
Bola.net - Julian Nagelsmann dikabarkan kehilangan pekerjaannya setelah dipecat oleh Bayern Munchen pada Jumat (24/3/2023). Kabar mendadak tersebut cukup membuat kegemparan di tengah jadwal jeda internasional musim ini.
Belum ada alasan pasti di balik pemecatan Julian Nagelsmann. Hal ini mengingat pihak Bayern Munchen belum membuat pernyataan resmi mengenai kebenaran beserta alasan pemecatan tersebut.
Kabar pemecatan ini juga mengundang banyak pertanyaan dari para pecinta sepak bola. Hal ini mengingat Nagelsmann tampil cukup baik musim ini terutama dengan menyapu bersih delapan laga di Liga Champions.
Melihat banyaknya pertanyaan tersebut, beberapa media Jerman mencoba menganalisis alasan Bayern Munchen memecat Nagelsmann. Penasaran dengan isi laporan media Jerman? Berikut ulasan lengkapnya.
Kurang Akur dengan Pemain

Salah satu alasan paling kuat Nagelsmann dipecat adalah tidak akur nya dia dengan para pemain. Hal ini sering terlihat sepanjang musim ini dengan munculnya beberapa konflik dengan beberapa pemain.
"Julian Nagelsmann mungkin hebat dalam menjelaskan sepak bola, tetapi dia sering membuat para pemain gelisah,” jelas Claudio Catuogno, dari Süddeutsche Zeitung.
Salah satu yang membuat para pemain gelisah adalah kebiasaan Nagelsmann menyalahkan para pemain. Nagelsmann kabarnya juga melakukan hal tersebut saat kekalahan Bayern Munchen melawan Bayer Leverkusen pekan lalu.
"Setelah kekalahan 1-2 di Leverkusen, Nagelsmann berulang kali mengeluhkan rencana taktisnya tidak dilaksanakan dengan benar.”
“Hubungan antara pelatih dan pemain sempat renggang cukup lama. Penjelasan yang sederhana dan klise kedengarannya, tapi itu adalah kebenaran,” tulis Sebastian Fischer dalam laporan yang sama.
Kehilangan Ruang Ganti

Konflik dan kebiasaan buruk Nagelsmann terhadap para pemain membuat dirinya perlahan kehilangan kendali ruang ganti. Menurut media Jerman, alasan tersebut cukup kuat untuk membuat Bayern Munchen kesulitan mendapatkan kemenangan beberapa laga terakhir.
Banyak orang merasa direktur olahraga, Hasan Salihamidzic membantu permasalahan tersebut. Namun masalah antar pelatih dan pemain itu nampaknya sudah sangat kronis dan meledak saat kekalahan pekan lalu.
“Orang dapat berargumen bahwa (Oliver) Kahn dan (Hasan) Salihamidzic seharusnya lebih melindungi Nagelsmann. Pada akhirnya, mereka tidak melakukannya. Mereka tidak bisa. Seseorang yang kehilangan ruang ganti tidak bisa lagi menang,” terang laporan FCB.
Nagelsmann kabarnya tak pandang bulu dalam memarahi para pemain Bayern Munchen. Nagelsmann juga bahkan menjadi penyebab murung nya Manuel Neuer yang kehilangan pelatih kipernya, Toni Tapalovic yang dipecat atas permintaan Nagelsmann.
“Robert Lewandowski, Manuel Neuer, dan Serge Gnabry dalam daftar luas. Selain itu, ada semua rotasi skuad dan desakannya bahwa para pemain perlu dimarahi dan dipermalukan bahkan setelah menang besar. Ini tidak berjalan baik dengan (para pemain) yang tidak jauh lebih muda darinya,” tulis George Holzer dari Majalah Kicker.
Penampilan Inkonsisten

Mungkin Nagelsmann tampil baik di Liga Champions musim ini. Namun di Liga Jerman, Nagelsmann justru tak mampu membuat Bayern Munchen tampil konsisten.
Berada di posisi dua klasemen Liga Jerman, Bayern Munchen tampil kurang konsisten di beberapa laga Liga Jerman. Dari 25 laga, Bayern hanya mampu menyelesaikan 15 laga dengan kemenangan.
“Orang harus mengajukan pertanyaan, 'apakah mereka menghasilkan penampilan yang berubah-ubah dan murung karena pelatih mereka begitu berubah-ubah dan murung?'
“Dalam istilah Karl-Heinz Rummenigge 'bisnis roti dan mentega' sepak bola liga, para pemain Bayern Munchen belum terlihat begitu fokus. Augsburg, Gladbach, dan Leverkusen semuanya telah membunuh Bayern musim ini," sambung Claudio Catuogno, dari Süddeutsche Zeitung.
Klasemen Liga Jerman
Sumber: Bulinews dan Whoscored
Penulis: Ahmad Daerobby
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Aja Loyo, Bayern Munchen Mulai Kesal Pada Sadio Mane
Bundesliga 25 Maret 2023, 10:01
-
CEO Bayern Munchen Buka Suara Mengenai Alasan Pemecatan Julian Nagelsmann
Bundesliga 25 Maret 2023, 02:35
LATEST UPDATE
-
Tidak Cari-cari Alasan, Arbeloa akui Real Madrid Layak Kalah dari Osasuna
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:28
-
Kalah dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Yakin Real Madrid Masih Bisa Juara La Liga
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:04
-
Terpeleset Lagi, Liam Rosenior Sebut Chelsea Harus Segera Berbenah
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:52
-
Chelsea Gagal Menang Lawan Burnley karena Blunder Pemain Sendiri
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:41
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 09:32
-
James Milner Ukir Sejarah, Pecahkan Rekor Penampilan di Premier League
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:28
-
Hasil Superpole Race WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Menang Lagi, Ungguli Duet Bimota
Otomotif 22 Februari 2026, 09:23
-
Cari Pengganti Lewandowski, Capres Barcelona Sarankan Nama Bomber Maut Bayern
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 09:15
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 09:12
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 22 Februari 2026, 08:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR