
Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, menunjukkan kepercayaan besar kepada skuadnya di Piala Dunia U-17 2025 dengan memberikan kesempatan bermain bagi hampir seluruh pemain. Strateginya itu bukan hanya untuk menjaga kebugaran tim, tapi juga memberi pengalaman berharga bagi para pemain muda di level tertinggi.
Dari 21 pemain yang dibawa, 19 di antaranya sudah mencatatkan menit bermain selama fase Grup H. Hanya dua pemain yang belum diturunkan hingga babak penyisihan berakhir, menandakan rotasi yang cukup merata dan komitmen Nova dalam membentuk tim yang solid dan siap bersaing di setiap lini.
Ada sejumlah pemain yang tampil cukup menonjol dan memegang peran krusial untuk Garuda Muda sepanjang tiga laga ini. Beberapa di antaranya juga punya jasa besar untuk membawa skuad asuhan Nova Arianto meraih kemenangan atas Honduras U-17.
Berikut rapor seluruh pemain Timnas Indonesia U-17 selama mengarungi Grup H Piala Dunia U-17 2025 selengkapnya.
Kiper

Dafa Al Gasemi: 7,5
Potensi yang dimiliki Dafa Al Gasemi sebetulnya sangat besar. Namun, karena kualitas lawan yang sangat mumpuni, gawangnya harus kebobolan tujuh gol saat melawan Zambia U-17 dan Brasil U-17. Namun, ini tak menghilangkan potensinya sebagai calon kiper top di masa depan.
Mike Hoppenbrouwers: 7
Penjaga gawang FC Utrecht U-17, Mike Hoppenbrouwers, akhirnya mendapatkan kesempatan debut pada laga kontra Honduras U-17. Sayangnya, dia harus kebobolan lewat eksekusi penalti lawan pada babak kedua.
Rendy Razzaqu: -
Rendy Razzaqu juga mesti bersabar untuk menantikan kesempatan bermain karena kiprah mentereng Dafa Al Gasemi, serta Mike Hoppenbrouwers. Dia urung dimainkan Nova Arianto pada tiga laga ini.
Bek

Ida Bagus: 6,5
Persaingan ketat di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-17 membuat Ida Bagus harus menepi. Dari tiga laga, dia hanya bermain satu kali saja sebagai pengganti ketika melawan Brasil U-17 di Grup H.
I Putu Panji: 7,5
Peran krusial I Putu Panji sebagai kapten Timnas Indonesia U-17 mendapatkan ujian besar di ajang ini. Dia selalu bermain sebagai starter pada tiga laga Grup H, tetapi akhirnya diganti pada laga terakhir karena cedera.
Algazani Dwi: 7,5
Algazani Dwi masih menjadi pemain yang cukup penting di lini belakang Timnas Indonesia U-17. Dia selalu bermain sebanyak tiga laga, meskipun sering berpindah-pindah posisi. Namun, perannya cukup krusial.
Mathew Baker: 8
Sosok sentra lainnya yang juga layak mendapatkan apresiasi di lini belakang Timnas Indonesia U-17 ialah Mathew Baker. Pemain diaspora asal Australia ini sama sekali tak tergantikan di tiga pertandingan Grup H dan menjadi rekan duet terbaik bagi Putu Panji di sektor ini.
Azizu Milanesta: -
Dari tiga pertandingan di Grup H ini, Azizu Milanesta harus puas menjadi penghangat bangku cadangan. Dia kesulitan mendapatkan menit bermain karena persaingan ketat, terutama di pos bek kiri Garuda Muda.
Dafa Zaidan: 6,5
Ketatnya persaingan di sektor bek sayap membuat Dafa Zaidan harus menjadi penghangat bangku cadangan. Dia hanya sempat bermain sekali saja sebagai pengganti saat menghadapi Brasil U-17.
Fabio Azka Irawan: 7
Fabio Azka Irawan tampaknya harus bisa lebih konsisten lagi jika ingin merebut kembali posisinya di Timnas U-17. Dia sejauh ini bermain dua kali, dan sering menunjukkan kualitas lemparan jarak jauhnya di Piala Dunia U-17 2025.
Eizar Tanjung: 7,5
Eizar Tanjung juga menjadi salah satu pemain anyar yang langsung merebut tempat utama di Timnas U-17. Dia selalu jadi starter pada tiga laga Grup H. Padahal, dia baru debut pada Agustus 2025 lalu. Potensinya cukup besar untuk jadi pemain penting di masa depan.
Gelandang

Evandra Florasta: 8,5
Sosok pemain yang paling menonjol sepanjang fase grup ini ialah Evandra Florasta. Dia selalu tampil penuh selama 2x45 menit dan mencetak gol ketika melawan Honduras U-17. Pergerakannya selalu memberikan ancaman, termasuk ketika lahirnya gol pertama melawan Zambia U-17 yang bermula dari penetrasinya di kotak penalti.
Nazriel Alfaro: 7,5
Selain Evandra Florasta, sosok pemain sentral lainya di lini tengah ialah Nazriel Alfaro. Dia tak pernah absen dari daftar starting line-up di tiga laga awal. Pemain asal Persib Bandung ini layak mendapatkan apresiasi.
Lucas Lee: 7
Setelah namanya sempat menghilang, Lucas Lee akhirnya kembali untuk gigi di Piala Dunia U-17 2025 dan merebut dua posisi starter di Grup H. Dia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh sebagai gelandang andalan di masa depan.
Ilham Romadhona: 7
Persaingan ketat yang tersaji di lini tengah membuat Ilham Romadhona harus tersingkir. Namun, dia tetap mendapatkan menit bermain di tiga pertandingan. Butuh perjuangan ekstra keras bagi pemain Borneo FC ini untuk bisa merebut kembali posisinya.
Penyerang

Fadly Alberto: 8
Salah satu pemain yang tak pernah digantikan oleh Nova Arianto di area depan ialah Fadly Alberto. Dia selalu tampil penuh selama 2x45 menit, dan mencetak gol kemenangan kontra Honduras U-17. Dia tampil cukup memuaskan sepanjang kejuaraan ini.
Rafi Rasyiq: 7
Rafi Rasyiq juga mendapatkan kesempatan bermain yang cukup banyak di Piala Dunia U-17 2025 ini. Dari tiga laga, dia sempat bermain di sejumlah posisi yang berbeda. Ini menjadi keunggulannya karena bisa bertugas sesuai kebutuhan pelatih.
Zahaby Gholy: 7,5
Meskipun tak selalu mendapatkan kesempatan bermain penuh sebagai starter, Zahaby Gholy tetap punya peran krusial di area sayap Timnas U-17. Dia turut menyumbang satu gol pada laga pertama melawan Zambia U-17.
Fandi Ahmad: 7
Fandi Ahmad menjadi salah satu pemain spesialis pengganti di kejuaraan ini. Khusus ketika melawan Honduras U-17, dia mendapatkan kesempatan bermain dari awal babak kedua. Pemain asal Sragen ini cukup potensial di skuad Garuda Muda.
Mierza Firjatullah: 7,5
Sebagai striker andalan Timnas U-17, Mierza Firjatullah memang belum mendapatkan golnya di Piala Dunia U-17 2025 ini meski memiliki sejumlah peluang. Namun, dia bisa mengukir assist untuk gol Fadly Alberto yang membuat timnya menang atas Honduras U-17.
Dimas Adi: 7
Dimas Adi memang jadi pemain yang paling minim pengalaman di lini depan. Dia merupakan pendatang baru, tetapi bisa merebut kepercayaan Nova Arianto untuk tampil pada tiga laga, termasuk ketika jadi starter kontra Brasil U-17.
Disadur dari Bola.com (Radifa Arsa, Gregah Nurikhsani) 12 November 2025
Jangan Lewatkan!
- 4 Bintang Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 Paling Bersinar: Bibit Unggul untuk Masa Depan!
- Membandingkan Prestasi Bojan Hodak dan Timur Kapadze: Siapa Paling Cocok untuk Latih Timnas Indonesia?
- Nova Arianto Antar Timnas Indonesia U-17 Ukir Sejarah di Piala Dunia, Apakah Layak Dipertahankan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025: Siapa yang Bersinar?
Tim Nasional 12 November 2025, 12:59
LATEST UPDATE
-
Enzo Maresca Dikabarkan Ingin Latih MU, Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 3 Januari 2026, 19:03
-
Ealah! Kobbie Mainoo Ternyata Tidak Berencana Tinggalkan Manchester United
Liga Inggris 3 Januari 2026, 18:52
-
Ruben Amorim Faktor Ini Bisa Buat MU Ketar-ketir di Kandang Leeds United!
Liga Inggris 3 Januari 2026, 18:43
-
Prediksi Lazio vs Napoli 4 Januari 2026
Liga Italia 3 Januari 2026, 18:30
-
Terungkap, MU Tutup Pintu 'Balikan' dengan James Garner
Liga Inggris 3 Januari 2026, 18:21
-
Manchester United Percepat Proses Transfer Carlos Baleba?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 18:06
-
Prediksi Aston Villa vs Nottingham Forest 3 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 17:54
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs PSBS Biak 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 17:45
-
Prediksi Wolves vs West Ham 3 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 17:15
-
Daftar Pembalap Indonesia yang Berlaga di Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 3 Januari 2026, 17:01
-
Jadwal Lengkap Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 3 Januari 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43























KOMENTAR