
Bola.net - Langkah Arsenal menuju final Liga Champions musim ini tidak datang dengan mudah. Mereka harus melewati laga berat melawan Atletico Madrid yang menguras tenaga dan fokus. Mikel Arteta pun mengakui betapa rumitnya menghadapi pendekatan taktis lawan.
Meski menang tipis 1-0 di Emirates Stadium, Rabu 96/5/2026) pada leg kedua semifinal Liga Champions, jalannya pertandingan jauh dari kata nyaman. Arsenal dipaksa bertahan disiplin demi menjaga agregat 2-1 hingga laga berakhir.
Arteta menunjukkan rasa hormat tinggi terhadap organisasi permainan Atletico. Ia menilai tim asuhan Diego Simeone memiliki mental kuat saat tampil di level tertinggi Eropa.
Kemenangan ini memastikan Arsenal melaju ke final yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei. Pengalaman menghadapi taktik rapat khas Atletico menjadi bekal penting bagi skuad London Utara.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Memuji Atletico Madrid

Arteta menegaskan bahwa semifinal Liga Champions tidak memberi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Ia melihat semua tim di fase ini memiliki kualitas yang merata, baik secara individu maupun kolektif.
Menurutnya, Atletico Madrid menjadi ujian nyata bagi kematangan mental pemain muda Arsenal musim ini. Sepanjang pertandingan, tim Spanyol itu terus memberikan tekanan yang konsisten.
"Kami tahu betapa sulit dan menantangnya setiap lawan di level ini. Atletico adalah tim yang luar biasa," puji Mikel Arteta saat sesi wawancara usai laga.
"Cara mereka bersaing, solusi yang mereka miliki, jawaban yang mereka miliki untuk semua yang coba Anda lakukan terhadap mereka secara instan. Itu luar biasa," tegasnya mengenai kekuatan sang lawan.
Margin Tipis Penentu Kemenangan

Duel taktik antara Arteta dan Simeone sudah terasa ketat sejak leg pertama di Madrid. Keduanya saling mencari celah untuk mengamankan tiket ke final.
Arsenal akhirnya menemukan momen krusial lewat aksi Bukayo Saka menjelang turun minum di Emirates. Gol itu menjadi satu-satunya celah yang gagal ditutup rapat oleh lini belakang Atletico.
"Itulah alasan mengapa mereka selalu berada di sana (papan atas). Mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana," tambah Arteta mengenai konsistensi rivalnya tersebut.
"Margin keunggulannya sangat tipis dan malam ini hal tersebut berpihak kepada kami," ungkap sang manajer dengan nada lega.
Malam Bersejarah di Emirates Stadium
Selain memuji lawan, Arteta juga menyoroti peran atmosfer stadion. Dukungan suporter membantu pemain tetap fokus saat mulai frustrasi menembus pertahanan lawan.
Keberhasilan menyingkirkan Atletico memberi dorongan kepercayaan diri besar bagi skuad Arsenal. Ini menjadi kali kedua dalam sejarah klub mereka mencapai final Liga Champions.
"Kami tahu betapa berartinya ini bagi semua orang. Kami mempertaruhkan segalanya, para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Arteta.
"Setelah 20 tahun dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," pungkasnya.
Kini Arsenal bersiap menghadapi ujian terakhir, antara Bayern Munchen atau PSG. Dengan pengalaman melewati laga seberat ini, mereka percaya diri menatap peluang mencetak sejarah baru di Budapest.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR