
Bola.net - Liga Champions 2026/2027 kembali bergulir dengan deretan klub elite yang memburu trofi paling bergengsi di Eropa. Di tengah dominasi tim-tim favorit, selalu ada sejumlah klub yang berpotensi muncul sebagai kuda hitam dan mengacaukan prediksi.
Paris Saint-Germain datang dengan status juara bertahan dua musim berturut-turut. Pertanyaan besarnya, mampukah PSG mencetak sejarah dengan meraih gelar ketiga secara beruntun, atau justru ada penantang yang mampu menghentikan mereka?
Arsenal juga menarik perhatian setelah musim lalu belum mampu melangkah sejauh yang diharapkan. Namun, sorotan tidak hanya tertuju kepada para favorit karena beberapa klub dengan status nonunggulan memiliki modal kuat untuk membuat kejutan.
Como menjadi salah satu nama paling menarik karena berstatus debutan, sementara Real Betis kembali ke Liga Champions setelah penantian panjang. Galatasaray, Porto, dan Roma juga memiliki alasan kuat untuk diperhitungkan ketika persaingan fase liga dimulai.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Como, Debutan dengan Modal Besar

Di antara para debutan Liga Champions musim ini, Como menjadi salah satu klub yang paling berpotensi membuat kejutan. LASK, Sabah, dan Viking juga menjalani debut, tetapi Como dinilai memiliki modal paling meyakinkan untuk bersaing di level elite Eropa.
Kekuatan finansial yang besar telah digunakan Como secara bijak untuk membangun skuad kompetitif. Di sisi lain, keberadaan Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala memberikan mereka sosok dengan kecerdasan taktis yang terbukti mampu membawa Como tampil mengesankan sejak promosi ke Serie A pada 2024.
Como bahkan mampu bersaing dengan klub-klub besar Italia pada musim lalu. Mereka finis di posisi keempat, satu poin di atas AC Milan dan dua poin di atas Juventus.
Status debutan tidak lantas berarti mayoritas pemain Como minim pengalaman di Liga Champions. Nico Paz menjadi salah satu permata utama, sedangkan Martin Baturina juga layak diperhatikan karena memiliki potensi besar meski namanya belum setenar pemain lainnya.
Real Betis Kembali ke Panggung Elite

Real Betis akhirnya kembali ke Liga Champions setelah terakhir kali tampil di kompetisi tersebut pada 2005. Pertandingan terakhir mereka terjadi saat menghadapi Anderlecht dan kalah 0-1 akibat gol Vincent Kompany, jauh sebelum bek tersebut memperkuat Manchester City.
Betis mendapatkan tiket Liga Champions setelah finis di peringkat kelima La Liga musim lalu. Posisi tersebut menjadi salah satu slot tambahan berdasarkan performa kompetisi Eropa, selain slot serupa yang diberikan kepada peringkat kelima Premier League.
Pengalaman Betis di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir menjadi modal berharga. Mereka bahkan mampu mencapai final Conference League 2024, meski akhirnya kalah dari Chelsea, sementara Manuel Pellegrini masih memimpin tim sejak ditunjuk pada 2020.
Undian fase liga juga memberi Betis peluang untuk bersaing. Arsenal dan Bayern Munchen menjadi lawan berat, tetapi pertandingan melawan Lille, Porto, Feyenoord, Borussia Dortmund, Slovan Bratislava, dan Como merupakan laga yang membuat Betis setidaknya memiliki peluang untuk tampil kompetitif.
Porto Datang dengan Start Meyakinkan

Porto kembali ke Liga Champions setelah absen selama dua musim. Tiket ke kompetisi elite Eropa itu mereka dapatkan setelah menjuarai Primeira Liga musim lalu.
Awal musim Porto juga memberikan sinyal positif. Tim asuhan Francesco Farioli tersebut meraih lima kemenangan dari lima pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Portugal dan baru kebobolan satu gol.
Samu Aghehowa menjadi salah satu perhatian karena kemungkinan masih dibekap cedera. Namun, Porto sudah mendatangkan Santiago Gimenez sebagai penyerang baru dan tetap memiliki talenta seperti Gabri Veiga serta Victor Froholdt di lini tengah.
Diogo Costa juga memberikan jaminan di bawah mistar setelah bertahun-tahun tampil gemilang bersama tim nasional Portugal. Sementara itu, Farioli yang baru berusia 37 tahun dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa, sehingga performa bagus di Liga Champions dapat semakin mengangkat reputasinya.
Galatasaray Punya Duet Bintang

Galatasaray sebelumnya sudah masuk dalam daftar kandidat kuda hitam dan mampu membuktikan kapasitasnya dengan mencapai babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Mereka bahkan sempat mengalahkan Liverpool pada leg pertama sebelum akhirnya tersingkir berdasarkan agregat.
Musim ini, kekuatan Galatasaray di lini depan semakin menarik perhatian. Mereka bukan hanya mampu mempertahankan Victor Osimhen, tetapi juga mendatangkan Rafael Leao dari AC Milan.
Kehadiran Osimhen dan Leao memberikan Galatasaray dua pemain ofensif dengan kualitas kelas dunia. Keduanya juga berada dalam usia puncak karier, yakni 27 tahun, sehingga klub Turki tersebut memiliki kombinasi pengalaman dan kualitas individu yang sangat menjanjikan.
Galatasaray juga memiliki sosok berpengalaman di lini tengah melalui Ilkay Gundogan. Pengalaman Gundogan yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Manchester City bisa menjadi elemen penting ketika Galatasaray menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Roma dan Kerinduan pada Malam Liga Champions

Roma kembali ke Liga Champions setelah terakhir kali tampil pada musim 2018/2019. Dalam periode tersebut, mereka memang berhasil menjuarai Conference League dan mencapai final Europa League, tetapi atmosfer kompetisi elite Eropa tetap dirindukan publik di ibu kota Italia.
Penampilan awal Roma di Serie A musim ini memberikan alasan untuk optimistis. Setelah melalui proses adaptasi dengan taktik Gian Piero Gasperini pada musim lalu, Roma mulai menunjukkan tanda-tanda semakin memahami permainan dinamis dan intens yang diterapkan sang pelatih.
Gasperini sendiri memiliki rekam jejak kuat setelah sebelumnya mendapat banyak pujian selama menangani Atalanta. Roma kemudian membuka musim dengan kemenangan 4-0 atas Fiorentina dan Lecce, sebelum melakukan comeback untuk mengalahkan Atalanta 2-1 pada akhir pekan lalu dan mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Donyell Malen tampil impresif, bersama Paulo Dybala dan Matias Soule. Di belakangnya, Roma juga memiliki Mile Svilar yang beberapa musim terakhir tampil apik, membuat Giallorossi layak masuk radar sebagai salah satu kuda hitam Liga Champions 2026/2027.
Sumber: PlanetFootball
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Liga Champions: Porto vs Man City 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:58
-
Link Streaming Liga Champions: Real Madrid vs Inter Milan 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:56
-
Link Streaming Liga Champions: Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:52
-
Link Streaming Liga Champions: Dortmund vs Villarreal 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:48
-
Lille vs Betis: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 21:12
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Nikmati Debut Penuh Bersama Arsenal saat Tekuk Chelsea
Liga Inggris 8 September 2026, 17:21
-
AEK Athena vs LASK Linz: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 17:13
-
Prediksi Chelsea vs Leeds, 10 September 2026
Liga Inggris 8 September 2026, 17:00
-
Lautaro Martinez Tegaskan Liga Champions Bukan Obsesi Inter Milan
Liga Champions 8 September 2026, 16:46
-
Club Brugge vs Aston Villa: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 16:17
-
Prediksi Susunan Pemain Porto vs Manchester City: Haaland Jadi Andalan di Lini Depan
Liga Champions 8 September 2026, 16:11
-
Prediksi PSG vs Slovan Bratislava 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 16:00
-
Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Inter Milan: Diomande Berpeluang Jadi Starter
Liga Champions 8 September 2026, 15:36
-
Prediksi Barcelona vs Feyenoord 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51























KOMENTAR