Viktor Axelsen Menyerah pada Cedera, Akhiri Karier Legendaris di Usia 32 Tahun

Viktor Axelsen Menyerah pada Cedera, Akhiri Karier Legendaris di Usia 32 Tahun
Viktor Axelsen. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Dunia bulu tangkis dikejutkan oleh keputusan besar dari Viktor Axelsen yang memilih mengakhiri kariernya lebih cepat dari perkiraan. Kabar ini diumumkan langsung oleh sang pemain melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 15 April 2026.

Axelsen mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal mudah baginya. Ia harus menerima kenyataan pahit setelah bergulat lama dengan cedera punggung yang tak kunjung pulih.

Dalam unggahannya, juara Olimpiade itu menjelaskan kondisi fisiknya yang sudah tidak memungkinkan untuk tampil maksimal. Ia menyebut bahwa tubuhnya sudah tidak mampu lagi mengikuti tuntutan kompetisi di level tertinggi.

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Karena masalah punggung yang berulang, saya tak bisa lagi berkompetisi dan berlatih di level tertinggi,” buka Axelsen dalam pernyataannya di Instagram @viktoraxelsen.

“Setelah menjalani operasi endoskopis, beberapa suntikan, metode-metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba semuanya agar bisa terbebas dari rasa sakit untuk waktu yang lama sekarang ini, saya telah diberi saran untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya.”

“Menerima situasi ini sangat sulit. Tetapi saya sekarang telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan."

1 dari 3 halaman

Peringatan Dokter Jadi Titik Balik Keputusan Pensiun

Keputusan pensiun yang diambil Axelsen ternyata melalui proses panjang dan penuh pertimbangan medis. Ia tidak gegabah, melainkan mendengarkan saran dari tim dokter yang menanganinya.

Pemain asal Denmark itu mengungkapkan bahwa ia telah menjalani berbagai metode penyembuhan. Namun, hasilnya belum sesuai harapan dan justru membuka risiko yang lebih besar ke depan. Kondisi ini membuatnya harus memikirkan kesehatan jangka panjang di luar karier profesional.

“Keputusan ini telah dibuat setelah berkonsultasi dengan ahli bedah yang mengoperasi saya tahun lalu, serta dokter-dokter yang telah bekerja sama dengan saya,” katanya kepada Badminton Europe, via Straitstimes.

“Mereka mengatakan bahwa dengan rasa sakit yang saya alami sekarang, mungkin diperlukan operasi lagi, dan jika itu tidak berjalan dengan baik, prosedur yang lebih serius mungkin diperlukan. Jadi, ini hanyalah tubuh saya yang memberi tahu saya untuk berhenti, dan saya harus mengikuti saran dokter saya.”

2 dari 3 halaman

Sulit Diterima, Tapi Axelsen Pilih Kenang dengan Senyuman

Meski keputusan ini terasa berat, Axelsen mencoba melihat sisi positif dari perjalanan panjang kariernya. Ia mengakui bahwa menerima kenyataan tersebut bukan perkara mudah.

Pemain berusia 32 tahun itu sempat merasa keputusan ini tidak adil baginya. Namun, ia juga menyadari bahwa tubuhnya telah bekerja luar biasa selama bertahun-tahun.

Axelsen memilih untuk fokus pada kenangan indah yang ia raih selama menjadi atlet profesional. Ia merasa beruntung bisa merasakan pengalaman yang tidak semua orang dapatkan. “Membuat keputusan ini sangat sulit dan terkadang terasa tidak adil,” kata Axelsen.

“Pada saat yang sama, tubuh saya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama bertahun-tahun, dan saya melihatnya sebagai hak istimewa yang besar untuk dapat bermain, berlatih, dan memenangkan begitu banyak turnamen besar di level tertinggi. Sangat sedikit orang yang dapat mengalami apa yang telah saya alami dan bertemu begitu banyak orang yang luar biasa. Itulah mengapa saya mengenang karier saya dengan gembira.”

3 dari 3 halaman

Dari Mimpi Jadi Legenda, Kini Saatnya Mengucap Selamat Tinggal

Karier Axelsen bukan sekadar sukses, tetapi juga penuh prestasi luar biasa. Ia dikenal sebagai salah satu pemain tunggal putra terbaik dalam sejarah bulu tangkis dunia.

Sejak memulai karier profesional pada 2010, Axelsen telah mengoleksi berbagai gelar prestisius. Ia menjadi juara Olimpiade dua kali, juara dunia, serta mendominasi peringkat satu dunia selama 183 pekan.

Perjalanan panjang itu membuatnya merasa telah mencapai lebih dari sekadar impian masa kecil. Ia menyebut bahwa bulu tangkis bukan hanya karier, melainkan bagian dari hidupnya.

Kini, momen perpisahan terasa berat karena rutinitas dan kehidupan di dunia badminton sudah melekat dalam dirinya. “Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu impian saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah memberikan segalanya untuk olahraga ini. Ini bukan hanya sekadar karier bagi saya. Ini adalah hidup saya dan saya telah melakukan segala upaya.”

“Saya telah mencapai semua yang pernah saya impikan, dan lebih dari itu. Yang paling sulit untuk mengucapkan selamat tinggal bukanlah kompetisi itu sendiri, tetapi semua hal di sekitarnya. Perjalanan, kerja keras sehari-hari, orang-orang.”

(Instagram @viktoraxelsen/Straitstimes)


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL