Bola.net - Bimasakti Nikko Steel Malang melewati rintangan pertama dengan memuaskan. Tim polesan William Fraizer McCammon ini berhasil menundukkan NSH GMC Riau 79-49 dalam laga hari pertama Speedy NBL Indonesia 2012-2013 Seri VI Surabaya di DBL Arena, Sabtu (20/4).
Dengan kemenangan penting atas NSH GMC ini, Bimasakti menjaga dengan baik peluang mereka untuk lolos ke babak Championship Series. Bimasakti untuk sementara aman di posisi kedelapan dengan koleksi 36 poin.
Tidak ada kesempatan bagi NSH GMC untuk mengembangkan permainan. Kecepatan Bima Rizky dan penetrasi bertenaga dari Yanuar Dwi Priasmoro membawa Bimasakti langsung unggul dan menutup kuarter pertama dengan kedudukan 19-12.
Kondisi ini terus berlanjut di kuarter-kuarter selanjutnya. Walau mulai tertinggal jauh di kuarter dua dan tiga, NSH GMC menerima kontribusi yang sangat baik dari center Max Yanto. Max yang selalu menerima bola di bawah ring menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Max menghasilkan 19 poin hingga akhir kuarter tiga. Akurasi Max mencapai 73 persen meskipun NSH GMC tertinggal 58-36.
Bergantung semata kepada Max Yanto tidak menjadi jawaban jitu bagi NSH GMC. Para pemain Bimasakti mulai memberikan penjagaan berganda pada Max. Pemain tertinggi di NBL Indonesia ini tetap mampu menambah tujuh angka di kuarter terakhir sekaligus menjadi pencetak angka terbanyak bagi NSH GMC dengan 26 poin.
Dengan kualitas pemain yang lebih merata, hanya satu pemain yang tidak mencetak angka. Poin terbanyak dikumpulkan oleh Bima dengan 19 poin, disusul oleh Heryanto Gunawan dengan 17 poin. (nbl/kny)
Dengan kemenangan penting atas NSH GMC ini, Bimasakti menjaga dengan baik peluang mereka untuk lolos ke babak Championship Series. Bimasakti untuk sementara aman di posisi kedelapan dengan koleksi 36 poin.
Tidak ada kesempatan bagi NSH GMC untuk mengembangkan permainan. Kecepatan Bima Rizky dan penetrasi bertenaga dari Yanuar Dwi Priasmoro membawa Bimasakti langsung unggul dan menutup kuarter pertama dengan kedudukan 19-12.
Kondisi ini terus berlanjut di kuarter-kuarter selanjutnya. Walau mulai tertinggal jauh di kuarter dua dan tiga, NSH GMC menerima kontribusi yang sangat baik dari center Max Yanto. Max yang selalu menerima bola di bawah ring menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Max menghasilkan 19 poin hingga akhir kuarter tiga. Akurasi Max mencapai 73 persen meskipun NSH GMC tertinggal 58-36.
Bergantung semata kepada Max Yanto tidak menjadi jawaban jitu bagi NSH GMC. Para pemain Bimasakti mulai memberikan penjagaan berganda pada Max. Pemain tertinggi di NBL Indonesia ini tetap mampu menambah tujuh angka di kuarter terakhir sekaligus menjadi pencetak angka terbanyak bagi NSH GMC dengan 26 poin.
Dengan kualitas pemain yang lebih merata, hanya satu pemain yang tidak mencetak angka. Poin terbanyak dikumpulkan oleh Bima dengan 19 poin, disusul oleh Heryanto Gunawan dengan 17 poin. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bimasakti Tundukkan NSH GMC 79-49
Basket 20 April 2013, 23:15
-
Bonek Ikut Beri Dukungan CLS Knights Surabaya
Basket 20 April 2013, 23:05
-
CLS Tetap Kalah Digdaya dari Pelita Jaya
Basket 20 April 2013, 23:00
-
Satya Wacana Menang di Kandang Pacific Caesar
Basket 20 April 2013, 22:50
-
Pelita Jaya Tetap Serius Demi Fans
Basket 19 April 2013, 19:10
LATEST UPDATE
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Marcus Rashford Bakal Stay di MU Pada Awal Musim 2025/2026, Tapi...
Liga Inggris 9 Juli 2026, 17:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR