
Bola.net - Tidak ada yang bisa membantah, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua pemain yang membentuk wajah sepak bola dalam 15 tahun terakhir. Keduanya bermain di level yang berbeda, jauh lebih tinggi dari pemain-pemain lainnya.
Messi dan Ronaldo bergantian merebut Ballon d'Or yang melegitimasi status mereka sebagai pemain terbaik. Messi memimpin dengan 6 trofi, Ronaldo tidak jauh tertinggal dengan 5 trofi.
Bersama Messi, Barcelona pernah meraih setiap trofi yang tersedia. Ronaldo berbeda, dia berkembang di Manchester United, unjuk gigi di Real Madrid, dan sekarang ingin membantu Juventus menjuarai Liga Champions.
Intinya, dua pemain ini sudah membentuk wajah baru sepak bola. Sulit membayangkan dunia sepak bola tanpa Ronaldo-Messi.
Kendati demikian, andai Ronaldo dan Messi tidak pernah bermain sepak bola, kira-kira apa yang akan terjadi? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
1. Ballon d'Or Milik Bersama
Lionel Messi bersama enam trofi Ballon dOr miliknya (c) AP Photo
Satu hal yang paling jelas bakal berubah andai Ronaldo dan Messi tidak pernah bermain sepak bola. Ya, trofi Ballon d'Or bakal dibagi rata untuk beberapa pemain terbaik, bukan dominasi dua nama seperti beberapa tahun terakhir.
Terbukti, hanya Luka Modric yang bisa menghentikan dominasi Messi-Ronaldo di ajang penghargaan pemain terbaik di dunia itu. Modric pun hanya bisa semusim, Messi memenanginya lagi pada tahun 2019 lalu.
Jika dilihat ulang, ada banyak pemain selain Messi-Ronaldo yang layak meraih Ballon d'Or. Misalnya Fernando Torres saat gemilang di Liverpool, Frank Ribery pada tahun 2013, dan Wesley Sneijder pada tahun 2010.
Intinya, penghargaan bergengsi ini selalu condong mengarah pada Mess dan Ronaldo, tren yang mungkin tetap berlanjut beberapa tahun ke depan.
2. Nasib Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo
Jika ada satu pemain yang berhak menyuarakan protes atas nama besar Ronaldo-Messi, Ibrahimovic lah orangnya. Striker senior ini seharusnya dipertimbangkan sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, tentu dengan legitimasi berupa Ballon d'Or.
Karier Ibrahimovic di Eropa sungguh gemilang. Tidak banyak pemain yang bisa menjaga level yang sama meski berpindah-pindah klub. Ibra pernah membela Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, PSG, Manchester United, dan LA Galaxy. Andai tidak ada Ronaldo-Messi, Ibra jelas layak dianggap sebagai yang terbaik.
3. Chelsea Seharusnya Raih Dua Trofi Liga Champions
Roberto Di Matteo (c) AFP
Chelsea memainkan final Liga Champions pertama mereka pada tahun 2008 ketika menghadapi Manchester United di Moscow. The Blues tampil apik, tapi gagal mencetak gol karena penampilan gemilang Edwin van der Sar.
Nahasnya, justru MU yang unggul terlebih dahulu lewat gol sundulan khas Ronaldo. Bintang Portugal ini melompat begitu tinggi dan menyundul bola begitu keras untuk menjebol gawang Petr Cech.
Chelsea menyamakan kedudukan lewat Frank Lampard, tapi gol awan Ronaldo itu berarti skor bertahan di angka 1-1. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan dan adu penalti, MU pun keluar jadi pemenang.
Andai Ronaldo tidak ada di situ untuk mencetak gol luar biasa, mungkin Chelsea bakal memiliki dua koleksi trofi Liga Champions saat ini.
4. Real Madrid Seharusnya Berjaya
Real Madrid (c) AP Photo
Real Madrid sudah mencoba berbagai cara untuk bersaing dengan Barcelona di La Liga, tapi mereka tidak berdaya menghadapi Barcelona yang diperkuat Lionel Messi. Beberapa tahun lalu, Madrid pernah tidak berkutik bersaing dengan Barca.
Blaugrana mendominasi La Liga mulai 2008-2010, lallu meraih trofi itu lagi pada musim 2012/13, 2014/15, 2015/16, 2017/18, dan 2018/19. Intinya, Barca sulit dikejar di Liga Spanyol
Mudah menilai mengapa Barca bisa sekuat itu, karena ada Messi. Messi adalah Barcelona itu sendiri, bahkan pelatih Barca tidak mau repot-repot membantah ketergantungan timnya terhadap La Pulga.
Andai tidak ada Messi, Madrid mungkin bisa meraih trofi La Liga lebih banyak karena punya komposisi skuad yang lebih baik dari rival abadi mereka itu.
5. Bale vs Neymar, bukan Ronaldo vs Messi
Winger Real Madrid asal Wales, Gareth Bale (c) AP Photo
Lebih lanjut, andai Messi dan Ronaldo tidak bermain sepak bola, mungkin sekarang yang sering dibicarakan adalah persaingan antara Gareth Bale dan Neymar.
Musim panas 2013 lalu, Barca berhasil mendapatkan Neymar dari Santos, Madrid membalasnya dengan merekrut Bale. Seharusnya dua pemain inilah yang jadi bintang masing-masing tim.
Sayangnya, perbandingan antara Bale vs Neymar tidak pernah diperhatikan karena nama besar Messi dan Ronaldo. Dunia sudah terlalu sibuk berdebat soal siapa yang lebih baik antara Messi atau Ronaldo.
Mungkin beberapa tahun ke depan, nama baru akan membuat penikmat sepak bola melupakan debat Messi vs Ronaldo, misalnya Kylian Mbappe atau Vinicius Junior.
Sepak Bola Tidak Akan Pernah Sama
Bagaimanapun, ketika perdebatan itu berakhir, sepak bola jelas tidak akan pernah sama tanpa dua pemain tersebut. Messi dan Ronaldo telah menyuguhkan banyak momen brilian yang bakal terus diingat penggemar sepak bola.
Jika mau mengabaikan rivalitas barang sejenak, Bolaneters bakal memahami bahwa keduanya merupakan pemain top yang sama bagusnya. Tidak ada yang lebih baik, hanya dua pemain top yang saling respek.
Alih-alih membandingkan Messi dengan Ronaldo, generasi penikmat sepak bola era ini seharusnya bersyukur bisa menyaksikan langsung dua pemain legendaris seperti Messi dan Ronaldo.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca ini juga ya!
- Serial No.10 Juventus: Alessandro Del Piero dan Kisah Kekasih Si Nyonya Tua
- 5 Rider MotoGP Kantongi Kontrak 2021 di Tengah Pandemi Covid-19
- Memori Final UCL 2011: Barcelona 3-1 MU, Ketika Lionel Messi Menguliahi Pemain Senior Setan Merah
- Kala Messi Men-double Kill Casillas dan Cannavaro di El Clasico
- Real Madrid 1998-2002: Perkenalan Los Galacticos, 'The Beatles' yang Main Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Tidak Akan Jual Achraf Hakimi
Liga Spanyol 20 April 2020, 21:20
-
Real Madrid Tawarkan Gareth Bale dan James Rodriguez ke MU, Angkut Gak Nih?
Liga Inggris 20 April 2020, 20:40
-
Real Madrid Menarik Diri dari Perburuan Harry Kane, Kenapa?
Liga Spanyol 20 April 2020, 19:00
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR