
Bola.net - Sebagai olah raga paling populer di muka bumi, sepak bola tentu tidak hanya enak untuk ditonton, tapi juga dimainkan oleh para penggemarnya.
Sepak bola tak hanya baik untuk kaum pria, tetapi juga bermanfaat juga bagi wanita. Hasil penelitian pada 2010 di Denmark membuktikan wanita yang bermain sepak bola selama 14 minggu kesehatan cardio-nya meningkat 15 persen.
Faktanya, kompetisi untuk para wanita juga digelar di berbagai belahan dunia dan beragam level. Di Indonesia juga baru-baru ini berencana menggelar Liga 1 Putri.
Sepak bola memiliki sederet manfaat untuk kesehatan. Hampir semua kalangan menyukai sepak bola. Olahraga ini bisa dimainkan oleh segala usia, dari anak-anak hingga orang tua.
Sepak bola merupakan olahraga yang dimainkan dua tim dengan masing-masing menurunkan sebelas pemain. Kesebelasan yang mampu mencetak gol lebih banyak, maka akan menjadi pemenang.
Contohnya, bintang sepak bola dunia seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mereka memiliki tubuh yang bugar berkat menekuni sepak bola dan disertai latihan rutin. Kehebatan keduanya saat mengolah si kulit bundar membuat mereka menjadi idola banyak orang, termasuk anak-anak.
Berdasarkan penelitian University of Copenhagen, mereka membagi 27 pria antara usia 63 hingga 70 tahun ke dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama berlatih sepak bola, kelompok kedua hanya melakukan latihan kekuatan dua kali seminggu selama satu jam, serta kelompok ketiga tetap tidak aktif untuk tujuan kontrol.
Hasilnya menunjukkan pemain sepak bola membuat peningkatan 30 persen dalam fungsi otot, dan kapasitas asupan oksigen meningkat 15 persen. Terlebih, mereka juga mendapatkan perbaikan dalam mineralisasi tulang, hal ini menekankan pentingnya kesehatan tulang pada orang tua.
Berikut manfaat bermain sepak bola untuk segala usia.
Menjaga Kesehatan Jantung
Para bintang lapangan hijau akan bergerak ke depan dan ke belakang lapangan saat pertandingan. Mereka berjalan, jogging dan berlari dengan penuh selama 90 menit.
Hal itu tentunya akan membantu para pesepak bola mengendalikan detak jantung, dan melakukan latihan kardiovaskular.
Latihan cardio bertujuan membantu pemain menjaga kesehatan jantungnya, menghindari plak yang ada di arteri, mengurangi tekanan darah, hingga membakar kalori. Tak hanya pemain, bahkan kiper juga melakukan latihan cardio dengan bergerak di area gawang.
Menurunkan Berat Badan
Olahraga sepak bola bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Menurut penelitian dari Harvard School of Public Health, bermain sepak bola dapat mencegah seseorang dari obesitas.
Cabang olahraga satu ini bisa membakar kalori dan lemak dalam tubuh dengan cukup efektif karena mampu menguras keringat selama kurang lebih 90 menit.
Karena lemak diperas menjadi otot. Lihat saja para pemain sepak bola, mereka memiliki tubuh dengan otot yang kuat di segala sisi, termasuk betis dan perut.
Membangun Karakter Tanggung Jawab
Sepak bola bukanlah olahraga yang menekankan keahlian individu, tetapi juga kerja sama tim secara keseluruhan. Bermain sepak bola dapat melatih karakter setiap pemain untuk lebih bertanggung jawab.
Namun, sepak bola punya cara tersendiri untuk mengembangkan kepribadian para pemainnya. Olahraga ini lebih mendorong kerja sama tim dan komunikasi antarpemain.
Hal itulah yang membuat para pesepak bola memahami kepribadiannya dan menghubungkannya dengan kesuksesan tim, ketimbang berpikir untuk mengungguli teman setim.
Membangun Kekuatan Otot
Bermain sepak bola secara rutin mampu membangun kekuatan otot-otot kaki, paha, perut, dan dada.
Saat mencoba untuk membangun otot dengan cara bermain sepak bola, Anda akan merasakan manfaat lainnya seperti peningkatan daya tahan tubuh, alias tidak akan mudah lesu atau lelah.
Membangun dan membentuk otot merupakan salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu juga dapat membantu meningkatkan kinerja atletik. Dengan otot yang lebih kuat, hal ini akan membantu mengurangi risiko cedera.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Novie Rachmayanti/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 3 Oktober 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penting! Inilah 4 Manfaat Bermain Sepak Bola bagi Pria dan Wanita
Bolatainment 4 Oktober 2019, 04:19
-
Meski Melelahkan, Korea Selatan Siap Atasi Grup E Asian Games 2018
Asia 27 Juli 2018, 14:11
-
Pengundian Ulang Sepakbola Asian Games 2018 Tidak Dilakukan Menyeluruh
Tim Nasional 25 Juli 2018, 10:29
-
Klarifikasi Menpora soal Tuduhan Pernyataan Judi Halal di Sepakbola
Bola Indonesia 18 Juli 2018, 12:23
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Dortmund vs Atalanta: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 18 Februari 2026, 01:22
-
Tempat Menonton Monaco vs PSG: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 18 Februari 2026, 01:13
-
Alessandro Bastoni Minta Maaf soal Selebrasi Kartu Merah Pierre Kalulu di Derby dItalia
Liga Italia 18 Februari 2026, 00:55
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR