Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico

Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Pemain Barcelona Lamine Yamal (kanan) ditekel pemain Real Madrid Ibrahima Konate dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona mengambil langkah disipliner setelah sejumlah insiden terjadi dalam pertandingan El Clasico melawan Real Madrid. Klub asal Catalunya tersebut memutuskan menangguhkan sementara operasional Gol 1957, kelompok suporter terorganisasi yang dikenal aktif memberikan dukungan di stadion.

Keputusan itu berlaku untuk pertandingan La Liga melawan Deportivo Alaves di Spotify Camp Nou pada akhir pekan ini. Langkah tersebut diambil setelah sejumlah pelanggaran yang melibatkan suporter Barcelona masuk dalam laporan otoritas kompetisi.

Penangguhan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hansi Flick. Barcelona sedang berusaha bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun dari PSG dan Real Madrid. Mereka tentu membutuhkan dukungan penuh suporter untuk kembali ke jalur kemenangan.

Intip ketatnya persaingan La Liga Spanyol melalui klasemen La Liga Spanyol di sini.

1 dari 4 halaman

Barcelona Ambil Tindakan Setelah Insiden El Clasico

Barcelona mengonfirmasi keputusan tersebut melalui pernyataan resmi klub. Manajemen menangguhkan aktivitas Gol 1957 untuk pertandingan melawan Alaves sebagai tindak lanjut dari sejumlah proses disipliner terkait perilaku suporter.

La Liga mencatat 17 insiden selama pertandingan El Clasico. Sebanyak 10 di antaranya melibatkan pendukung Barcelona, termasuk nyanyian bernada ofensif yang ditujukan kepada Marc Cucurella dan Jose Mourinho.

Selain itu, sejumlah benda dilemparkan ke lapangan ketika pemain Real Madrid merayakan kemenangan. Salah satu anggota Gol 1957 juga teridentifikasi dalam insiden pelemparan bendera yang mengenai Eduardo Camavinga.

2 dari 4 halaman

Ancaman Sanksi Jadi Pertimbangan Klub

Manajemen Barcelona menilai rangkaian pelanggaran tersebut berpotensi membawa konsekuensi serius bagi klub. Proses disipliner yang terus berulang dapat berujung pada sanksi finansial hingga kemungkinan penutupan stadion.

Oleh karena itu, klub memilih mengambil tindakan sebelum situasi semakin memburuk. Penangguhan operasional Gol 1957 menjadi langkah sementara untuk mengevaluasi perilaku kelompok suporter tersebut.

Barcelona juga berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan berbagai kelompok yang tergabung dalam Gol 1957. Pertemuan itu bertujuan menetapkan komitmen dan aturan perilaku yang harus dipatuhi agar insiden serupa tidak terulang.

3 dari 4 halaman

Barcelona Berharap Gol 1957 Kembali Saat Hadapi Aston Villa

Penangguhan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penutupan permanen tribune suporter terorganisasi. Barcelona justru berharap Gol 1957 dapat kembali beroperasi ketika menghadapi Aston Villa dalam pertandingan Liga Champions pada Selasa mendatang.

Namun, kembalinya kelompok suporter itu bergantung pada hasil pembicaraan dengan manajemen klub. Barcelona membutuhkan jaminan yang memadai mengenai perilaku para anggota sebelum mengizinkan aktivitas mereka kembali seperti biasa.

Absennya Gol 1957 tentu mengurangi atmosfer dukungan di stadion ketika Barcelona menjamu Alaves. Meski demikian, klub menilai penegakan disiplin harus menjadi prioritas agar masalah serupa tidak berkembang menjadi sanksi yang lebih berat.

Kini, perhatian tertuju pada hasil pertemuan antara manajemen dan perwakilan suporter. Jika kesepakatan tercapai, Gol 1957 berpeluang kembali memberikan dukungan langsung saat Barcelona menjamu Aston Villa.

Sumber: Barca Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL