
Bola.net - Timnas Indonesia menjamu Bahrain dalam laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ribuan suporter memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk memberikan dukungan penuh.
Gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-24 menjadi pembeda. Umpan matang dari Marselino Ferdinan dimaksimalkan dengan tenang oleh striker Oxford United itu.
Kemenangan ini membawa Indonesia mengoleksi sembilan poin. Lebih dari itu, ini menjadi pembuktian kebangkitan setelah kekalahan menyakitkan dari Australia.
Tak kalah penting, satu gol dari Romeny dan kemenangan atas Bahrain ini menghidupkan kembali sejutan harapan untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Strategi Kluivert yang Mengunci Kemenangan
Patrick Kluivert melakukan sedikit perubahan dalam susunan pemain. Rizky Ridho dipercaya tampil sejak awal dan tak tergantikan sepanjang pertandingan.
Dia berduet dengan Jay Idzes dan Justin Hubner dalam skema tiga bek. Keputusan yang terbukti tepat karena pertahanan Indonesia tampil solid.
Kevin Diks dan Calvin Verdonk diberi peran lebih ofensif sebagai bek sayap. Keduanya kerap melakukan overlap yang merepotkan lini belakang Bahrain.
Dominasi Lini Tengah dan Serangan Tajam
Joey Pelupessy tampil gemilang di laga debutnya. Berduet dengan Thom Haye, dia menjadi jangkar lini tengah yang sulit ditembus.
Trisula lini depan Indonesia, yakni Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Marselino Ferdinan, terus menekan pertahanan lawan. Mereka merepotkan bek-bek Bahrain yang dikomandoi Waleed Al Hayam.
Indonesia tampil lebih agresif di babak kedua. Masuknya Ivar Jenner pada menit ke-57 semakin memperkuat dominasi Garuda di lini tengah.
Pergantian Pemain yang Menghidupkan Permainan
Patrick Kluivert melakukan rotasi cerdas untuk menjaga intensitas permainan. Marselino dan Ragnar ditarik keluar, digantikan oleh Eliano Reijnders dan Ricky Kambuaya.
Formasi berubah menjadi 3-5-2 setelah Kevin Diks digantikan oleh Sandy Walsh. Permainan Indonesia semakin tajam dengan serangan balik cepat.
Pada menit ke-78, serangan balik hampir membuahkan gol kedua. Umpan Ricky Kambuaya disambut Eliano Reijnders, tetapi penyelesaian akhirnya masih kurang sempurna.
Langkah Selanjutnya Menuju Piala Dunia
Performa Skuad Garuda patut diapresiasi. Namun, satu hal yang disayangkan adalah Emil Audero belum mendapat kesempatan debut di bawah mistar gawang.
Kiper eks Juventus dan Inter Milan itu sudah dinanti-nantikan publik Indonesia. Namun, tim pelatih memilih untuk tetap memainkan kiper utama Maarten Paes dalam laga ini.
Selanjutnya, Indonesia akan menjamu China pada 5 Juni sebelum bertandang ke Jepang. Dua laga berat yang akan menentukan perjalanan Garuda menuju Piala Dunia 2026.
Disadur dari: Bola.com/Choki Sihotang/Gregah Nurikhsani, 26 Maret 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Cerita Pelatih Bahrain: Sebelum Laga Nyinyirin Timnas Indonesia, Usai Laga Nggak Terima Dicemooh Suporter
- Patrick Kluivert Punya Tangan Kanan Pribadi di Timnas Indonesia, Siapa Dia?
- Di Balik Selebrasi Head High Ole Romeny: Maknanya Ternyata Dalem Banget!
- Melihat Kembali Gol Ole Romeny yang Bawa Indonesia Kalahkan Bahrain: Emang Cakep!
- Justin Hubner Balas Nyinyiran Pelatih Bahrain: Kami Bungkam Mereka dengan Kemenangan!
- Momen Krusial Yang Antarkan Indonesia Menang Atas Bahrain: Ketenangan Ole Romeny & Masterclass Bertahan Rizky Ridho
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pertama dalam Sejarah! Pratama Arhan Absen 2 Laga Beruntun Timnas Indonesia
Tim Nasional 26 Maret 2025, 15:23
LATEST UPDATE
-
Persik vs Persib: Bojan Hodak Pede Bisa Menang, Beckham Putra Tak Gentar
Bola Indonesia 5 Januari 2026, 13:15
-
6 Rekor Valentino Rossi yang Berpotensi Dipatahkan Marc Marquez di MotoGP 2026
Otomotif 5 Januari 2026, 13:10
-
Gonzalo Garcia dan Seni Kesederhanaan
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10



















KOMENTAR