5 'Kuda Hitam' Liga Champions 2026/2027: Como hingga Galatasaray Siap Bikin Kejutan di Eropa

5 'Kuda Hitam' Liga Champions 2026/2027: Como hingga Galatasaray Siap Bikin Kejutan di Eropa
Pelatih Como, Cesc Fabregas mengenakan jersey bertuliskan Como means Europe? setelah memastikan lolos ke turnamen Eropa musim depan usai mengalahkan Hellas Verona, 10 Mei 2026. (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP

Bola.net - Liga Champions 2026/2027 kembali bergulir dengan deretan klub elite yang memburu trofi paling bergengsi di Eropa. Di tengah dominasi tim-tim favorit, selalu ada sejumlah klub yang berpotensi muncul sebagai kuda hitam dan mengacaukan prediksi.

Paris Saint-Germain datang dengan status juara bertahan dua musim berturut-turut. Pertanyaan besarnya, mampukah PSG mencetak sejarah dengan meraih gelar ketiga secara beruntun, atau justru ada penantang yang mampu menghentikan mereka?

Arsenal juga menarik perhatian setelah musim lalu belum mampu melangkah sejauh yang diharapkan. Namun, sorotan tidak hanya tertuju kepada para favorit karena beberapa klub dengan status nonunggulan memiliki modal kuat untuk membuat kejutan.

Como menjadi salah satu nama paling menarik karena berstatus debutan, sementara Real Betis kembali ke Liga Champions setelah penantian panjang. Galatasaray, Porto, dan Roma juga memiliki alasan kuat untuk diperhitungkan ketika persaingan fase liga dimulai.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

Como, Debutan dengan Modal Besar

Para pemain Como ketika merayakan gol ke gawang Genoa pada pekan ke-34 Serie A di Stadion Luigi Ferraris (c) Dok. Como 1907

Para pemain Como ketika merayakan gol ke gawang Genoa pada pekan ke-34 Serie A di Stadion Luigi Ferraris (c) Dok. Como 1907

Di antara para debutan Liga Champions musim ini, Como menjadi salah satu klub yang paling berpotensi membuat kejutan. LASK, Sabah, dan Viking juga menjalani debut, tetapi Como dinilai memiliki modal paling meyakinkan untuk bersaing di level elite Eropa.

Kekuatan finansial yang besar telah digunakan Como secara bijak untuk membangun skuad kompetitif. Di sisi lain, keberadaan Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala memberikan mereka sosok dengan kecerdasan taktis yang terbukti mampu membawa Como tampil mengesankan sejak promosi ke Serie A pada 2024.

Como bahkan mampu bersaing dengan klub-klub besar Italia pada musim lalu. Mereka finis di posisi keempat, satu poin di atas AC Milan dan dua poin di atas Juventus.

Status debutan tidak lantas berarti mayoritas pemain Como minim pengalaman di Liga Champions. Nico Paz menjadi salah satu permata utama, sedangkan Martin Baturina juga layak diperhatikan karena memiliki potensi besar meski namanya belum setenar pemain lainnya.

2 dari 5 halaman

Real Betis Kembali ke Panggung Elite

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) mengoper bola melewati pemain Real Betis Marc Bartra dalam laga La Liga Spanyol antara Betis vs Madrid, 4 September 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) mengoper bola melewati pemain Real Betis Marc Bartra dalam laga La Liga Spanyol antara Betis vs Madrid, 4 September 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Real Betis akhirnya kembali ke Liga Champions setelah terakhir kali tampil di kompetisi tersebut pada 2005. Pertandingan terakhir mereka terjadi saat menghadapi Anderlecht dan kalah 0-1 akibat gol Vincent Kompany, jauh sebelum bek tersebut memperkuat Manchester City.

Betis mendapatkan tiket Liga Champions setelah finis di peringkat kelima La Liga musim lalu. Posisi tersebut menjadi salah satu slot tambahan berdasarkan performa kompetisi Eropa, selain slot serupa yang diberikan kepada peringkat kelima Premier League.

Pengalaman Betis di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir menjadi modal berharga. Mereka bahkan mampu mencapai final Conference League 2024, meski akhirnya kalah dari Chelsea, sementara Manuel Pellegrini masih memimpin tim sejak ditunjuk pada 2020.

Undian fase liga juga memberi Betis peluang untuk bersaing. Arsenal dan Bayern Munchen menjadi lawan berat, tetapi pertandingan melawan Lille, Porto, Feyenoord, Borussia Dortmund, Slovan Bratislava, dan Como merupakan laga yang membuat Betis setidaknya memiliki peluang untuk tampil kompetitif.

3 dari 5 halaman

Porto Datang dengan Start Meyakinkan

Para pemain Nottingham Forest (kiri) dan Porto mengheningkan cipta untuk Mircea Lucescu sebelum laga leg pertama perempat final Liga Europa antara Porto vs Nottingham Forest, 9 April 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Para pemain Nottingham Forest (kiri) dan Porto mengheningkan cipta untuk Mircea Lucescu sebelum laga leg pertama perempat final Liga Europa antara Porto vs Nottingham Forest, 9 April 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Porto kembali ke Liga Champions setelah absen selama dua musim. Tiket ke kompetisi elite Eropa itu mereka dapatkan setelah menjuarai Primeira Liga musim lalu.

Awal musim Porto juga memberikan sinyal positif. Tim asuhan Francesco Farioli tersebut meraih lima kemenangan dari lima pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Portugal dan baru kebobolan satu gol.

Samu Aghehowa menjadi salah satu perhatian karena kemungkinan masih dibekap cedera. Namun, Porto sudah mendatangkan Santiago Gimenez sebagai penyerang baru dan tetap memiliki talenta seperti Gabri Veiga serta Victor Froholdt di lini tengah.

Diogo Costa juga memberikan jaminan di bawah mistar setelah bertahun-tahun tampil gemilang bersama tim nasional Portugal. Sementara itu, Farioli yang baru berusia 37 tahun dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa, sehingga performa bagus di Liga Champions dapat semakin mengangkat reputasinya.

4 dari 5 halaman

Galatasaray Punya Duet Bintang

Selebrasi winger Portugal, Rafael Leao (17) usai mencetak gol ke gawang Uzbekistan di Piala Dunia 2026 Grup K, 24 Juni 2026. (c) AP Photo/Eric Gay

Selebrasi winger Portugal, Rafael Leao (17) usai mencetak gol ke gawang Uzbekistan di Piala Dunia 2026 Grup K, 24 Juni 2026. (c) AP Photo/Eric Gay

Galatasaray sebelumnya sudah masuk dalam daftar kandidat kuda hitam dan mampu membuktikan kapasitasnya dengan mencapai babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Mereka bahkan sempat mengalahkan Liverpool pada leg pertama sebelum akhirnya tersingkir berdasarkan agregat.

Musim ini, kekuatan Galatasaray di lini depan semakin menarik perhatian. Mereka bukan hanya mampu mempertahankan Victor Osimhen, tetapi juga mendatangkan Rafael Leao dari AC Milan.

Kehadiran Osimhen dan Leao memberikan Galatasaray dua pemain ofensif dengan kualitas kelas dunia. Keduanya juga berada dalam usia puncak karier, yakni 27 tahun, sehingga klub Turki tersebut memiliki kombinasi pengalaman dan kualitas individu yang sangat menjanjikan.

Galatasaray juga memiliki sosok berpengalaman di lini tengah melalui Ilkay Gundogan. Pengalaman Gundogan yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Manchester City bisa menjadi elemen penting ketika Galatasaray menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

5 dari 5 halaman

Roma dan Kerinduan pada Malam Liga Champions

Donyell Malen merayakan gol yang dicetaknya bersama AS Roma di Serie A 2026/2027 (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Donyell Malen merayakan gol yang dicetaknya bersama AS Roma di Serie A 2026/2027 (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Roma kembali ke Liga Champions setelah terakhir kali tampil pada musim 2018/2019. Dalam periode tersebut, mereka memang berhasil menjuarai Conference League dan mencapai final Europa League, tetapi atmosfer kompetisi elite Eropa tetap dirindukan publik di ibu kota Italia.

Penampilan awal Roma di Serie A musim ini memberikan alasan untuk optimistis. Setelah melalui proses adaptasi dengan taktik Gian Piero Gasperini pada musim lalu, Roma mulai menunjukkan tanda-tanda semakin memahami permainan dinamis dan intens yang diterapkan sang pelatih.

Gasperini sendiri memiliki rekam jejak kuat setelah sebelumnya mendapat banyak pujian selama menangani Atalanta. Roma kemudian membuka musim dengan kemenangan 4-0 atas Fiorentina dan Lecce, sebelum melakukan comeback untuk mengalahkan Atalanta 2-1 pada akhir pekan lalu dan mempertahankan posisi di puncak klasemen.

Donyell Malen tampil impresif, bersama Paulo Dybala dan Matias Soule. Di belakangnya, Roma juga memiliki Mile Svilar yang beberapa musim terakhir tampil apik, membuat Giallorossi layak masuk radar sebagai salah satu kuda hitam Liga Champions 2026/2027.

Sumber: PlanetFootball


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL