Barcelona Pede Comeback Lawan Atletico, Begini Kata-Kata Hansi Flick

Barcelona Pede Comeback Lawan Atletico, Begini Kata-Kata Hansi Flick
Pelatih Barcelona Hansi Flick (kiri), Jules Kounde, dan Lamine Yamal pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid, 8 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona mengirim pesan tegas usai kemenangan 4-1 atas Espanyol dalam lanjutan La Liga 2025/2026. Hasil itu bukan hanya memperlebar jarak di puncak klasemen, tetapi juga membangun momentum jelang laga krusial di Liga Champions.

Tim asuhan Hansi Flick kini unggul sembilan poin dari Real Madrid yang ditangani Alvaro Arbeloa. Dengan tujuh laga tersisa, gelar domestik praktis sudah dalam genggaman.

Namun, euforia itu tidak berlangsung lama. Fokus Barcelona langsung beralih ke satu misi besar, yaitu membalikkan defisit 2-0 saat menghadapi Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Keyakinan Ruang Ganti: Comeback Itu Nyata

Reaksi kecewa Lamine Yamal usai Barcelona kalah 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026 di Camp Nou. (c) AP Photo/Joan Monfort

Reaksi kecewa Lamine Yamal usai Barcelona kalah 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026 di Camp Nou. (c) AP Photo/Joan Monfort

Di balik layar, optimisme tumbuh kuat di ruang ganti Barcelona. Sumber internal klub menyebut para pemain yakin bisa membalikkan keadaan melawan tim asuhan Diego Simeone.

Motivasi mereka berlipat. Atletico sebelumnya sudah menyingkirkan Barcelona di semifinal Copa del Rey. Kekalahan kedua dari lawan yang sama akan menjadi pukulan telak bagi musim mereka.

Flick sendiri tidak menutup-nutupi prioritas timnya. Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Espanyol, ia menegaskan bahwa Liga Champions adalah target utama.

“Liga memang penting karena membawa kami ke Liga Champions, tetapi mimpi semua orang, pelatih, pemain, dan fans, adalah memenangkannya ,” kata Flick.

Ia juga menambahkan bahwa intensitas tim terlihat lebih tinggi setiap bermain di kompetisi Eropa.

2 dari 3 halaman

Rotasi, Kondisi Skuad, dan Teka-Teki Lini Tengah

Lamine Yamal berebut bola dengan Koke dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Lamine Yamal berebut bola dengan Koke dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Flick melakukan rotasi terbatas saat menghadapi Espanyol. Nama-nama seperti Robert Lewandowski, Dani Olmo, dan Joao Cancelo diistirahatkan demi menjaga kebugaran.

Meski begitu, tidak semua berjalan mulus. Gerard Martin sempat mengalami masalah pergelangan kaki, meski belakangan dipastikan hanya cedera ringan dan siap tampil.

Situasi lini belakang juga dipengaruhi absennya Pau Cubarsi yang terkena suspensi. Ini membuat opsi pertahanan menjadi lebih terbatas untuk laga di Madrid.

Di lini tengah, kondisi Frenkie de Jong menjadi sorotan. Ia sudah kembali dari cedera hamstring dan sempat tampil singkat. Sementara Marc Bernal juga mulai pulih, meski masih dalam pemantauan.

Komposisi lini tengah akan menjadi salah satu faktor penentu apakah Barcelona mampu mengontrol permainan di leg kedua nanti.

3 dari 3 halaman

Kebangkitan Ferran Torres dan Peran Kunci Yamal

Satu pelajaran penting dari kemenangan atas Espanyol adalah peran mental dalam performa pemain. Ferran Torres akhirnya mengakhiri puasa gol selama dua setengah bulan.

Gol pertamanya lahir dari sundulan memanfaatkan umpan sepak pojok Lamine Yamal. Tak lama berselang, ia mencetak gol kedua lewat penyelesaian halus yang mengecoh kiper Marko Dmitrovic.

Performa ini membuka kemungkinan baru di lini depan. Meski Lewandowski diprediksi tetap menjadi starter, Torres kini berpeluang mendapat peran lebih besar.

Di sisi lain, Yamal kembali menunjukkan kualitasnya sebagai motor serangan. Di usia 18 tahun, ia menjadi figur sentral dalam permainan ofensif Barcelona.

Sementara itu, Pedri dinilai belum mencapai performa terbaiknya, meski tetap menjadi bagian penting dalam struktur tim.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL