Bola.net - Ditakdirkan sebagai wanita, tak menghalangi minatnya untuk beraksi di lapangan basket. Bukan sebagai pemain, melainkan sebagai wasit. Dialah Fitriana Warab Sari, 20 tahun, wasit termuda di NBL Indonesia.
Sosok wasit yang satu ini mampu mencuri perhatian penonton yang menyaksikan langsung Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013 di DBL Arena Surabaya.
Meski masih sangat muda, wanita yang akrab disapa Fitri ini tak minder dalam memimpin pertandingan. Satu-satunya wasit dari Pengprov Perbasi Sumatera Barat ini telah memimpin empat laga selama Preseason Tournament. Di antaranya ialah Stadium Jakarta versus Bimasakti Nikko Steel Malang, Pacific Caesar Surabaya vs Hangtuah Sumsel IM, NSH GMC Riau vs Pelita Jaya Energi-MP Jakarta, dan terakhir Dell Aspac Jakarta vs Stadium Jakarta.
Dari empat pertandingan tersebut, dua di antaranya cukup berkesan bagi Fitri. Yang pertama ialah tentu laga perdananya. Yang kedua ialah saat terjadi overtime antara Pacific melawan Hangtuah.
”Awalnya saya sempat nervous. Sebab, ini pengalaman pertama berkarir (sebagai wasit) di NBL Indonesia. Saya mencoba melawan rasa grogi itu dengan cara melompat-lompat kecil. Pengalaman paling menegangkan sejauh ini ialah saat overtime Pacific melawan Hangtuah,” ungkap Fitri.
Keinginan Fitri untuk menjadi wasit bermula dari keikutsertaannya sebagai pemain tim basket putri SMAN 1 Baleendah pada Development Basketball League, (dahulu DetEksi Basketball League) - DBL 2009 West Java Series. Setelah lulus SMA, dia tak lagi bermain basket, namun justru menekuni profesi sebagai wasit. Dia mulai mengejar lisensi wasit C. Ia berhasil mendapat lisensi tersebut pada tahun 2011.
Setelah mendapat lisensi C, Fitri belum puas. Ia pun mencoba mengejar lisensi B. Impian tersebut, mampu ia wujudkan di akhir 2012. Mendapat lisensi B1, Fitri langsung dipercaya memimpin Kejurnas KU-16 tahun 2013 di Surabaya dan POPNAS 2013 di Jakarta.
Ketika PT Deteksi Basketball League (DBL) Indonesia selaku pengelola NBL Indonesia membuka seleksi wasit (Referee Development Program), Fitri pun memberanikan diri untuk ikut. Di luar dugaan dia berhasil menembus 30 besar, dan berhak mengikuti seleksi akhir berupa memimpin laga Preseason Tournament yang berlangsung mulai 21 hingga 29 September.
Performa Fitri selama memimpin turnamen pramusim inilah yang bakal dijadikan penilaian akhir. Apakah dia bakal terpilih sebagai 26 wasit terbaik yang akan berkesempatan memimpin pertandingan di kompetisi NBL dan WNBL Indonesia 2013-2014.
Saat ini, Fitri menjadi satu di antara dua wasit wanita yang memimpin pertandingan Preseason Tournament. Wasit wanita lainnya ialah Yuli Wulandari, asal Jambi, yang musim lalu telah memimpin pertandingan Speedy WNBL Indonesia 2012-2013.
“Saya banyak belajar dari Yuli. Sebagai senior saya, dia sering memberi saya saran dan motivasi agar saya bisa selalu tampil lebih baik dari sebelumnya,” tutup Fitri. (nbl/kny)
Sosok wasit yang satu ini mampu mencuri perhatian penonton yang menyaksikan langsung Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013 di DBL Arena Surabaya.
Meski masih sangat muda, wanita yang akrab disapa Fitri ini tak minder dalam memimpin pertandingan. Satu-satunya wasit dari Pengprov Perbasi Sumatera Barat ini telah memimpin empat laga selama Preseason Tournament. Di antaranya ialah Stadium Jakarta versus Bimasakti Nikko Steel Malang, Pacific Caesar Surabaya vs Hangtuah Sumsel IM, NSH GMC Riau vs Pelita Jaya Energi-MP Jakarta, dan terakhir Dell Aspac Jakarta vs Stadium Jakarta.
Dari empat pertandingan tersebut, dua di antaranya cukup berkesan bagi Fitri. Yang pertama ialah tentu laga perdananya. Yang kedua ialah saat terjadi overtime antara Pacific melawan Hangtuah.
”Awalnya saya sempat nervous. Sebab, ini pengalaman pertama berkarir (sebagai wasit) di NBL Indonesia. Saya mencoba melawan rasa grogi itu dengan cara melompat-lompat kecil. Pengalaman paling menegangkan sejauh ini ialah saat overtime Pacific melawan Hangtuah,” ungkap Fitri.
Keinginan Fitri untuk menjadi wasit bermula dari keikutsertaannya sebagai pemain tim basket putri SMAN 1 Baleendah pada Development Basketball League, (dahulu DetEksi Basketball League) - DBL 2009 West Java Series. Setelah lulus SMA, dia tak lagi bermain basket, namun justru menekuni profesi sebagai wasit. Dia mulai mengejar lisensi wasit C. Ia berhasil mendapat lisensi tersebut pada tahun 2011.
Setelah mendapat lisensi C, Fitri belum puas. Ia pun mencoba mengejar lisensi B. Impian tersebut, mampu ia wujudkan di akhir 2012. Mendapat lisensi B1, Fitri langsung dipercaya memimpin Kejurnas KU-16 tahun 2013 di Surabaya dan POPNAS 2013 di Jakarta.
Ketika PT Deteksi Basketball League (DBL) Indonesia selaku pengelola NBL Indonesia membuka seleksi wasit (Referee Development Program), Fitri pun memberanikan diri untuk ikut. Di luar dugaan dia berhasil menembus 30 besar, dan berhak mengikuti seleksi akhir berupa memimpin laga Preseason Tournament yang berlangsung mulai 21 hingga 29 September.
Performa Fitri selama memimpin turnamen pramusim inilah yang bakal dijadikan penilaian akhir. Apakah dia bakal terpilih sebagai 26 wasit terbaik yang akan berkesempatan memimpin pertandingan di kompetisi NBL dan WNBL Indonesia 2013-2014.
Saat ini, Fitri menjadi satu di antara dua wasit wanita yang memimpin pertandingan Preseason Tournament. Wasit wanita lainnya ialah Yuli Wulandari, asal Jambi, yang musim lalu telah memimpin pertandingan Speedy WNBL Indonesia 2012-2013.
“Saya banyak belajar dari Yuli. Sebagai senior saya, dia sering memberi saya saran dan motivasi agar saya bisa selalu tampil lebih baik dari sebelumnya,” tutup Fitri. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wasit Wanita Termuda Pimpin Laga Pramusim NBL Indonesia
Basket 26 September 2013, 20:45
-
Main Tanpa Big Man, Pacific Caesar Taklukkan NSH GMC
Basket 26 September 2013, 20:30
-
Gagal ke Semifinal, Stadium Tumbangkan Satya Wacana
Basket 26 September 2013, 20:15
-
Laga Terakhir, Bandung Utama Benamkan Bimasakti
Basket 26 September 2013, 19:55
-
Tundukkan NSH GMC, CLS Knights Pimpin Grup B
Basket 25 September 2013, 21:55
LATEST UPDATE
-
Juventus Tekuk Frosinone, Bremer Gemilang, Kolo Muani Melempem
Liga Italia 24 Agustus 2026, 09:07
-
Nyaris Terkapar, Bagaimana Performa Para Pemain Liverpool di Kandang Newcastle?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 08:27
-
Comeback Manchester City: Cherki Gemilang, Haaland Belum Tajam
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 07:42
-
Man of the Match Elche vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:47
-
Man of the Match Torino vs Milan: Samuel Chukwueze
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:43
-
Hasil Elche vs Barcelona: Raphinha dan Fermin Lopez Menggila
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Torino vs Milan: Adrien Rabiot Merevitalisasi Rossoneri
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:10
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR