
Dipastikan tak bakal lolos ke partai semifinal tak membuat laga Thailand versus Myanmar kehilangan greget. Kedua tim tampil ngotot demi meraih kemenangan.
Sejak awal laga, kedua tim tampil ngotot. Myanmar mengandalkan kecepatan Saw Si I berusaha menembus lini pertahanan Thailand.
Upaya ini berhasil ketika laga belum genap dua menit berjalan. Memanfaatkan bola liar, hasil antisipasi Rattanai Songsangchan, Saw Si I melepas tendangan pelan ke gawang Thailand yang sudah melompong.
Ketinggalan, Thailand coba menyusul. Melalui Chenrop Samphodi, anak asuh Jeerasak Charoenchan itu beberapa kali menyulitkan lini belakang Myanmar.
Asyik menyerang, Thailand kembali nyaris kebobolan. Blunder Rattanai kala melakukan tendangan gawang membuat bola mengenai punggung Mun Kyaw Khant dan berbalik arah ke gawang Thailand. Sepakan Saw Si I ke gawang yang sudah kosongpun gagal. Bola justru membentur mistar gawang dan bisa disapu pemain Thailand ke luar lapangan.
Menit 22, Myanmar akhirnya menggandakan keunggulan mereka. Umpan matang Than Paing diselesaikan Nyein Chan Aung dengan sepakan kerasnya ke gawang Thailand.
Enam menit kemudian giliran Than Paing mencetak gol ketiga Myanmar. Pemain bernomor punggung 20 ini memanfaatkan kesalahan kiper Thailand dalam mengantisipasi tendangan bebas Chan Aung.
Thailand membalas pada menit 34. Memanfaatkan umpan silang Kandanai Thawornsak, Chaowat Veerachart menyundul bola di mulut gawang, tanpa bisa diantisipasi Myo Min Latt.
Sembilan menit kemudian, Thailand kembali mencetak gol ke gawang Myanmar. Lolos dari jebakan offside, Tanadol Jansawang melepas sepakan yang tak bisa diantisipasi Myo Min Latt.
Gol Tanadol ini memicu protes keras ofisial Myanmar. Bahkan, salah seorang asisten pelatih Myanmar diusir wasit karena dianggap terlalu berlebihan dalam melancarkan protes.
Di babak kedua, Myanmar memulai laga dengan agresif. Sebuah kesempatan emas bahkan sempat mereka miliki pada menit 51. Sayang tendangan keras Chan Aung masih membentur mistar gawang Thailand.
Dua menit kemudian giliran Thailand memiliki peluang mencetak gol. Sayang tendangan Montree Promsawat, meski tinggal berhadapan dengan kiper, melenceng dari sasaran.
Menit 61, Thailand akhirnya menyamakan kedudukan. Sundulan Tanadol Jansawang, memanfaatkan tendangan sudut Chaowat Veerachart, gagal diantisipasi kiper Myanmar.
Tujuh menit kemudian, Thailand ganti unggul. Memanfaatkan umpan Atthawit Sukchuai, Tanadol Jansawang kembali membobol gawang Myanmar.
Mampu membalik keadaan, Thailand tak puas. Melalui kecepatan Piyapong Homkhajon, mereka menebar teror bagi lini belakang Myanmar. Sayang karena lemahnya koordinasi antar pemain, upayanya masih bisa digagalkan pemain belakang Myanmar.
Menit 86, Myanmar akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Memanfaatkan kemelut di mulut gawang Rattanai Songsangchan, Saw Si I menyontek bola ke gawang Thailand. Namun, sampai wasit Tun Vicchika meniup peluit panjang, kedudukan imbang tersebut tetap bertahan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih Malaysia Puji Penampilan Evan Dimas
Tim Nasional 18 September 2013, 23:29
-
Indra Sjafri: Ini Skema Darurat Timnas Indonesia U-19
Tim Nasional 18 September 2013, 23:15
-
Malaysia Menikmati Tekanan Suporter Indonesia
Tim Nasional 18 September 2013, 22:59
-
Garuda Jaya Gagal Menang, Indra Sjafri Menyesal
Tim Nasional 18 September 2013, 22:48
-
Pelatih Malaysia Akui Kualitas Individu Skuat Garuda Jaya
Tim Nasional 18 September 2013, 22:36
LATEST UPDATE
-
Misteri Sosok Misterius di Kamp Latihan Bosnia: Benarkah Mata-Mata Italia?
Piala Dunia 31 Maret 2026, 09:59
-
Kritik Keras untuk Rayan Cherki: Bukan Zidane, Hanya Level Pelapis!
Piala Dunia 31 Maret 2026, 09:45
-
Mari Memuji Performa Calvin Verdonk di FIFA Series 2026
Tim Nasional 31 Maret 2026, 08:35
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Final Four Proliga 2026, 2 April-19 April 2026
Voli 31 Maret 2026, 08:29
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56

























KOMENTAR