
Bola.net - Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai di bawah komando John Herdman. PSSI telah menunjuk juru taktik asal Inggris itu sebagai pengganti Patrick Kluivert untuk menukangi Skuad Garuda.
Kedatangan eks pelatih Timnas Kanada ini disambut dengan optimisme tinggi. Pasalnya, Herdman datang pada momen yang dianggap sangat ideal dalam sejarah sepak bola tanah air.
Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai Herdman sangat beruntung. Ia langsung mewarisi materi pemain yang jauh lebih matang dan "mewah" dibanding era sebelumnya.
Situasi ini jelas berbeda dengan masa-masa awal Shin Tae-yong (STY) atau Patrick Kluivert. Herdman dianggap punya jalan tol untuk langsung membangun skuad impian.
Nikmatnya Warisan Era Naturalisasi

Erwin menyebut Herdman tidak perlu bersusah payah membangun pondasi tim dari nol. Program naturalisasi masif yang dilakukan di era STY dan Kluivert kini tinggal dipetik hasilnya oleh sang pelatih baru.
Para pemain keturunan berkualitas sudah tersedia dan siap tempur di level internasional. Hal ini menjadi privilese besar bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut.
"Ya pastinya ya, karena di era pemain yang dinaturalisasi yang gencar itu kan di era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert," buka Erwin Fitriansyah.
"Jadi bisa dibilang dua pelatih itu belum mendapatkan komposisi pemain seperti sekarang, seperti Patrick Kluivert yang terakhir kemarin ya," tambahnya.
"Jadi John Herdman bisa dibilang punya kesempatan yang lebih mewah ya secara materi pemain," tegas Erwin menganalisis situasi sang pelatih anyar.
Kemudahan Pantau Bintang Diaspora
Faktor lain yang memanjakan Herdman adalah keberadaan pemain diaspora di kompetisi domestik. Nama-nama besar seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders kini merumput di Liga Indonesia.
Kondisi ini memudahkan Herdman untuk memantau performa pemain secara langsung setiap pekannya. Stok pemain berkualitas kini melimpah, baik yang berkarier di Eropa maupun di dalam negeri.
"Lalu kalau misalnya dia juga mau melihat pemainnya seperti apa, sudah banyak yang bermain di kompetisi Liga Indonesia," ujar Erwin.
"Yang di Eropa juga ada, di Indonesia juga enggak kalah banyak. Pemain-pemain yang tadinya diaspora, sekarang main di Liga Indonesia seperti Thom Haye ataupun Eliano Reijnders," lanjutnya.
Dilema Kualitas Kompetisi
Banyaknya pemain diaspora di liga lokal ibarat pedang bermata dua bagi Herdman. Sisi positifnya, masalah kelelahan akibat perjalanan jauh (jet lag) saat pemusatan latihan bisa teratasi.
"Menguntungkan kalau dilihat dari mereka enggak perlu traveling jauh-jauh kalau mau kumpul di timnas. Mereka enggak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pesawat," analisis Erwin.
Namun, Erwin juga menyodorkan fakta pahit yang harus dihadapi Herdman. Standar kompetisi di Indonesia dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan ekosistem sepak bola Eropa.
Penurunan kualitas kompetisi adalah risiko nyata yang harus dikelola dengan bijak oleh mantan pelatih Timnas Wanita Kanada tersebut.
"Tapi jujur, bahwa ekosistem sepak bola Indonesia dibandingkan dengan di Eropa, meskipun mereka bukan di top levelnya, ada di divisi dua atau mungkin pemain yang enggak reguler main. Harus diakui, ini jujur. Jujur itu kan kadang-kadang pahit," tukasnya.
"Ya, ekosistemnya kalau menurut saya masih lebih bagus di Eropa gitu ya. Bukan cuma pertandingannya saja, tapi juga fasilitas, infrastruktur, bagaimana treatment pemain profesional harus diakui bahwa Indonesia harus mengejar klub-klub di Eropa," pungkas Erwin.
Disadur dari: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Gaya Bermain John Herdman, Bakal Cocok dengan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 3 Januari 2026, 16:42
-
John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Catatan Statistiknya
Tim Nasional 3 Januari 2026, 16:38
-
John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:57
LATEST UPDATE
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
-
Live Streaming PAOK vs Celta Vigo - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48





















KOMENTAR