Daftar Pemain Termahal Dunia Versi CIES Football Observatory 2026: Haaland Lewat, Lamine Yamal Rajanya, Anomali Pemenang Ballon dOr!

Daftar Pemain Termahal Dunia Versi CIES Football Observatory 2026: Haaland Lewat, Lamine Yamal Rajanya, Anomali Pemenang Ballon dOr!
Selebrasi Lamine Yamal setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Barcelona vs Alaves di Camp Nou 29 November 2025 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Lamine Yamal resmi dinobatkan sebagai pemain paling berharga (most valuable player) di dunia dalam daftar CIES Football Observatory 2026.

Wonderkid Barcelona ini melihat nilai pasarnya meroket tajam dalam 12 bulan terakhir. Ia bahkan sukses mengasapi nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Kylian Mbappe.

Namun, ada anomali aneh bin ajaib dalam daftar 100 pemain termahal ini. Pemenang Ballon d'Or terbaru justru tidak masuk dalam hitungan sama sekali.

Ousmane Dembele, yang baru saja menyabet penghargaan individu tertinggi itu, secara mengejutkan terlempar dari daftar Top 100 CIES.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Yamal: Raja Baru Seharga ?343 Juta

Selebrasi siulan Lamine Yamal usai membobol gawang Villarreal, Minggu (21/12/2025) (c) AP Photo/Alberto Saiz

Selebrasi siulan Lamine Yamal usai membobol gawang Villarreal, Minggu (21/12/2025) (c) AP Photo/Alberto Saiz

Tahun ini menjadi periode tersibuk sekaligus tersukses bagi Yamal. Setelah menjuarai La Liga, perkembangannya makin pesat di bawah asuhan Hansi Flick.

Ia tak hanya menjadi jimat keberuntungan Blaugrana di lapangan, tapi juga MVP di luar lapangan lewat kanal YouTube-nya yang viral. Manajemen Barca kini bisa tersenyum lebar melihat aset berharga jebolan La Masia tersebut.

CIES Football Observatory memberikan valuasi gila-gilaan untuk pemain berusia 18 tahun ini. Yamal dibanderol dengan harga fantastis mencapai €343 juta (sekitar Rp6,7 triliun).

Angka ini membuatnya melesat jauh meninggalkan Erling Haaland yang bernilai £221 juta. Bahkan Kylian Mbappe harus puas berada di bawahnya dengan valuasi £174 juta.

2 dari 4 halaman

Nasib Ousmane Dembele

Bintang PSG, Ousmane Dembele dengan trofi Ballon dOr pada 27 September 2025 lalu. (c) Franck Fife, Pool via AP

Bintang PSG, Ousmane Dembele dengan trofi Ballon dOr pada 27 September 2025 lalu. (c) Franck Fife, Pool via AP

Satu-satunya pemain yang dianggap lebih baik dari Yamal secara prestasi individu tahun ini adalah Ousmane Dembele. Namun, bintang PSG itu justru menerima kenyataan pahit dalam valuasi pasar.

Meski berstatus pemenang Ballon d'Or dan FIFA The Best, pemain berusia 28 tahun itu gagal menembus 100 besar. Ia kalah bersaing dengan Alessandro Bastoni (Inter Milan) yang berada di peringkat 99 dengan nilai €62 juta.

Padahal, Dembele baru saja menutup tahun 2025 dengan gemilang. Ia menyapu bersih gelar Ligue 1, Liga Champions, Piala Prancis, hingga Piala Super Prancis.

Absennya Dembele disinyalir karena faktor cedera kambuhan yang menghantuinya. Musim ini, ia baru tampil 15 kali dan rumor kepindahannya ke Arsenal mulai santer terdengar.

3 dari 4 halaman

Dominasi Darah Muda

Winger Bayern Munchen, Michael Olise melakukan pemanasan jelang laga melawan Sporting Lisbon di Liga Champions, 10 Desember 2025. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Winger Bayern Munchen, Michael Olise melakukan pemanasan jelang laga melawan Sporting Lisbon di Liga Champions, 10 Desember 2025. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Daftar CIES kali ini memang didominasi oleh talenta-talenta segar. Selain Yamal, posisi lima besar dihuni oleh Michael Olise dari Bayern Munchen.

Nama-nama seperti Florian Wirtz, Joao Neves, Arda Guler, hingga Pedri juga mengamankan tempat di 10 besar. Franco Mastantuono dari Real Madrid menjadi pemain termuda dalam daftar (18 tahun 3 bulan).

Sementara itu, Raphinha menjadi pemain tertua dalam daftar tersebut di usia 29 tahun. Ini mengindikasikan bahwa performa dan potensi jangka panjang menjadi indikator utama CIES, bukan sekadar trofi Ballon d'Or semata.

Mungkin saja, di usia 27 tahun dan riwayat cedera panjang, Dembele dianggap sudah melewati masa puncaknya meski baru saja meraih bola emas.

4 dari 4 halaman

Yamal Ogah Jadi 'The Next Messi'

Di sisi lain, Lamine Yamal terus dibanding-bandingkan dengan dua alien sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun, ia punya pandangan tegas soal hal ini.

Yamal menegaskan ingin mengukir sejarahnya sendiri. Ia menolak dibebani ekspektasi untuk menjadi titisan Messi di Camp Nou.

"Saya menghormatinya atas apa yang telah dia lakukan dan siapa dia bagi sepak bola. Bagi saya, dia yang terbaik dalam sejarah," ujar Yamal.

"Tapi saya tidak ingin menjadi Messi, dan Messi pun tidak ingin saya menjadi dirinya. Sepak bola saya adalah tentang kesenangan," tegasnya.

Ia juga memiliki pandangan serupa terkait Cristiano Ronaldo. Baginya, setiap legenda besar menjadi hebat karena menjadi diri sendiri.

"Pemain seperti Cristiano Ronaldo melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka ingin menjadi diri mereka sendiri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Saya ingin membangun jalan saya sendiri," pungkas Yamal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL