
Bola.net - Como vs Leipzig akan menjadi salah satu laga menarik pada Matchday 1 Liga Champions 2026-27. Pertandingan fase liga UEFA Champions League (UCL) ini berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Jumat, 11 September 2026 pukul 02.00 WIB.
Laga ini juga menjadi momen bersejarah bagi Como karena mereka akan menjalani pertandingan Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Di sisi lain, RB Leipzig datang dengan pengalaman jauh lebih banyak setelah tampil di Liga Champions sebanyak tujuh kali sebelumnya.
Perbedaan pengalaman tersebut membuat Como dan Leipzig membawa catatan yang kontras. Como hadir sebagai pendatang baru dengan pencapaian domestik terbaik, sedangkan Leipzig berusaha bangkit dari periode sulit di kompetisi Eropa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Como Jalani Debut Eropa
Como menjadi klub Italia ke-12 yang tampil di Liga Champions. Mereka juga merupakan satu dari empat debutan pada fase liga musim ini bersama LASK, Sabah, dan Viking.
Menariknya, Como menjadi satu-satunya dari empat debutan tersebut yang lolos otomatis ke fase liga. Pencapaian itu tidak terlepas dari posisi keempat di Serie A 2025/26, yang juga menjadi finis tertinggi dalam sejarah klub.
Perjalanan Como menuju Liga Champions terasa semakin luar biasa jika melihat masa lalu mereka. Pada musim 2018/19, Como masih bermain di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.
Leipzig Punya Pengalaman Lebih Banyak
Leipzig akan menjalani partisipasi Liga Champions kedelapan sejak pertama kali tampil pada 2017/18. Mereka menjadi klub pertama yang langsung melakukan debut kompetisi UEFA di fase grup pada era tersebut.
Namun, Leipzig tidak memiliki catatan terbaru yang meyakinkan di Liga Champions. Pada penampilan terakhir mereka di fase liga 2024/25, Leipzig hanya meraih satu kemenangan dan menelan tujuh kekalahan hingga finis di posisi ke-32.
Musim lalu juga menjadi pertama kalinya Leipzig tidak tampil di kompetisi UEFA sejak debut mereka pada 2017. Selain itu, mereka hanya memenangkan satu dari 10 pertandingan terakhir di Liga Champions, dengan satu hasil imbang dan delapan kekalahan.
Catatan Pertahanan Jadi Perhatian Leipzig
Rekor Leipzig menghadapi klub Italia secara keseluruhan adalah dua kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan. Saat bermain tandang melawan tim Italia, mereka memiliki dua kemenangan dan satu kekalahan, dengan kekalahan terakhir terjadi saat takluk 0-1 dari Inter pada Matchday 5 Liga Champions 2024/25.
Masalah Leipzig tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan. Mereka juga gagal mencatatkan clean sheet dalam 18 pertandingan kompetisi UEFA terakhir.
Sebaliknya, Como memiliki modal pertahanan yang kuat dari musim Serie A lalu. Tim asuhan Cesc Fabregas hanya kebobolan 29 gol sepanjang musim 2025/26, jumlah paling sedikit di kasta tertinggi Italia.
Fabregas sendiri memiliki pengalaman besar di Liga Champions meski Como baru akan mencicipinya. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu telah mencatatkan 104 penampilan di kompetisi tersebut.
Menariknya, hanya satu dari 78 pertandingan Eropa Leipzig yang berakhir tanpa gol. Hasil 0-0 tersebut terjadi ketika mereka menghadapi Zorya Luhansk pada babak play-off Liga Europa pada Agustus 2018 sehingga laga Como vs Leipzig berpotensi menghadirkan pertandingan dengan banyak peluang.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Manchester United vs Sabah 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:43
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Como vs Leipzig 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:33
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Slavia Praha vs Lens 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:28
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Bayern vs Bodo/Glimt 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:16
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:35
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR