
Bola.net - Timnas Indonesia selalu diisi pemain profesional yang berkiprah di berbagai level kompetisi. Akan tetapi, profesionalisme semata tidak otomatis menjamin daya saing tinggi di pentas internasional.
Pandangan itu datang dari Dali Tahir, mantan pengurus PSSI dan anggota Exco FIFA dua periode. Ia menilai karakter kebangsaan harus berjalan seiring dengan kualitas teknis pemain.
Menurut Dali Tahir, tim nasional merupakan cermin kecintaan terhadap bangsa. Namun, sepak bola modern juga menempatkan kualitas individu dan nilai pasar pemain sebagai tolok ukur penting.
Profesionalisme dan Batasannya

“Pemain profesional diukur dari skill mereka. Seorang pemain yang punya kualitas bagus pasti nilai mereka mahal,” kata Dali Tahir yang pernah menjabat di komite etika FIFA. Ia menambahkan bahwa tim nasional yang dihuni banyak pemain bernilai tinggi umumnya lebih siap bersaing.
Namun, lanjutnya, profesionalisme masih bisa dikalahkan oleh faktor lain. “Dalam sejarah Piala Dunia sering terjadi kejutan,” ujarnya dalam penjelasan lanjutan.
Dali Tahir mencontohkan Korea Selatan yang menumbangkan Jerman pada Piala Dunia 2018 Rusia. Contoh lain hadir saat Arab Saudi mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022 Qatar.
“Kejutan sering dilakukan negara-negara Asia dan Afrika,” kata Dali Tahir. Ia menilai fakta kualitas bisa ditutup dengan semangat kebangsaan yang sangat kuat.
Patriotisme dan Polemik Naturalisasi

Timnas Indonesia, menurut Dali Tahir, dapat meniru semangat tersebut untuk bersaing di level internasional. “Jika Indonesia ingin punya timnas bagus maka harus banyak diperkuat pemain dari bangsa sendiri,” paparnya.
Ia mendorong pembinaan usia dini yang menekankan teknik dan karakter. Peran federasi dan pemerintah dinilai krusial untuk membangun fondasi jangka panjang.
Di sisi lain, Dali Tahir mengaku tidak sepakat dengan program naturalisasi yang masif dalam tiga tahun terakhir. Pandangan ini didasari pengalamannya berbincang dengan keluarga yang tinggal di Belanda.
“Istri saya punya keluarga yang tinggal dan jadi warga negara Belanda,” tuturnya. Dari dialog itu, ia memperoleh gambaran kuatnya jaminan sosial dan kenyamanan hidup di negara tersebut.
Kesimpulan pribadi kemudian ia tarik terkait status pemain diaspora. “Saya pribadi meragukan patriotisme dan nasionalisme pemain naturalisasi Timnas Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai para pemain itu tampil sebagai profesional, tapi belum tentu memiliki ikatan emosional mendalam. Keraguan tersebut semakin besar ketika kualitas pemain naturalisasi tidak berada di level elite Eropa.
“Kalau pemain naturalisasi bukan dari grade A atau B, jangan harap Timnas Indonesia bisa bicara banyak di level Dunia,” pungkasnya. Ia menegaskan pemain berkelas tinggi hampir pasti sudah diamankan tim nasional negara asalnya.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Hendry Wibowo, 18 Desember 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Media Malaysia Klaim Ranking FIFA Harimau Malaya Masih di Atas Timnas Indonesia Meski Kena Sanksi Kalah WO
- PSSI Kian Mantap Pilih John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
- Panas! Media Honduras Kabarkan John Herdman Tolak Jamaika Demi Jadi Pelatih Timnas Indonesia
- Membedah Taktik John Herdman: Kandidat Pelatih Timnas Indonesia dengan Formasi 3-4-2-1 dan Counter-pressing
- Sanksi FIFA Bikin Ranking Timnas Malaysia Terjun Bebas, Terancam Disalip Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia: Lebih dari Profesionalisme, Patriotisme Dinilai Jadi Kunci Prestasi
Tim Nasional 18 Desember 2025, 23:18
-
PSSI Kian Mantap Pilih John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 18 Desember 2025, 09:27
-
Cari Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Janji Lebih Hati-hati
Tim Nasional 17 Desember 2025, 13:24
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR