Alasan Wajah Gianni Infantino Terus Muncul di Siaran Piala Dunia 2026: Demi Maju Presiden Periode ke-3?

Alasan Wajah Gianni Infantino Terus Muncul di Siaran Piala Dunia 2026: Demi Maju Presiden Periode ke-3?
Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan duel seru di lapangan, tetapi juga memunculkan satu pemandangan yang terus berulang di layar televisi. Wajah Presiden FIFA, Gianni Infantino, hampir selalu muncul dalam setiap pertandingan yang ia hadiri.

Fenomena tersebut memancing rasa penasaran para penonton. Banyak yang bertanya-tanya apakah pengambilan gambar itu merupakan keputusan sutradara siaran atau memang bagian dari kebijakan resmi FIFA.

Jawabannya ternyata cukup jelas. Berdasarkan laporan The Athletic, kemunculan Infantino di layar bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari pedoman produksi resmi yang diterapkan FIFA kepada penyedia siaran Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut membuat sorotan kamera tidak hanya tertuju kepada pemain dan pelatih. Para pejabat penting hingga selebritas yang hadir di stadion juga memiliki porsi tayang sesuai aturan yang telah ditetapkan.

1 dari 2 halaman

FIFA Punya Aturan Khusus untuk Menyorot Gianni Infantino

Preesiden FIFA,, Gianni Infantino dalam pembukaan International Broadcast Center, 1 Juni 2026 lalu. (c) AP Photo/Tony Gutierrez

Preesiden FIFA,, Gianni Infantino dalam pembukaan International Broadcast Center, 1 Juni 2026 lalu. (c) AP Photo/Tony Gutierrez

Laporan The Athletic menyebut FIFA memberikan arahan khusus kepada Host Broadcast Services (HBS), selaku produsen siaran dunia Piala Dunia 2026. Seluruh stasiun televisi pemegang hak siar menggunakan tayangan dasar yang diproduksi HBS.

Dalam pedoman tersebut, kru produksi diminta menampilkan apa yang disebut sebagai "officials shots" pada setiap babak pertandingan. Artinya, kamera harus menyorot pejabat dengan jabatan tertinggi yang hadir di stadion, termasuk Presiden FIFA.

Tak hanya Infantino, aturan itu juga berlaku bagi tamu yang masuk kategori VVIP dalam sistem akreditasi FIFA. Kelompok tersebut mencakup kepala negara, pejabat konfederasi, tokoh federasi sepak bola, hingga figur publik dan selebritas dunia.

Karena itulah sejumlah nama seperti Shakira, Penelope Cruz, Ronaldo Nazario, David Beckham, hingga Putra Mahkota Norwegia Haakon ikut beberapa kali tampil di layar. Mereka mendapat sorotan kamera karena termasuk tamu kehormatan yang hadir di tribun stadion.

“Sudah menjadi praktik standar bagi kursi yang ditempati oleh pejabat sepak bola, tokoh publik, dan selebriti untuk ditampilkan sebagai bagian dari susunan acara pertandingan, siapa pun mereka,” kata juru bicara FIFA kepada The Athletic.

2 dari 2 halaman

Infantino Bersiap Maju Lagi sebagai Presiden FIFA

FILE - Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) AP Photo/Chris Carlson, File

FILE - Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) AP Photo/Chris Carlson, File

Meski FIFA membantah menginstruksikan pengambilan gambar khusus terhadap Infantino, kenyataannya wajah pria asal Swiss itu hampir selalu muncul ketika menghadiri pertandingan. Hal tersebut berbeda dengan kebijakan kompetisi lain di bawah UEFA maupun Premier League.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin, misalnya, tidak diwajibkan tampil dalam siaran langsung setiap pertandingan. Begitu pula CEO Premier League Richard Masters yang jarang mendapat sorotan kamera kecuali pada momen-momen tertentu.

Sorotan terhadap Infantino juga muncul di tengah persiapannya mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai Presiden FIFA. Pada April lalu, ia mengumumkan niatnya kembali maju dalam pemilihan yang akan berlangsung pada 2027.

Jika kembali terpilih tanpa pesaing, Infantino akan memimpin FIFA hingga 2031. Masa jabatan tersebut akan membuatnya memegang kendali organisasi sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade sejak menggantikan Sepp Blatter setelah krisis kepemimpinan FIFA pada 2016.

Sumber: The Athletic via talkSPORT


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL