Bola.net - Tim nasional Indonesia U-23 berhasil lolos ke semifinal dengan status runner-up usai mengalahkan Myanmar dengan skor 1-0 di Stadion Thuwunna, Myanmar, Senin (16/12) malam.
Di fase semifinal, Garuda Muda akan menghadapi pemenang laga di Grup B antara Malaysia kontra Vietnam yang berlangsung Selasa (17/12) sore ini. Pelatih Rahmad Darmawan pun memberikan analisanya mengenai dua calon lawannya di semifinal tersebut.
"Vietnam merupakan tim yang bagus dan memiliki permainan cepat serta bola pendek. Sedangkan Malaysia, bagus dalam hal organisasi permainan dan bola atas. Kami tidak bisa memilih siapa calon lawannya, sebab mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing," ungkap pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan.
"Harus diakui, performa kami kini terus meningkat sejak laga kedua. Semoga, tidak berhenti sampai di sini dan bisa sampai ke semifinal. Sekarang, saya hanya fokus pada pemulihan dan konsentrasi melawan Malaysia atau Vietnam," kata pelatih klub Persebaya Surabaya tersebut.
Ketika menghadapi Myanmar, RD -sapaan Rahmad Darmawan berpandangan skuadnya mampu menyuguhkan performa terbaik.
Hal tersebut juga dirasakan RD sejak laga kedua. Dalam laga lawan Myanmar, RD menurunkan Yandi Sofyan dan Fandi Eko Utomo sekaligus. Namun, masing-masing penyerang tersebut memiliki tugas berbeda.
"Yandi Sofyan itu tinggi dan kuat di bola atas. Sementara Fandi Eko, kuat dalam dribble. Mereka kompak mencari posisi, sekaligus memberikan lebih banyak opsi. Ketika serangan tidak bisa lewat sayap, lini tengah bisa melakukan variasinya," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Di fase semifinal, Garuda Muda akan menghadapi pemenang laga di Grup B antara Malaysia kontra Vietnam yang berlangsung Selasa (17/12) sore ini. Pelatih Rahmad Darmawan pun memberikan analisanya mengenai dua calon lawannya di semifinal tersebut.
"Vietnam merupakan tim yang bagus dan memiliki permainan cepat serta bola pendek. Sedangkan Malaysia, bagus dalam hal organisasi permainan dan bola atas. Kami tidak bisa memilih siapa calon lawannya, sebab mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing," ungkap pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan.
"Harus diakui, performa kami kini terus meningkat sejak laga kedua. Semoga, tidak berhenti sampai di sini dan bisa sampai ke semifinal. Sekarang, saya hanya fokus pada pemulihan dan konsentrasi melawan Malaysia atau Vietnam," kata pelatih klub Persebaya Surabaya tersebut.
Ketika menghadapi Myanmar, RD -sapaan Rahmad Darmawan berpandangan skuadnya mampu menyuguhkan performa terbaik.
Hal tersebut juga dirasakan RD sejak laga kedua. Dalam laga lawan Myanmar, RD menurunkan Yandi Sofyan dan Fandi Eko Utomo sekaligus. Namun, masing-masing penyerang tersebut memiliki tugas berbeda.
"Yandi Sofyan itu tinggi dan kuat di bola atas. Sementara Fandi Eko, kuat dalam dribble. Mereka kompak mencari posisi, sekaligus memberikan lebih banyak opsi. Ketika serangan tidak bisa lewat sayap, lini tengah bisa melakukan variasinya," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Video: Kerusuhan Suporter Usai Laga Myanmar vs Indonesia
Open Play 17 Desember 2013, 21:55
-
Polisi Tangkap 8 Suporter Myanmar Usai Kerusuhan
Tim Nasional 17 Desember 2013, 21:40
-
Indonesia Bertemu Malaysia di Semifinal SEA Games 2013
Tim Nasional 17 Desember 2013, 18:43
-
Tatap Semifinal, Indonesia Fokus Pada Pemulihan Pemain
Tim Nasional 17 Desember 2013, 14:36
-
Inilah Alasan Indonesia Tampil Semangat Kontra Myanmar
Tim Nasional 17 Desember 2013, 11:23
LATEST UPDATE
-
Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:26
-
Diam tetapi Mematikan Seperti Ousmane Dembele
Piala Dunia 10 Juli 2026, 06:08
-
Man of the Match Prancis vs Maroko: Kylian Mbappe
Piala Dunia 10 Juli 2026, 05:14
-
Tempat Menonton Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026, 10 Juli 2026
Piala Dunia 10 Juli 2026, 01:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR