
Bola.net - Krzysztof Piatek belum lama membela AC Milan, tapi rumor kepergiannya sudah mulai didengungkan dewasa ini. Sempat tampil impresif, Piatek sekarang dinilai gagal memenuhi ekspektasi.
Januari 2018 lalu, Milan mendatangkan Piatek yang tampil impresif bersama Genoa. Saat itu, mereka berharap striker Polandia itu bisa membantu tim mencetak gol, yang memang jadi masalah Milan.
Pembelian Piatek terbukti tepat, setidaknya untuk saat itu. Dia memang lebih rajin mencetak gol daripada penyerang-penyerang Milan lainnya, tapi potensi Piatek tampak terhambat karena tidak mendapatkan suplai bola yang tepat.
Kini, kedatangan Zlatan Ibrahimovic telah mengubah nasib Piatek. Jika tidak ingin terus menghangatkan bangku cadangan, Piatek mungkin lebih tertarik meninggalkan klub.
Ada sejumlah klub yang tertarik, seperti Manchester United, Tottenham, dan Barcelona. Apa yang membuat Piatek dianggap menarik? Baca halaman berikutnya ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
1. Predator di Kotak Penalti
Piatek merupakan poacher alami, striker yang hidup di garis offside dan menunggu celah untuk menembus kotak penalti. Dari 19 gol yang dia bukukan untuk Genoa, hanya satu yang datang dari luar kotak penalti.
Bersama Milan, ke-16 gol Piatek datang dari kotak penalti. Dia pemain oportunis, mahir menemukan ruang kosong di dalam kotak penalti.
Piatek merupakan pemain yang bisa berada di waktu yang tepat dan di tempat yang tepat, siap mengubah arah bola, menyambut bola pantulan. Dia pun tangguh di udara dan mahir menendang penalti.
Namun, aspek-aspek lain dalam permainan Piatek tidak terlalu apik. Dia tidak membuat banyak assist, tidak akan mundur untuk menjemput bola.
2. Butuh Rekan Kreatif
Karena jarang mundur menjemput bola, Piatek membutuhkan pemain-pemain kreatif untuk menyokongnya. Sebab, perihal penyelesaikan akhir, hanya sedikit striker Serie A yang lebih baik dari Piatek.
Bersama Milan, dia ikut kesulitan karena pemain-pemain seperti Suso dan Hakan Calhanoglu yang tidak cukup menciptakan peluang. Jika tidak mendapatkan suplai, tentu Piatek tidak bisa mencetak gol.
Piatek bukanlah striker yang bisa melakukan segalanya seorang diri untuk tim. Dia membutuhkan pemain-pemain kreatif. Berikan umpan yang tepat, biarkan Piatek menyelesaikan sisanya.
3. Banyak yang Berubah dalam Setahun
Pertanyaannya, mengapa Milan mau menjual striker dengan potensi seperti itu? Satu tahun terakhir ini benar-benar berjalan cepat bagi Piatek, di luar dugaan.
Dia datang ke Milan dengan harapan jadi penyelamat, tapi ternyata kemampuannya tidak cukup -- atau lebih tepatnya skuad Milan yang kurang kuat.
Ketika bergabung di pertengahan musim lalu, Piatek langsung berkontribusi dengan 11 gol di sisa musim, tapi semuanya berubah di musim 2019/20. Kepergian Gennaro Gattuso jelas merugikan Piatek, dia kesulitan di bawah Marco Giampolo, dan kini tidak terlalu dipercaya Pioli
Sekarang, ada Ibrahimovic yang dianggap lebih mampu menyelamatkan Milan. Piatek tersingkir ke bangku cadangan, itu pun jika dia mau bertahan.
Sumber: FourFourTwo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Todibo Ungkap Pelindungan Khusus Barcelona untuk Messi
Bundesliga 23 Januari 2020, 21:14
-
Performa Para Pemain Ini Patut Dipertanyakan Meski Barcelona Menang Atas Ibiza
Liga Spanyol 23 Januari 2020, 20:43
-
Griezmann Akui Performa Barcelona Lawan Ibiza Mengecewakan
Liga Spanyol 23 Januari 2020, 19:57
-
Lewati Ibiza, Griezmann Kini Berkoar Ingin Bawa Barcelona Juara Copa del Rey
Liga Spanyol 23 Januari 2020, 19:24
-
Data dan Fakta La Liga: Valencia vs Barcelona
Liga Spanyol 23 Januari 2020, 14:02
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR