Bola.net - Eks striker Chelsea, Eidur Gudjohnsen menceritakan kisah unik mengenai awal pertemuannya dengan Jose Mourinho. Di hari pertama pelatih asal Portugal tersebut bertugas, ternyata ia memanggil Gudjohnsen ke ruangannya dan melakukan sesuatu yang sangat berkesan.
Kepada HLN Network, striker asal Islandia yang kini bermain untuk Club Brugge ini menceritakan pengalaman menarik yang membuatnya mau melakukan segalanya demi Mourinho.
"Di hari pertama bertugas, Mourinho memanggil saya ke kantornya.
'Saya harus menunjukkan sesuatu kepadamu', katanya. Ia lantas menyalakan VCR Player yang menunjukkan pertandingan antara Anderlecht kontra Benfica di tahun 1988. Saya melihat ayah saya, Arnor, mencetak satu-satunya gol di laga tersebut.
Setelah menyaksikan rekaman, Mourinho bertanya kepada saya, 'Tahukah kamu kiper gawangnya dibobol oleh ayahmu? Dia adalah Silvino Louro, staf pelatih kiper saya. Sekarang pergilah ke lapangan, ucapkan halo dan sampaikan salam dari ayahmu.'
Sejak saat itulah saya tahu bahwa saya rela melakukan apapun demi manajer ini, yang mampu memantik berbagai macam emosi sekaligus."
Gudjohnsen sendiri sempat dua musim bermain di bawah arahan Mourinho, yang tiba di Stamford Bridge pada tahun 2004. Pengoleksi 78 caps bersama Islandia ini hengkang ke Barcelona dua musim berselang.[initial]
(hln/mri)
Kepada HLN Network, striker asal Islandia yang kini bermain untuk Club Brugge ini menceritakan pengalaman menarik yang membuatnya mau melakukan segalanya demi Mourinho.
"Di hari pertama bertugas, Mourinho memanggil saya ke kantornya.
'Saya harus menunjukkan sesuatu kepadamu', katanya. Ia lantas menyalakan VCR Player yang menunjukkan pertandingan antara Anderlecht kontra Benfica di tahun 1988. Saya melihat ayah saya, Arnor, mencetak satu-satunya gol di laga tersebut.
Setelah menyaksikan rekaman, Mourinho bertanya kepada saya, 'Tahukah kamu kiper gawangnya dibobol oleh ayahmu? Dia adalah Silvino Louro, staf pelatih kiper saya. Sekarang pergilah ke lapangan, ucapkan halo dan sampaikan salam dari ayahmu.'
Sejak saat itulah saya tahu bahwa saya rela melakukan apapun demi manajer ini, yang mampu memantik berbagai macam emosi sekaligus."
Gudjohnsen sendiri sempat dua musim bermain di bawah arahan Mourinho, yang tiba di Stamford Bridge pada tahun 2004. Pengoleksi 78 caps bersama Islandia ini hengkang ke Barcelona dua musim berselang.[initial]
Baca Juga
- Ferdinand Tulis Pesan Perpisahan Khusus Untuk Vidic
- Ejek Inter, Curva Sud Milan Ikut Sindir Jakarta
- Grosskreutz Cederai Mata Fans Dengan Lemparan Kebab
- Fulham Terdegradasi Karena Kualat Pada Michael Jackson
- Ayah Giggs: Ryan Tukang Selingkuh Yang Tak Bisa Dipercaya
- Pesan Emosional Mourinho Kepada Sang Anak
- Kompilasi Selebrasi Pemain Juve di Sosmed Sambut Gelar Scudetto
- Perpisahan Emosional Ter Stegen Dengan Suporter Gladbach
- Balas Intimidasi Rasial Suporter Atletico, Pemain Levante Memantik Kericuhan
- Putus Asa Hindari Degradasi, Hamburg Gunakan Terapi Hipnotis
- Flashback: Gol Bersejarah Tito Vilanova ke Gawang Barcelona
- Gervinho Tertangkap Kamera Kenakan Sepatu Wanita
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sempat Berselisih, Mou Kini Puji Hazard
Liga Inggris 10 Mei 2014, 21:29
-
Mou Isyaratkan Trio Veteran Chelsea Bertahan
Liga Inggris 10 Mei 2014, 19:50
-
Mourinho: Peminjaman Lukaku dan Courtois Berjalan Sukses
Liga Inggris 10 Mei 2014, 19:19
-
Cara Unik Mourinho Untuk Pikat Hati Gudjohnsen
Bolatainment 10 Mei 2014, 15:20
-
Hazard Ingin Tutup Musim Dengan Catatan Bagus
Liga Inggris 10 Mei 2014, 04:29
LATEST UPDATE
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR