
- Gelaran torch relay Asian Games 2018 terus berlanjut, termasuk melewati Kota Palembang. Salah satu tuan rumah Asian Games 2018 tersebut, sukses menggelar acara kirab obor Asian Games 2018 pada 4-5 Agustus 2018 lalu. Saking meriahnya parade obor di Kota Pempek tersebut, berbagai memori tentang kegiatannya masih terekam dengan baik di kepala. Salah satunya adalah pemecahan ‘rekor,’ yaitu dihadiri oleh empat legenda olahraga Indonesia. Sekalipun status mereka sudah veteran, tetapi mereka tetap terlihat bugar dan antusias mengikuti torch relay Asian Games 2018 di Palembang sampai selesai.
Suasana beda un terjadi di Palembang ketika empat veteran dari empat cabang olahraga yang berbeda hadir dan memeriahkan kirab obor Asian Games 2018. Siapa saja mereka?
Pascal Wilmar
Pecinta voli pasti tidak asing dengan nama Pascal Wilmar. Bersama dirinya, timnas voli Indonesia memasuki masa jayanya dan berhasil menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dengan #CeritaKemenangan berupa raihan medali emas di SEA Games 1993 silam. Tak heran bila Grab mengajak Pascal Wilmar untuk bergabung bersama enam legenda olahraga Indonesia lainnya untuk menggalakkan kampanye #KemenanganItuDekat kepada masyarakat.
Sempat vakum dari dunia voli setelah pensiun, Pascal Wilmar tak mampu menyembunyikan kerinduannya. Belakangan, pria berdarah Ambon-Belanda ini memutuskan untuk kembali sebagai pelatih tim voli.
Bicara tentang Asian Games 2018, keterlibatan Pascal Wilmar dalam acara kirab obor di Palembang ini merupakan yang kedua kalinya. Dirinya pertama kali mengikuti torch relay Asian Games 2018 di Bali. Saat itu dirinya menjadi pelari yang membawa obor menuju Monumen Bajra Sandhi.
Alexander Pulalo
Siapa yang tidak kenal dengan Alexander Pulalo? Para pendukung klub bola Semen Padang, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, serta Arema Malang pasti bakal langsung tahu begitu namanya disebut.
Pria kelahiran Jayapura, Papua, 8 Mei 1973 ini dikenal publik sebagai winger kiri yang keras dalam bermain, serta lincah dan cepat saat menyerang. Jebolan PSSI Primavera tersebut memang punya gaya bermain yang tak kenal rasa takut dan penuh taktik untuk menembus pertahanan lawan. Tak heran bila dirinya menjadi langganan tim nasional Indonesia sejak tahun 1998 hingga 2004.
Masa kejayaan telah berlalu. Namun bukan berarti Alex Pulalo menyerah dengan keadaan. Kini dirinya tetap aktif melatih bola untuk tim-tim muda. Berkat jasanya yang begitu besar untuk dunia bola Tanah Air, Grab menjadikan Alex Pulalo sebagai salah satu legenda #KemenanganItuDekat yang bertugas memompa semangat kemenangan, baik untuk para atlet yang berlaga mau pun masyarakat umum.
Abdul Rojak
Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan menjadi sebuah #CeritaKemenangan yang manis bagi Abdul Rojak. Meski tidak menggondol medali emas, setidaknya menjadi juara dua dan medali perak sudah menjadi suntikan kegembiraan yang sangat besar bagi dirinya dan, tentunya, seluruh masyarakat Indonesia.
Sayangnya, usai pensiun dari dunia taekwondo, namanya seperti tenggelam begitu saja. Memutuskan untuk meninggalkan Papua dan hidup di Jakarta memberikan tantangan yang sangat berat baginya. Demi memenuhi kebutuhan hidup, pria kelahiran 8 Mei 1967 tersebut harus bekerja serabutan hingga menjadi penagih hutang. Tapi dia tak pernah lupa untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan tetap olahraga dan berlatih taekwondo.
Lama tak terdengar kabarnya, kini Abdul Rojak menjadi bagian dari kampanye #KemenanganItuDekat, yang digagas oleh official mobile platform partner Asian Games 2018, Grab Indonesia. Selain sempat berlari dengan obor Asian Games di Banjarmasin, Abdul Rojak kembali hadir di Palembang untuk menjalankan misinya, menanamkan semangat kemenangan, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli kepada para veteran atlet.
Sama seperti Alexander Pulalo, Sutiyono mendedikasikan masa pensiunnya untuk tetap berkecimpung di dunia balap sepeda. Saat ini dirinya tercatat sebagai salah satu pelatih balap sepeda untuk provinsi Sumatera Utara. Mempersiapkan bibit-bibit muda dari Medan agar bisa menjadi pemenang nasional, atau bila perlu di kompetisi internasional.
Di masa jayanya, Sutiyono pernah mempersembahkan medali emas di SEA Games 1979. Meski tak lagi bisa menjadi pebalap, dirinya tetap bangga bisa menjadi salah satu motivator bagi para atlet nasional yang berlaga di Asian Games 2018 lewat kampanye #KemenanganItuDekat.
"Saya tentunya senang karena memiliki kesempatan untuk memotivasi para atlet kita di Asian Games nanti, melalui pawai obor ini. Saya juga bangga karena ini adalah kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali," kata Sutiyono.
Satu keinginan Sutiyono kepada para atlet adalah tidak mudah menyerah. Dia berharap kontingen Indonesia bisa mendapatkan hasil terbaik untuk mengharumkan nama bangsa.
"Kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Para atlet harus memiliki tekad untuk menang. Di olahraga ini semuanya bisa terjadi. Apalagi kita banyak mendapatkan dukungan dari masyarkat Indonesia," pesan Sutiyono.
Program #KemenanganItuDekat dan #CeritaKemenangan merupakan program yang digagas oleh Grab Indonesia bukan hanya untuk meramaikan euforia Asian Games 2018, melainkan untuk mendukung para atlet veteran Indonesia. Sebab, satu tagar #KemenanganItuDekat oleh Grab diapresiasi senilai Rp5 ribu. Donasi yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada para atlet legendaris untuk mewujudkan mimpi kemenangannya. Jadi, jangan selalu gunakan tagar #KemenanganItuDekat #CeritaKemenangan dalam setiap postingan di Instagram dan Twitter, agar ada banyak atlet legendaris yang terbantu, Bolaneters.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dukung Penuh Asian Games 2018, Grab Dekatkan Semangat Kemenangan ke Masyarakat
Bolatainment 10 Agustus 2018, 17:08
-
Motivasi Abdul Rojak untuk Atlet Asian Games: Saya Yakin Indonesia Bisa Jadi Juara!
Bolatainment 10 Agustus 2018, 16:58
-
Skuat Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 Masih Bisa Berubah?
Tim Nasional 10 Agustus 2018, 15:52
-
Live Streaming Sepakbola Asian Games 2018: Palestina vs Taiwan
Tim Nasional 10 Agustus 2018, 15:38
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR