Bola.net - - Menumpuk pemain di lini tengah diyakini menjadi strategi ampuh untuk meredam Thailand. Oleh sebab itu, Alfred Riedl sebagai head coach Tim Nasional (Timnas) Indonesia, disarankan untuk memainkan Evan Dimas Darmono.
Nama Evan Dimas memang mulai tersisih di skuat Timnas Indonesia. Pada babak semifinal Piala AFF 2016 kemarin, Riedl lebih memberikan tempat pada Stefano Lilipaly dan Bayu Pradana. Untuk partai final, Riedl diharapkan untuk memainkan Evan Dimas lagi sebagai starter.
"Kalau ada Evan, lini tengah lebih kuat pegang bolanya. Tapi Evan harus bermain di kondisi seperti lawan Filipina. Mudah-mudahan dia fit dan bisa main maksimal," ujar pelatih Bhayangkara FC, Ibnu Grahan kepada Bola.net, Selasa pagi.
Menurut Ibnu, performa Evan Dimas tergantung kebugarannya. "Sebab dia mengeluh sakit di lututnya. Mudah-mudahan hari ini dia fit dan besok lebih fit lagi. Kalau bisa dimainkan," sambung pelatih asli Surabaya ini.
"Kalau berkaca di pertandingan terakhir, Evan Dimas memang kurang begitu maksimal. Tapi pada pertandingan penyisihan lawan Filipina, dia bermain istimewa. Mudah-mudahan permainan Evan bisa sebagus seperti lawan Filipina," tutup Ibnu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indonesia vs Thailand dan Memori Kelam Sepakbola Gajah
Editorial 13 Desember 2016, 23:36
-
Head to Head Indonesia vs Thailand: Tim Tamu Masih Unggul
Tim Nasional 13 Desember 2016, 23:22
-
Meiga dan Benny Harus Tularkan Pengalamannya
Tim Nasional 13 Desember 2016, 21:50
-
Riedl: Kami Ingin Membuat Sejarah!
Tim Nasional 13 Desember 2016, 21:50
-
Riedl Bocorkan Kunci Sukses Indonesia
Tim Nasional 13 Desember 2016, 21:27
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR