
Bola.net - Pelatih kiper Mainz Stephan Kuhnert mengungkapkan seperti apa rasanya bekerja di samping Jurgen Klopp di masa-masa awalnya menjalani karir di dunia manajerial di Bundesliga.
Klopp pernah aktif menjadi seorang pesepakbola. Klub terakhirnya sebelum ia gantung sepatu adalah Mainz.
Setelah pensiun, Klopp kemudian ditunjuk untuk menjadi manajer Mainz pada Februari 2001. Pada tahun 2004, Klopp berhasil mengantarkan klubnya itu promosi ke Bundesliga.
Klopp gagal membuat Mainz bertahan di Bundesliga dan harus kembali bermain di Bundesliga 2 pada musim 2007-08. Namun setelah gagal mengantarkan klub itu promosi lagi, ia akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya.
Namun setelah itu Klopp mampu meraih sukses bersama Borussia Dortmund. Ia kini bahkan meraih sukses yang lebih besar bersama dengan Liverpool.
Suka Berinteraksi
Stephan Kuhnert sangat mengenal Jurgen Klopp. Sebab ia bermain bersamanya selama sembilan tahun sebelum akhirnya bersama-sama menjadi pelatih di Mainz. Pria berusia 59 tahun itu lantas memberikan bocoran tentang bagaimana rasanya bekerja bareng Klopp.
Ia mengungkapkan bahwa Klopp adalah sosok yang emosinya meluap-luap. Namun ia adalah tipe pelatih yang sangat dekat dengan para pemainnya dan disukai oleh semua orang.
"Saya memiliki hubungan khusus dengan Kloppo karena saya bermain bersamanya. Tidak ada yang bisa menandingi emosinya yang intens, tetapi saya selalu berhadapan muka dengannya," ungkapnya pada Goal dan Spox.
"Ia bisa menirukan 'Wetten, dass ..?' (acara hiburan TV Jerman yang terkenal) dan tidak harus benar-benar mempersiapkan dirinya untuk itu. Itu hanya datang secara alami. Anda dapat melihat bahwa dengan interaksi positif yang ia miliki dengan para pemainnya."
"Bahkan orang ke-20 dalam skuat selalu siap, Anda tidak pernah mendengar hal buruk tentang dirinya. Kloppo adalah orang yang peduli - berurusan dengan orang adalah kekuatan terbesarnya," bebernya.
Pengalaman Berkesan: Dimaki-maki Klopp
Stephan Kuhnert ingat satu insiden khusus yang pernah dialaminya bersama Jurgen Klopp. Dahulu ia dan Klopp pernah melakukan perjalanan bermil-mil jauhnya ke tempat yang mereka pikir akan menjadi sebuah festival.
Namun belakangan diketahui bahwa Kuhnert salah melihat jadwalnya. Alhasil Klopp pun menjadi kesal kepadanya.
"Kami berdua ingin pergi ke Schutzenfest (sebuah festival tradisional Jerman) di kawasan itu pada hari libur di kamp latihan di Herzlake. Jadi kami naik sepeda dan mengayuhnya melewati area antah berantah dalam waktu lama. Itu hampir sangat gelap dan akhirnya kami sampai di sana," tuturnya.
"Di pintu masuk desa kami melihat sebuah tanda besar dan dikatakan bahwa perayaan itu tidak terjadi sampai seminggu kemudian. Saya tidak tahu, saya entah bagaimana membuat kesalahan. Bagaimanapun, kami harus bersepeda sepanjang jalan kembali dan ia memaki-maki saya sepanjang jalan. Saya harus menerima banyak hal tetapi saya layak mendapatkannya!" tandas Kuhnert.
Stephan Kuhnert sampai saat ini sudah bertahan di Mainz selama sekitar 30 tahun. Sementara itu Jurgen Klopp mulai melatih Liverpool sejak akhir tahun 2015 dan akan bertahan di sana hingga tahun 2024, sesuai kontraknya.
(goal/spox)
Baca Juga:
- Barisan Pelatih Bergaji Tertinggi di Dunia, Jurgen Klopp Hanya Urutan Keempat
- Klopp dan Skuat Liverpool Ucapkan Terima Kasih untuk Semua petugas medis di Seluruh Dunia
- Pemain Cadangan Tidak Cukup Kuat, Liverpool Diminta Datangkan Pemain Lagi
- Klopp Sulit Untuk Tinggalkan Liverpool, Bahkan Untuk Barcelona Atau Madrid Sekalipun
- Empat Aktivitas yang Bisa Dilakukan Jurgen Klopp Saat Premier League Dihentikan Sementara
- Petit Akui Liverpool yang Sekarang Lebih Speial Dibandingkan Skuat Invincibles Arsenal
- Kemenangan-Kemenangan Terbaik Liverpool di Era Jurgen Klopp
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harapan Liverpool dan City Untuk Rekrut Bastoni dari Inter Pupus
Liga Italia 27 Maret 2020, 21:54
-
Pesan Klopp Untuk Semua Orang di Tengah Pandemi Corona: Harus Disiplin
Liga Inggris 27 Maret 2020, 20:56
-
Pengakuan Striker Brighton: Diperlakukan Bak Bocah 12 Tahun Oleh Van Dijk
Liga Inggris 27 Maret 2020, 19:54
-
Liverpool Seriusi Perburuan Ferran Torres
Liga Inggris 27 Maret 2020, 19:00
-
Kisah Pelatih Kiper Mainz yang Pernah Dimaki-Maki Klopp di Sepanjang Jalan
Bundesliga 27 Maret 2020, 17:55
LATEST UPDATE
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
-
Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
Liga Eropa Lain 19 Agustus 2026, 17:36
-
Benarkah Rizky Ridho Dicoret dari Daftar Pemain Timnas Indonesia?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:12
-
Manchester United Selangkah Lagi Rekrut Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 17:06
-
Mentalitas Comeback Persib Bandung yang Terus Terjaga
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 16:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR