Bola.net - Plt Menpora Agung Laksono berharap pembentukan satu timnas akan menjadi titik awal penyelesaian kisruh sepakbola nasional. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan keluar dari bayang-bayang sanksi FIFA.
"Dimulai dari timnas. Kami berharap kemelut yang ada bisa diselesaikan demi menghindari sanksi dari FIFA," kata Agung Laksono di Media Center Kemenpora Jakarta, seperti dilansir oleh Antara.
Saat ini Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C. Sedikitnya ada 43 pemain yang dipanggil untuk menjalani Training Centre di Medan mulai 7 Januari nanti.
43 pemain itu dinilai yang terbaik saat ini karena berasal dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL). Selain itu ada beberapa nama pemain naturalisasi.
Meski PSSI telah memanggil pemain ISL, namun pemain tersebut tidak bisa memperkuat timnas karena dilarang oleh klub yang saat ini di bawah kendali KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Agung menegaskan, saat ini adalah momen yang tepat untuk menyelesaikan polemik. Untuk itu pihak-pihak yang berselisih harus sepakat pembentukan timnas ini menjadi tonggak penyelesaian dualisme federasi dan kompetisi.
"Semuanya harus bisa berkomitmen dengan sungguh-sungguh membentuk timnas yang kuat dan terdiri dari pemain dan pelatih yang terbaik di negeri ini," katanya dengan tegas.
Belum tuntasnya kemelut sepak bola nasional berdampak pada kompetisi baik IPL dan ISL. Terbukti pemerintah belum mengeluarkan rekomendasi untuk kedua kompetisi tersebut.
Dengan dikeluarkannya rekomendasi dari pemerintah berpeluang besar mengganggu jalannya kompetisi. Padahal kompetisi ISL yang dikelola oleh PT Liga Indonesia akan mulai bergulir besok, Sabtu (05/1).
Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia, pertandingan perdana ISL musim ini akan dibuka oleh pertandingan antara klub Sriwijaya FC melawan Persiba Balikpapan di Stadion Jakabaring Palembang. (ant/mac)
"Dimulai dari timnas. Kami berharap kemelut yang ada bisa diselesaikan demi menghindari sanksi dari FIFA," kata Agung Laksono di Media Center Kemenpora Jakarta, seperti dilansir oleh Antara.
Saat ini Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C. Sedikitnya ada 43 pemain yang dipanggil untuk menjalani Training Centre di Medan mulai 7 Januari nanti.
43 pemain itu dinilai yang terbaik saat ini karena berasal dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL). Selain itu ada beberapa nama pemain naturalisasi.
Meski PSSI telah memanggil pemain ISL, namun pemain tersebut tidak bisa memperkuat timnas karena dilarang oleh klub yang saat ini di bawah kendali KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Agung menegaskan, saat ini adalah momen yang tepat untuk menyelesaikan polemik. Untuk itu pihak-pihak yang berselisih harus sepakat pembentukan timnas ini menjadi tonggak penyelesaian dualisme federasi dan kompetisi.
"Semuanya harus bisa berkomitmen dengan sungguh-sungguh membentuk timnas yang kuat dan terdiri dari pemain dan pelatih yang terbaik di negeri ini," katanya dengan tegas.
Belum tuntasnya kemelut sepak bola nasional berdampak pada kompetisi baik IPL dan ISL. Terbukti pemerintah belum mengeluarkan rekomendasi untuk kedua kompetisi tersebut.
Dengan dikeluarkannya rekomendasi dari pemerintah berpeluang besar mengganggu jalannya kompetisi. Padahal kompetisi ISL yang dikelola oleh PT Liga Indonesia akan mulai bergulir besok, Sabtu (05/1).
Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia, pertandingan perdana ISL musim ini akan dibuka oleh pertandingan antara klub Sriwijaya FC melawan Persiba Balikpapan di Stadion Jakabaring Palembang. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Achsanul Qosasi Dinilai Layak Sebagai Menpora
Olahraga Lain-Lain 4 Januari 2013, 20:15
-
Satu Timnas Bisa Jadi Awal Penyelesaian Kisruh Sepakbola
Tim Nasional 4 Januari 2013, 16:40
-
Menpora Tetapkan Syarat Bagi PT LI dan PT LPIS Gelar Kompetisi
Bola Indonesia 4 Januari 2013, 16:11
-
Pemerintah Serahkan Penyelesaian Dualisme Kepada FIFA
Bola Indonesia 10 Desember 2012, 14:47
-
PSSI Tetap Butuh Saran Menpora
Bola Indonesia 8 Desember 2012, 01:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR