
Bola.net - AS Roma harus menelan pil pahit saat menjamu Lille dalam laga Liga Europa. Pasukan Giallorossi secara mengejutkan tumbang dengan skor tipis 0-1 di Stadio Olimpico, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena diwarnai oleh sebuah insiden yang luar biasa langka. AS Roma tercatat gagal mengonversi tiga kesempatan penalti secara beruntun dalam satu momen.
Pelatih Gian Piero Gasperini pun tidak bisa menyembunyikan rasa herannya atas kejadian tersebut. Ia mengaku belum pernah mengalami situasi serupa sepanjang karier kepelatihannya.
Meski begitu, sang juru taktik menolak untuk terpuruk dalam kekecewaan. Ia justru memuji semangat juang yang ditunjukkan oleh para pemainnya hingga peluit panjang dibunyikan.
Insiden Penalti yang Sulit Dipercaya

Stadio Olimpico menjadi saksi sebuah drama yang mungkin akan selalu diingat. AS Roma mendapatkan peluang emas dari titik putih untuk mengubah jalannya pertandingan.
Namun, kesempatan itu berubah menjadi mimpi buruk yang tak terduga. Eksekusi dari Dovbyk dan Soule secara bergantian mampu dimentahkan oleh kiper Lille, Ozer.
Gasperini mengakui bahwa momen unik tersebut secara telak merusak hasil akhir bagi timnya. Menurutnya, insiden itu terjadi di luar dugaan namun berakibat fatal.
"Itu hampir unik dan tidak disengaja. Tapi itu terjadi dan tidak diragukan lagi membahayakan hasilnya," ujar Gasperini seperti dilansir TuttoMercatoWeb.
Gasperini: Belum Pernah Terjadi pada Saya
Sang allenatore mengungkapkan keterkejutannya atas rentetan kegagalan penalti itu. Baginya, ini adalah sebuah pengalaman pertama yang benar-benar baru.
Selain insiden tersebut, ia juga menyoroti gol cepat yang dicetak oleh Arnar Haraldsson. Gol itu diakuinya membuat Lille berada dalam kondisi yang jauh lebih menguntungkan.
Walaupun demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya di lapangan. Ia melihat timnya bermain dengan hasrat dan ritme yang bagus hingga akhir.
"Belum pernah terjadi pada saya sebelumnya untuk gagal dalam tiga penalti dalam situasi yang sama. Kami tertinggal lebih awal, yang memberi mereka kondisi terbaik," ungkapnya.
Berusaha Melihat Sisi Positif
Di tengah atmosfer kekecewaan, Gian Piero Gasperini menolak untuk hanya fokus pada hal negatif. Ia tetap berusaha mencari hal-hal baik dari performa yang ditunjukkan anak asuhnya.
Secara spesifik, ia menyoroti bagaimana timnya mampu menjaga kontinuitas serangan di babak kedua. Para pemain dinilai telah menunjukkan intensitas yang tepat saat melawan tim kuat.
Menurutnya, menghadapi Lille yang dihuni pemain cepat dan teknis bukanlah perkara mudah. Namun, semangat yang ditunjukkan para penggawa Roma patut diacungi jempol.
"Tentu saja kami harus membuat lebih sedikit kesalahan, tetapi saya juga harus melihat hal-hal yang baik. Ini adalah kompetisi di mana ada delapan pertandingan, bukan eliminasi langsung," tegasnya.
Tolak Menyerah pada Keadaan
Gasperini memastikan bahwa kekalahan menyakitkan ini tidak akan meruntuhkan mentalitas tim. Ia menegaskan bahwa dalam dunia olahraga, kesalahan adalah hal yang wajar terjadi.
Ia bahkan melihat jadwal padat sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi timnya. Roma akan kembali bermain dalam tiga hari, yang memudahkannya untuk segera move on.
"Kami adalah olahragawan. Kesalahan bisa terjadi, tetapi tidak ada yang namanya patah semangat," kata Gasperini dengan tegas.
Sementara itu, sang pelatih juga memberikan sedikit informasi mengenai kondisi Paulo Dybala. Ia mengindikasikan bahwa sang penyerang andalan sepertinya belum bisa pulih dalam waktu dekat.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR