan menghadapi Qatar. Pertandingan tersebut dihelat di Workers Stadium, Beijing, 18 Juli 2004.
Pada laga tersebut, Indonesia unggul dua gol lebih dulu melalui gol-gol Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman. Kemudian, jelang laga berakhir, Qatar memperkecil kekalahan mereka melalui Magid Mohamed.
Starting eleven Indonesia: Hendro Kartiko, Warsidi, Hary Syahputra, Firmansyah Agus, Agung Setyobudi, Alex Pulalo, Elie Aiboy, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Syamsul Chaeruddin, Bambang Pamungkas
Indonesia 0 - 5 Tiongkok

Indonesia menghadapi tuan rumah, Tiongkok, pada laga kedua. Pertandingan ini dihelat di Workers Stadium, Beijing, 21 Juli 2004.
Dalam pertandingan ini, Skuad Garuda gagal mempertahankan raihan apik mereka pada laga pertama. Pada laga ini, tim besutan Ivan Kolev tersebut harus menelan kekalahan lima gol tanpa balas.
Lima gol Tiongkok ke gawang Indonesia pada laga ini dicetak Shao Jiayi (dua gol), Hao Haidong, Li Ming, dan Li Yi.
Sebagai catatan, Indonesia harus mengakhiri laga ini dengan sepuluh pemain. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit 29.
Starting eleven Indonesia: Hendro Kartiko, Warsidi Ardi, Hary Syaputra, Firmansyah Agus, Agung Setyobudi, Alex Pulalo, Elie Aiboy, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Syamsul Chaeruddin, Rochi Putiray
Bahrain 3 - 1 Indonesia

Pada laga terakhir Grup A, Indonesia menghadapi Bahrain. Pertandingan ini dihelat di Shandong Sports Center, Jinan, 25 Juli 2004.
Dalam pertandingan ini, Indonesia harus kembali menelan kekalahan. Pada laga tersebut, Skuad Garuda kalah dengan skor 1-3.
Tiga gol Bahrain pada laga tersebut dicatatkan Husain Ali, A'ala Hubail, dan Talal Yousef. Sementara, gol semata wayang Indonesia dicetak Elie Aiboy.
Starting eleven Indonesia: Hendro Kartiko, Warsidi Ardi, Hary Syaputra, Firmansyah Agus, Agung Setyobudi, Ismed Sofyan, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Syamsul Chaeruddin, Bambang Pamungkas, Agus Indra Kurniawan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2000: Hancur Lebur
- Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 1996: Debut Spektakuler
- Berat! Wahyu Prasetyo Beber Ketatnya Persaingan Raih Posisi Inti di Lini Belakang Timnas Indonesia
- Coach Justin Benarkan Status Medioker Indonesia di Piala Asia 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2007: Meneruskan Jejak Emas
Tim Nasional 23 Desember 2023, 23:49
-
Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2004: Tonggak Emas Skuad Garuda
Tim Nasional 23 Desember 2023, 23:44
-
Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2000: Hancur Lebur
Tim Nasional 23 Desember 2023, 16:41
-
Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia pada Piala Asia 1996: Debut Spektakuler
Tim Nasional 23 Desember 2023, 11:30
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR