7 Tactical Masterclass Jose Luis Mendilibar yang Taklukan Jose Mourinho dan AS Roma di Final Liga Europa

Bola.net - Sevilla kembali membuktikan bahwa mereka memang raja-nya Liga Europa. Tim asal Andalusia itu berhasil menjadi juara Liga Europa musim 2022/2023.
Kepastian itu didapatkan setelah Sevilla berhadapan dengan AS Roma di Budapest, Hungaria. Pada laga yang digelar di Puskas Arena itu, Sevilla berhasil keluar sebagai pemenang melalui babak adu penalti.
Di waktu normal, AS Roma sebenarnya unggul terlebih dahulu atas Sevilla berkat gol Paulo Dybala. Namun Sevilla mampu menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Gianluca Mancini sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu dan babak adu penalti.
Di babak adu penalti, dua penendang AS Roma, Gianluca Mancini dan Roger Ibanez gagal melakukan tugasnya. Sehingga Sevilla berhasil menjadi juara turnamen ini.
Keberhasilan Sevilla menjadi juara tidak terlepas dari kejeniusan seorang Jose Luis Mendilibar dalam meramu taktik. Ada beberapa keputusan taktikal yang ia buat sehingga Sevilla berhasil menjadi juara.
Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Simpan Pemain

Tactical masterclass pertama yang dibuat Mendilibar di laga ini adalah ia memutuskan untuk menurunkan pemain terbaiknya sejak awal.
Pada akhir pekan kemarin, Sevilla berhadapan dengan Real Madrid di La Liga. Mendilibar memutuskan tim lapis duanya di laga itu, yang kemudian berakhir dengan kekalahan Sevilla atas El Real.
Namun kekalahan atas Madrid itu harga yang 'murah' jika dibandingkan dengan hadiah yang didapatkan Sevilla. Tim asal Andalusia itu bisa memainkan pemain-pemain terbaik mereka di final sejak awal.
Main Terbuka

Tactical masterclass kedua Mendilibar di laga ini adalah ia tidak sungkan meminta timnya untuk bermain terbuka dan terus menyerang AS Roma.
Seperti yang sudah diketahui, Mourinho kembali memasang taktik parkir bus andalannya di laga ini. Melawan tim-tim seperti ini, kebanyakan tim akan memilih untuk bermain bersabar untuk membuka ruang di pertahanan lawan.
Namun Sevilla tidak demikian. Mendilibar meminta timnya untuk bermain direct dan tidak sungkan melepaskan tembakan. Terbukti dari total 19 tembakan yang mereka buat, hanya tiga yang tepat sasaran.
Andalkan Bola-bola Atas

Mendilibar tahu bahwa parkir bus Mourinho sangat sulit untuk ditembus. Jadi ia mencoba untuk memaksimalkan bola-bola atas.
Dua wingback Sevilla, Alex Telles dan Jesus Navas benar-benar bekerja keras di laga ini. Keduanya sering masuk ke area pertahanan lawan untuk melepaskan umpan silang kepada para penyerang Sevilla yang menunggu di depan gawang.
Memang kebanyakan umpan silang ini tidak berjalan maksimal karena tiga bek tengah AS Roma punya kemampuan yang bagus dalam duel udara. Namun taktik ini terbukti jitu karena gol penyama kedudukan Sevilla berasal dari skema umpan silang.
Tancap Gas di Awal Babak Kedua

Tactical Masterclass berikutnya dari Mendilibar adalah bagaimana ia menyiapkan timnya untuk memasuki babak kedua.
Sevilla berada dalam situasi yang kurang baik saat jeda pertandingan. Pasalnya Roma sudah unggul terlebih dahulu melalui gol Paulo Dybala.
Sang pelatih menginstruksikan timnya untuk tancap gas sejak awal babak kedua. Sevilla langsung membombardir pertahanan Roma, dan hasilnya kurang dari 10 menit babak kedua berjalan mereka bisa mencetak gol penyama kedudukan.
Matikan Aliran Bola AS Roma

Sukses Sevilla menang dari AS Roma karena mereka berhasil mematikan aliran bola tim asal Ibukota Italia tersebut.
Ivan Rakitic dan Fernando benar-benar melakukan tugasnya dengan baik. Mereka membuat Brian Crsitante dan Lorenzo Pellegrini tidak bisa mengalirkan bola dengan baik ke dua penyerang Roma, Paulo Dybala dan Tammy Abraham.
Terbukti sepanjang pertandingan kedua striker Roma itu hanya mampu melepaskan satu tembakan saja. Bahkan striker pengganti, Andrea Belotti juga hanya membuat satu tembakan saja.
Gol Dybala sendiri bisa dianggap pengecualian karena pada saat itu kondisinya Roma mengambil tendangan bebas dengan cepat, memanfaatkan ketidaksiapan para pemain Sevilla. Namun selebihnya, Sevilla berhasil membuat aliran bola Roma tidak lancar.
Yassine Bounou On Fire

Mungkin ini tidak ada hubungannya langsung dengan Mendilibar, namun kemenangan Sevilla melawan AS Roma ini berkat performa ciamik Yassine Bounou.
Kiper timnas Maroko itu jadi salah satu penampil terbaik di laga ini. Ia berhasil mengantisipasi sejumlah peluang berbahaya dari Roma dengan baik.
Selama babak adu penalti ia membaca dengan benar seluruh arah tendangan pemain AS Roma, dan ia berhasil menyelamatkan tendangan penalti Gianluca Mancini.
Pilih Penendang Terbaik

Tactical masterclass terakhir Mendilibar terlihat dalam pemilihan penendangnya dalam babak adu penalti.
Ia tidak mau berjudi di babak adu penalti. Ia menurunkan penendang-penendang terbaiknya sejak awal laga mulai dari Luis Ocampos, Erik Lamela, Ivan Rakitic dan Gonzalo Montiel.
Situasi yang berbeda dilakukan Mourinho. Pelatih kawakan itu malah memilih pemain-pemain seperti Roger Ibanez dan Gianluca Mancini yang bukan penendang penalti teruji, dan akhirnya Mourinho harus membayar mahal keputusannya tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah di Final Liga Europa, Gelandang Roma Mencoba Berlapang Dada
Liga Eropa UEFA 1 Juni 2023, 10:13
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR