4 Pemain Arsenal yang Fans PSG Berharap Tampil Buruk di Final Liga Champions

4 Pemain Arsenal yang Fans PSG Berharap Tampil Buruk di Final Liga Champions
PSG vs Arsenal akan bertemu di final Liga Champions, 30 Mei 2026. (c) Bolanet

Bola.net - Arsenal akan menghadapi PSG di final Liga Champions yang digelar di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Laga ini jadi salah satu titik penting bagi The Gunners yang baru saja memastikan gelar Premier League, sekaligus membawa mereka selangkah lagi menuju trofi Eropa pertama.

Di bawah Mikel Arteta, Arsenal sudah menyiapkan beberapa pendekatan taktis untuk meredam permainan PSG. Rencana itu disusun bukan hanya untuk bertahan, tapi juga mencari celah kecil yang bisa dimaksimalkan di momen krusial.

PSG datang dengan tambahan kekuatan setelah Achraf Hakimi dan Ousmane Dembele kembali tersedia. Namun, sorotan menjelang laga justru banyak mengarah ke empat pemain Arsenal yang diprediksi bisa menentukan arah pertandingan, dan tentu saja menjadi sosok yang paling diwaspadai oleh tim Luis Enrique.

Menjelang final ini, ada empat nama dari kubu Arsenal yang jelas tak ingin dibiarkan tampil bebas oleh PSG. Bahkan, bisa dibilang mereka adalah pemain yang diharapkan 'menghilang' dari permainan. Siapa saja yang dimaksud?

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba

Dua bek Arsenal, Gabriel Magalhaes dan William Saliba bereaksi usai laga melawan Manchester City di Final Carabao Cup, 22 Maret 2026. (c) AP Photo/Richard Pelham

Dua bek Arsenal, Gabriel Magalhaes dan William Saliba bereaksi usai laga melawan Manchester City di Final Carabao Cup, 22 Maret 2026. (c) AP Photo/Richard Pelham

Pertahanan menjadi salah satu fondasi utama kebangkitan Arsenal dalam beberapa musim terakhir, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes membentuk dinding yang sulit ditembus lawan, dan itu terlihat dari konsistensi mereka sepanjang musim.

Bek asal Prancis dan Brasil ini akan membuat lini serang PSG harus bekerja lebih keras untuk mencari ruang. Performa keduanya juga terlihat lebih matang dibandingkan musim lalu, terutama saat mereka melangkah hingga semifinal.

Tak hanya kuat bertahan, keduanya juga aktif membantu serangan, terutama dalam situasi bola mati. Kehadiran mereka di kotak penalti lawan sering menjadi ancaman tambahan saat Arsenal mendapatkan peluang dari skema set-piece.

Situasi bola mati sendiri sudah lama menjadi senjata penting bagi Arsenal. Kemampuan Saliba dan Gabriel dalam duel udara bisa mengganggu ritme pertahanan PSG dan membuka peluang terciptanya gol.

2 dari 3 halaman

Peran Sentral Declan Rice di Lini Tengah

Selebrasi Declan Rice usai Arsenal menang tipis 1-0 atas Burnley di Emirates, 19 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selebrasi Declan Rice usai Arsenal menang tipis 1-0 atas Burnley di Emirates, 19 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di lini tengah, Declan Rice menjadi poros utama permainan Arsenal. Ia mengatur tempo, menjaga keseimbangan tim, dan memastikan transisi berjalan stabil, baik saat menyerang maupun bertahan.

Performa Rice bahkan mendapat perhatian dari pelatih PSG, Luis Enrique, yang menilai Arsenal sangat berbahaya ketika tidak menguasai bola. Pujian itu datang menjelang laga final yang diprediksi berlangsung ketat.

Pada pertandingan nanti, Rice diperkirakan akan berduel langsung dengan gelandang PSG, Vitinha. Pertarungan di area tengah ini bisa menentukan siapa yang lebih dominan dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

Rice juga punya kemampuan lain yang tidak bisa diabaikan, yaitu eksekusi bola mati. Ia pernah mencetak dua gol tendangan bebas ke gawang Real Madrid di Liga Champions musim lalu, sebuah catatan yang masih diingat banyak orang.

Keberadaan Rice memberi Arsenal stabilitas di momen-momen penting. Saat permainan mulai menekan, ia sering muncul sebagai penyeimbang yang menjaga struktur tim tetap rapi.

3 dari 3 halaman

Tembok Terakhir Bernama David Raya

Kiper Arsenal, David Raya, bereaksi setelah pertandingan Premier League melawan West Ham, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Kiper Arsenal, David Raya, bereaksi setelah pertandingan Premier League melawan West Ham, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Di bawah mistar, Arsenal memiliki David Raya yang tampil konsisten sepanjang musim. Kiper berusia 30 tahun itu mencatatkan jumlah clean sheet terbanyak di Premier League dalam tiga musim beruntun.

Perannya sangat besar dalam membuat lini belakang Arsenal tampil solid. Catatan hanya kebobolan 26 gol di liga domestik dan enam gol di Liga Champions menunjukkan betapa rapatnya pertahanan mereka.

Raya juga sudah beberapa kali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kiper papan atas dunia. Stabilitasnya memberi rasa aman bagi barisan belakang dalam menghadapi tekanan lawan.

Pertemuan di Budapest juga akan mempertemukan Raya dengan kiper PSG, Matvey Safonov. Duel di bawah mistar ini bisa menjadi salah satu faktor penentu, apakah trofi akan dibawa pulang atau justru lepas di akhir laga.

Pertandingan final ini pada akhirnya menjadi ujian terakhir bagi efektivitas strategi kedua tim. Semua akan ditentukan di Budapest, dalam laga yang berpotensi mencatat sejarah baru di panggung tertinggi sepak bola Eropa.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL