Bola.net - Musim 2006/2007 bisa dikatakan menjadi salah satu musim 'bencana' bagi Bayern Munchen. Pada musim itu, mereka gagal memepertahankan gelar juara Bundesliga dan hanya finish di peringkat 4 klasemen akhir Bundesliga.
Mereka juga gagal di ajang DFB Pokal, di mana mereka dipermalukan tim semenjana, Alemannia Aachen dengan skor 4-2 di babak ketiga. Perjalanan mereka di Liga Champions-pun hanya berlangsung hingga babak perempat final setelah dikalahkan oleh AC Milan.
Pada saat itu, Presiden Bayern Munchen, Franz Beckenbauer memutuskan melakukan perubahan di skuat Die Roten. Dimulai dengan mengganti pelatih kepala mereka yang semula dipegang Felix Magath dan digantikan oleh Ottmar Hitzfeld.
Di musim panas, Beckenbauer mengambil sebuah keputusan penting. Ia mengatakan bahwa kubu The Bavaria membutuhkan striker haus gol yang bisa menjadi jaminan gol bagi timnya. Pemain itu adalah Luca Toni.
Sumbu Panas 2005/06

Kami setuju dengan Der Kaiser, seperti itulah kita mengenal Luca Toni. Seorang penyerang haus gol yang klinis dan efektif di depan gawang.
Tentu semua masih ingat, di masa jayanya, penyerang kebanggaan Italia ini sempat dipanggil "Padron Toni" yang berasal dari sebuah karakter dalam novel Italia berjudul ‘I Malavoglia.’ Sosoknya begitu disegani di atas lapangan -layaknya seorang Godfather seperti di cerita mafia-mafia- sehingga ia mendapat julukan tersebut.
Mantan pemain kelahiran Pavullo nel Frignano, Italia tersebut adalah salah satu sosok yang bertanggung jawab terhadap panasnya aura kompetisi Serie A musim 2005/06. Penampilannya sangat menyala ketika itu.
Ia menyumbangkan 31 gol untuk La Viola, menjadi top skorer Serie A di akhir musim, serta turut membantu Fiorentina menempati peringkat 4 klasemen akhir, meski akhirnya dianulir akibat kasus Calciopoli. Performa apiknya secara keseluruhan saat itu membuat Franz Beckenbauer dan Bayern München tertarik untuk membawanya ke Jerman dan akhirnya terealisasi pada tahun 2007.
Bapak Nomor 9 Sepak Bola

Sebagai nomor 9, karakter bermain Toni memang tiada duanya. Meskipun tidak lincah, ia memiliki dua kaki yang sama efektifnya, andal dalam duel udara, memiliki postur yang tinggi dan kuat, memiliki jangkauan kaki yang panjang, tangguh dalam penguasaan bola, agresif, dan utamanya, oportunis di kotak penalti lawan.
Kemampuannya dalam mencetak gol pun diakui para pencinta sepak bola. Tanpa perlu dipertanyakan, di lemari trofinya ia punya satu sepatu emas Serie B (2003/04), dua sepatu emas Serie A (2005/06, 2014/15), satu Torjägerkanone Bundesliga [2007/08], satu sepatu emas Piala UEFA (2007/08), dan
satu sepatu emas Eropa (2005/06).
Mengagumkannya lagi, sepatu emas Serie A yang kedua diperolehnya pada usia 38 tahun bersama Hellas Verona, klub papan bawah Serie A. Sepanjang 22 tahun kariernya, ia telah mencetak 322 gol, baik bersama klub atau pun tim nasional Italia. Seperti ucapan Der Kaiser di awal perbincangan, Toni memang jaminan gol. Bersama Die Bayern sendiri ia telah mencatatkan statistik mengesankan dengan raihan 38 gol dari 60 penampilan selama empat tahunnya bermain bersama klub.
Nomor 9 Terakhir?
Di era sepak bola modern seperti sekarang ini, gaya bermain pemain nomor 9 murni seperti Toni sudah mulai ditinggalkan. Seorang penyerang kini harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan permainan yang sudah semakin dinamis.
Tengok Mario Mandzukic selama masih di Juventus. Ia rela diturunkan menjadi pemain di pos sayap dan walau bermain cukup efektif di sana, tentu yang teringat di memori semua adalah Super-Mandz sebagai penyerang tengah yang ganas.
Saat Toni memutuskan pensiun pada tahun 2016 lalu, media di Italia tanpa ragu menyebutnya sebagai "The Last Great Italian Centre Forward." Fakta telah membuktikan semakin sulit mencari pemain nomor 9 murni yang hebat saat ini di sepak bola Negeri Pizza tersebut, tak terkecuali juga mungkin di seluruh dunia.
(Bundesliga)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Keributan Antar Pemain Menghiasi Sesi Latihan Bayern Munchen
Bundesliga 29 Januari 2020, 23:45
-
Inilah 'Wir Leben Dich', Roh Kehidupan Schalke 04
Bundesliga 29 Januari 2020, 22:02
-
Mengenal Luca Toni, Si Nomor 9 Sejati dari Italia
Bundesliga 29 Januari 2020, 21:24
-
Bayern Munchen Masih Tertarik Pinang Leroy Sane
Bundesliga 29 Januari 2020, 17:40
-
Bukan MU atau Arsenal, Emre Can Selangkah Lagi Gabung Klub Ini
Bundesliga 29 Januari 2020, 15:30
LATEST UPDATE
-
Hormati Matheus Cunha, Marcus Rashford Tak Minta Nomor 10 di MU
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 13:33
-
Yan Diomande Bisa Bikin Florentino Perez Lupakan Michael Olise
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 13:08
-
Jorge Mendes Gagas Barter Rafael Leao dengan Ruben Dias
Liga Italia 20 Agustus 2026, 13:03
-
Nasib Apes Federico Gatti, Cedera Usai Ditekel Fan Sendiri
Liga Italia 20 Agustus 2026, 12:33
-
Jose Mourinho Siapkan Arda Guler Jadi Penerus Luka Modric
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 12:06
-
Daftar dan Nomor Punggung Pemain Chelsea 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 12:03
-
Bernardo Silva Akhirnya Merasakan Sendiri Besarnya Identitas Real Madrid
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 11:11
-
Juventus Dipaksa Mengubur Asa Datangkan Bruno Fernandes dari Manchester United
Liga Italia 20 Agustus 2026, 10:18
-
Gambaran Awal Skuad AC Milan untuk Liga Europa 2026-27
Liga Eropa UEFA 20 Agustus 2026, 10:12
-
Diego Moreira Kini Resmi Berseragam AC Milan
Liga Italia 20 Agustus 2026, 10:02
-
Fleksibilitas Ezri Konsa Akan Sangat Berguna Bagi Arsenal
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 09:50
-
Myles Lewis-Skelly dan Kenyataan Pahit di Arsenal
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 09:18
-
Formasi Pertahanan Ideal Real Madrid untuk Awal Musim 2026-27
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 09:12
-
Ambisi Besar Barcelona: Lanjutkan Dominasi Domestik dan Taklukkan Eropa
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 08:56
-
Manchester United dan Fondasi yang Lebih Kuat untuk Melanjutkan Kebangkitan
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 08:21
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR