
Bola.net - AC Milan mengawali perjalanan di Liga Europa 2026-27 dengan kekalahan 0-2 dari Benfica di San Siro, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut terasa semakin mengecewakan karena permainan Rossoneri memperlihatkan sejumlah persoalan yang sulit diabaikan.
Benfica mencetak gol melalui Dodi Lukebakio pada menit ke-16 dan Jakub Kaminski delapan menit setelah babak kedua dimulai. AC Milan memiliki kesempatan untuk membalas, tetapi serangan mereka tidak cukup efektif untuk membongkar pertahanan tim Portugal tersebut.
Kekalahan ini juga memperlihatkan konsekuensi dari gaya bermain yang ingin diterapkan pelatih Ruben Amorim. Ketika tekanan, intensitas, pressing, dan kreativitas tidak berjalan bersamaan, permainan Milan justru meninggalkan ruang besar yang bisa dimanfaatkan lawan.
Gaya Bermain Belum Berjalan Sempurna
Amorim menginginkan AC Milan tampil agresif dan mendominasi pertandingan. Filosofinya berbeda dengan pendekatan Massimiliano Allegri yang lebih mengutamakan kemenangan tipis dan keamanan permainan.
Masalahnya, pendekatan agresif membutuhkan kualitas teknis dan intensitas tinggi dari seluruh pemain. Ketika Milan gagal menghasilkan tekanan atau menciptakan peluang, struktur permainan mereka justru menjadi rapuh.
Kondisi itu terlihat ketika menghadapi Benfica. Rossoneri tidak mampu memberikan ancaman konsisten di depan gawang, sementara lawan mendapatkan ruang yang cukup untuk menyerang pertahanan.
Benfica Bongkar Pertahanan Milan
Lini belakang Milan terlihat terlalu terbuka sepanjang pertandingan. Ruang di antara pemain cukup besar sehingga para pemain Benfica bisa melakukan pergerakan ke area berbahaya.
Gol pertama menjadi contoh jelas. Sekitar satu menit sebelum mencetak gol, Lukebakio sudah memperlihatkan ancaman melalui pergerakan dari sisi kanan ke tengah. Namun, Davide Bartesaghi dan Ardon Jashari tidak melakukan penyesuaian sehingga Lukebakio kembali mendapatkan ruang dan menghukum Milan.
Gol kedua juga memperlihatkan persoalan komunikasi. El Karouani memiliki waktu untuk mengangkat kepala dan melihat Kaminski berdiri tanpa kawalan sebelum memberikan umpan yang diselesaikan dengan baik.
Ketajaman Menjadi Persoalan Serius
Masalah Milan bukan hanya pertahanan. Ketidakmampuan mencetak gol membuat setiap kesalahan di lini belakang menjadi jauh lebih mahal.
Dalam lima pertandingan pertama musim ini, Milan sudah kebobolan enam gol dan baru sekali mencatat clean sheet, yakni ketika menghadapi Venezia. Statistik tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena lini depan belum mampu memberikan produktivitas yang konsisten.
Bagi Amorim, kebobolan bukan persoalan terbesar jika tim mampu mencetak lebih banyak gol. Namun, ketika serangan mandek dan pertahanan terus memberikan celah, filosofi tersebut justru membuat AC Milan berada dalam posisi sulit.
Kekalahan dari Benfica menjadi gambaran nyata persoalan itu. Rossoneri membutuhkan peningkatan di kedua sisi lapangan agar permainan agresif yang diinginkan Amorim tidak berubah menjadi kelemahan yang terus dimanfaatkan lawan.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Semua Kelemahan AC Milan Terlihat Jelas saat Dipermalukan Benfica
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 10:06
-
AC Milan Kesulitan Menghadapi Permainan Benfica
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 09:07
-
Benfica Raih Kemenangan Perdana atas AC Milan
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 08:09
-
Rating Pemain AC Milan Usai Dibungkam Benfica 0-2: Masalah di Lini Belakang
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 06:53
-
Man of the Match Milan vs Benfica: Anatoliy Trubin
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 05:43
LATEST UPDATE
-
Prediksi Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 18 September 2026, 11:09
-
RESMI: Arema FC Pulangkan Hanif Sjahbandi
Bola Indonesia 18 September 2026, 10:52
-
Asian Games 2026: Tak Semua Negara, Indonesia Terpilih Ikuti Torch Relay
Olahraga Lain-Lain 18 September 2026, 10:31
-
Semua Kelemahan AC Milan Terlihat Jelas saat Dipermalukan Benfica
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 10:06
-
Bernardo Silva, Solusi ketika Real Madrid Kesulitan Mengendalikan Pertandingan
Liga Spanyol 18 September 2026, 09:11
-
Kylian Mbappe dan Klaimnya Sebagai Pemain Terbaik Dunia
Liga Spanyol 18 September 2026, 08:08
-
Vinicius Junior, Produktivitasnya Belum Sesuai Harapan
Liga Spanyol 18 September 2026, 08:02
-
Kemenangan yang Terasa Penting bagi Juventus
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 06:50
-
Leganya Luciano Spalletti dengan Kemenangan 5-0 Juventus
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 06:44
-
Rating Pemain Juventus dari Kemenangan Telak 5-0 atas NEC Nijmegen
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 05:48
-
Rating Pemain Man City saat Hancurkan Norwich 5-0
Liga Inggris 18 September 2026, 05:30
-
Man of the Match Juventus vs NEC Nijmegen: Nicolas Gonzalez
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 05:17
-
Man of the Match Man City vs Norwich: Floyd Samba
Liga Inggris 18 September 2026, 05:13
-
Hasil Juventus vs NEC Nijmegen: 5-0, Awal Meyakinkan Bianconeri di Liga Europa
Liga Eropa UEFA 18 September 2026, 04:40
-
Hasil Man City vs Norwich: Pemain 17 Tahun Floyd Samba 2 Gol, Skor Akhir 5-0
Liga Inggris 18 September 2026, 04:33
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33






















KOMENTAR