Bola.net - Sebagai salah satu gim paling populer di dunia, PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG) harus bisa menciptakan permainan yang adil, bersih dari cheaters dan hackers. Setidaknya ada 400 juta pengguna di seluruh dunia yang memainkan gim battle royale ini.
Banyak pengguna berhasrat memiliki skuat yang mumpuni saat bermain PUBG. Para pemain rela bersusah payah melatih skill bermain.
Namun, ada beberapa pengguna yang menggunakan cara kotor demi meraih peringkat terbaik dalam gim tersebut. Cara-cara curang tersebut tak jarang berujung larangan dari pihak pengembang.
Apa saja hal-hal yang bisa menjadi penyebab pemain diblokir saat bermain PUBG? Tentu saja ada beberap kriteria seperti yang ditetapkan oleh pengembang.
Berikut ini 5 hal yang bisa membuat para pemain diblokir saat bermain PUBG menurut GQindia:
Menggunakan VPN dan Perangkat Keras Tak Sah
Pertama, menggunakan VPN atau server pihak ketiga. Anda akan terkena banned jika memakai hal tersebut untuk meningkatkan peringkat atau point royal. Aturan tersebut tentunya berlaku untuk semua pemain, baik itu yang pemula maupun yang sudah pro.
Hal kedua yang membuat Anda diblokir ialah menggunakan perangkat keras yang tidak sah. Biasanya hal tersebut terjadi ketika Anda bermain PUBG lewat ponsel, kemudian membeli aksesoris murah untuk meningkatkan permainan agar terlihat menarik.
Namun, aksesoris yang digunakan tidak berada dalam naungan PUBG Corp. Dengan begitu mereka tidak hanya memblokir, tapi juga bisa mengambil tindakan hukum terhadap Anda.
Hal ketiga ialah tidak melaporkan bug atau gangguan saat bermain. Biasanya, para pemain akan menghadapi gangguan dalam bentuk tidak wajar saat memasuki permainan.
Beberapa kejanggalan tersebut di antaranya musuh yang ditembak tidak mati, musuh yang berlari lebih cepat dan musuh yang bisa mengetahui keberadaan Anda meskipun tertutup dinding. Jika menemukan hal tersebut saat bermain, namun Anda tidak melaporkannya. Anda memiliki peluang besar untuk dilarang.
Menyebarkan Berita Palsu
Keempat, dengan membunuh anggota tim. PUBG merupakan gim bergenre battle royal. Anda membunuh lawan dan jika menjadi yang terakhir bertahan, maka Anda yang jadi pemenang.
Namun, jika bermain dengan skuat dan menembaki anggota tim berulang kali dan dengan sengaja, Anda akan diblokir.
Hal yang terakhir ialah menyebarkan berita palsu tentang game. Jadi, jika Anda mencoba untuk menyesatkan pemain dengan cara menyebarkan berita palsu tentang fitur baru yang belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan, Anda terancam dilarang bermain PUBG.
Demikian penjelasan mengenai hal-hal yang bisa membuat Anda diblokir saat bermain PUBG. Semoga bermanfaat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Kesalahan yang Bisa Membuat Akun PUBG Diblokir
Bolatainment 26 Juli 2019, 16:30
-
Sambut Tur Maut, Persipura Boyong Semua Pemainnya ke Surabaya
Bola Indonesia 26 Juli 2019, 16:29
-
Fabiano Beltrame dan Penantiannya untuk Menjadi Warga Negara Indonesia
Bola Indonesia 26 Juli 2019, 16:18
LATEST UPDATE
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Habis Diobok-obok, Manchester United Ingin Bajak Super Star Como Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:32
-
Kabar Baik untuk MU! Satu Pemain Lagi Pulih dari Cedera
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:21
-
Duh! MU Tanpa Benjamin Sesko Hingga Tahun 2027
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:11
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pemain Kunci Chelsea Ini Cedera di Kandang Liverpool
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:49
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR