
Bola.net - Josep Guardiola punya pendekatan taktik yang brilian ketika Manchester City menang atas Bayern Munchen di babak 8 Besar Liga Champions. City tak mengejar penguasaan bola dan peran John Stones sangat krusial.
City menjamu Bayern pada leg pertama babak 8 Besar Liga Champions 2022/2023, Rabu (12/4/2023) dini hari WIB. Bermain di Stadion Etihad, City tampil perkasa dan mengalahkan tamunya dengan skor telak 3-0.
Tiga gol kemenangan Manchester City atas Bayern Munchen masing-masing diciptakan oleh Rodri, Bernardo Silva, dan Erling Haaland. Kini, satu kaki City bisa dibilang sudah berada di babak semifinal Liga Champions.
Kemenangan telak City tak lepas dari taktik Pep Guardiola yang sangat matang dan dieksekusi para pemain dengan baik. Berikut adalah lima aspek penting dalam permainan City ketika menang telak atas Bayern.
Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Melepas Penguasaan Bola

City juga bisa bermain pragmatis. Pada duel lawan Bayern, penguasaan bola City hanya 44 persen. Sedangkan, Bayern punya penguasaan bola hingga 56 persen. Jumlah umpan City juga lebih sedikit yakni 427 berbanding 558.
Namun, City bermain jauh lebih efektif dibanding Bayern. City mampu melepas 14 umpan kunci dan Bayern hanya 11 kali. City mampu melepas sembilan shots on target dan Bayern hanya empat kali.
City juga bermain lebih agresif saat kehilangan bola. City melepas 43 kali upaya tekel dan Bayern hanya melakukan 19 tekel.
Bernardo Silva Sebagai Winger

Bernardo Silva sekali lagi menunjukkan kualitasnya sebagai 'team player'. Silva bisa dimainkan untuk berbagai peran, baik untuk tugas bertahan maupun menyerang.
Jika biasanya dimainkan sebagai gelandang, kali ini Silva bermain untuk peran winger kanan. Silva melakukannya dengan sangat apik, dengan satu gol yang dibuatnya.
Namun, kontribusi Silva bukan hanya pada aspek menyerang. Pemain asal Portugal itu juga aktif membantu pertahanan dan bisa membendung Davies. Silva melepas 13 tekel, paling banyak dibanding pemain lain.
Peran Spesial John Stones

John Stones bisa dibilang sebagai 'unsung hero' bagi City. Dia mungkin tak banyak mendapat pujian layaknya Haaland atau Bernardo Silva. Namun, perannya sangat krusial.
Di atas kertas, Stones dimainkan sebagai gelandang, sejajar dengan Rodri. Akan tetapi, pada prakteknya, Stones acap kali sejajar dengan Ruben Dias. Situasi ini membuat salah satu antara Ake dan Akanji bisa melakukan overlap.
Stones juga beberapa kali menjadi pemain ekstra di lini depan. Salah satu contohnya adalah ketika membuat assist untuk Haaland. Stones tiba-tiba berada di kotak penalti lawan dan memenangkan duel.
Julian Alvarez Mengubah Laga

Pep hanya membuat satu pergantian pemain sepanjang laga. Pada menit ke-68, Pep memainkan Alvarez untuk menggantikan Kevin De Bruyne.
Posisi natural Alvarez adalah penyerang. Namun, kali ini Pep memberi peran sebagai gelandang serang untuk pemain asal Argentina. Alvarez menggantikan peran De Bruyne dan mampu mengeksekusi dengan apik.
Salah satu kontribusi terbaik Alvarez terjadi pada proses gol Haaland. Alvarez melepas crossing yang brilian untuk Stones yang kemudian meneruskan bola pada Haaland.
4 Pemain di Belakang Haaland

Pep memilih menumpuk pemain di lini tengah. Selain Stones dan Rodri yang bekerja sangat baik, ada empat pemain lain yang bekerja luar biasa pada aspek bertahan dan menyerang.
Pep memainkan Silva, De Bruyne, Gundogan, dan Grealish di lini tengah. Kecuali Grealish, mereka buka tipe pemain yang suka melakukan dribel dan bermain dengan cukup taktis.
Grealish tampil bagus di sisi kanan. Dia membuat tiga umpan kunci. Sedangkan, Gundogan acap kali masuk ke dalam kotak penalti untuk memberi dukungan pada Haaland.
Erling Haaland jadi Pembeda

Biasanya, tim racikan Tuchel selalu menjadi lawan sulit bagi City. Bahkan, di final Liga Champions 2021 lalu, City menelan kekalahan dengan skor 1-0 dari Chelsea yang dilatih Tuchel.
Namun, situasinya kini benar-benar berbeda. Tuchel tak punya pemain yang bisa menunjang formasi tiga bek untuk membendung pasukan Pep Guardiola.
Di sisi lain, Pep punya Haaland yang bisa menjadi pembeda di lini depan. Haaland memang tidak banyak terlibat dalam permainan. Namun, ketika menerima bola di dalam kotak penalti, Haaland bisa menjadi pembeda dan itu dilakukan pada duel lawan Bayern.
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Inter Milan Bisa Menang di Liga Champions, Emang Tim yang Gak Bisa Ditebak!
- Mampu Cetak Tiga Gol, Pep Tetap Anggap Pertahanan Bayern Munchen Solid!
- Babak Belur di Etihad Stadium, Tuchel Tidak Merasa Kecewa!
- Bayern Munchen Usai Dilatih Thomas Tuchel: Tersingkir dari DFB Pokal, Babak Belur di Liga Champions
- Fans Bayern Munchen yang Away ke Stadion Etihad Sindir MU: Glazer Out, Sepak Bola Milik Rakyat!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Mantan Tim, Pep: Itu Sangat Menguras Emosi!
Liga Champions 12 April 2023, 23:26
-
Kevin De Bruyne Marah ketika Diganti, tetapi Pep Guardiola Sudah Benar!
Liga Champions 12 April 2023, 11:15
-
Jadwal Liga Champions Malam Ini, Kamis 13 April 2023
Liga Champions 12 April 2023, 11:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
-
Joan Garcia Siap Jalani Debut El Clasico Sebagai Kiper Terbaik Eropa
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:57
-
Prediksi Bayern vs Wolfsburg 11 Januari 2026
Bundesliga 10 Januari 2026, 23:56
-
Prediksi Man United vs Brighton 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:51
-
Rodrygo Goes Dipastikan Fit, Siap Guncang El Clasico Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:48
-
Prediksi Fiorentina vs Milan 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 23:47
-
Prediksi Portsmouth vs Arsenal 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:41
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal Siap Hadapi El Clasico
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:33
-
5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Ole Gunnar Solskjaer dalam Wawancara Manajer Man Utd
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
























KOMENTAR