Bola.net - - Nama Mathias Boe menjadi buah bibir bagi publik pecinta bulutangkis di Indonesia di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pasalnya, Boe dianggap melakukan selebrasi yang melecehkan publik Indonesia.
Boe ambil bagian di nomor ganda putra di Indonesia Open 2017 berpasangan dengan Carsten Mogensen. Di babak semifinal, mereka berjumpa dengan wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (17/7) kemarin.
Boe/Mogensen kemudian mampu mengalahkan pasangan Fajar/Rian lewat pertarungan ketat selama tiga gim dengan angka 17-21, 21-18 dan 12-21.
Pasangan Boe/Mogensen mendapatkan intimidasi sepanjang jalannya pertandingan dari publik tuan rumah. Pasca memastikan kemenangan, Boe pun tampak lepas kontrol saat melakukan selebrasi. Boe melakukan gestur yang seolah untuk meminta penonton diam. Selain itu, ia juga sempat bergoyang-goyang.
Berikut adalah cuplikannya:
Sontak hal tersebut membuat Boe kemudian menjadi korban 'serangan' fans bulutangkis Indonesia di media sosial. Kolom komentar di instagram milik Boe dipenuhi oleh fans Indonesia yang tidak senang dengan cara dia melakukan selebrasi pasca menang atas Fajar/Rian.
Boe pun harus membuat sebuah pernyataan khusus lewat akun istragram miliknya seperti berikut ini:
A post shared by Mathias Boe (@mathias.boe) on
Untuk semua pembenci saya: Anda memanggil nama saya, mengancam saya, dan menghina negara saya dengan menyanyikan GO HOME DENMARK GO HOME, dan saya bersikap tidak sopan karena saya memberikan yang terbaik di lapangan dan merayakan kemenangan saya dengan menari. Apakah kamu sudah kehilangan itu? Itu standar ganda ke tingkat berikutnya. Untuk semua penggemar bulutangkis sejati di luar sana.
Boe/Morgensen, kemudian hanya menjadi runner-up di Indonesia Open 2017 usai kalah atas ganda asal Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 21-13 17-21 21-14, Minggu (18/6/2017) malam.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selebrasi Dianggap Lecehkan Indonesia, Begini Reaksi Mathias Boe
Bulu Tangkis 19 Juni 2017, 00:01
-
Indonesia Open 2017 Digelar di JCC
Bulu Tangkis 22 Mei 2017, 22:35
LATEST UPDATE
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR