Cristian Chivu Akui Rekor Buruk Inter Milan di Liga Champions Mengkhawatirkan

Cristian Chivu Akui Rekor Buruk Inter Milan di Liga Champions Mengkhawatirkan
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberikan instruksi dalam pertandingan Liga Champions melawan Club Brugge, Rabu (14/10/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Cristian Chivu mengakui Inter Milan menghadapi persoalan serius setelah kembali menelan kekalahan di Liga Champions 2026/2027. Nerazzurri takluk 3-4 dari Club Brugge pada matchday kedua di Stadio Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung sengit dengan tujuh gol tercipta sepanjang laga. Inter sempat berusaha mengejar ketertinggalan melalui dua gol Lautaro Martinez dan satu gol Ange-Yoan Bonny, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Hasil ini memperburuk posisi Inter setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Real Madrid pada laga pembuka. Mereka kini menelan kekalahan dalam dua pertandingan pertama fase liga, sehingga peluang untuk melaju langsung ke babak gugur semakin berat.

Chivu menilai timnya kehilangan kendali setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang pada awal babak kedua. Pelatih asal Rumania itu juga mengakui bahwa persoalan Inter bukan hanya menyangkut aspek taktik, melainkan juga kesiapan mental ketika menghadapi pertandingan Liga Champions.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Chivu Jelaskan Kesalahan Inter saat Kebobolan dari Club Brugge

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) berebut bola dengan pemain Club Brugge Cisse Sandra dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (14/10/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) berebut bola dengan pemain Club Brugge Cisse Sandra dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (14/10/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Chivu menilai Inter sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Kedua tim tampil dengan intensitas tinggi, tetapi kesalahan dalam mengantisipasi serangan balik setelah sepak pojok membuat tuan rumah kebobolan.

Inter sempat menyamakan kedudukan sebelum turun minum dan kembali mendapatkan peluang setelah jeda. Namun, kegagalan memaksimalkan kesempatan tersebut membuat para pemain terburu-buru, kehilangan keseimbangan, dan kesulitan menjalankan rencana permainan.

"Itu merupakan babak pertama yang bagus dari kedua tim dengan intensitas tinggi. Namun, kami kebobolan melalui serangan balik dari sepak pojok kami sendiri, padahal seharusnya kami bisa lebih terorganisasi," kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

"Kami berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda dan memulai babak kedua dengan baik. Kami memiliki dua peluang besar untuk mencetak gol, tetapi gagal memanfaatkannya. Setelah itu, rasa frustrasi muncul, kami bermain terburu-buru, kehilangan keseimbangan, dan setelah skor menjadi 1-2, semuanya berjalan buruk," lanjut Chivu.

"Kami tidak cukup tenang untuk mempertahankan rencana permainan. Club Brugge juga layak mendapatkan pujian atas kualitas teknik, intensitas, dan determinasi mereka yang benar-benar menyulitkan kami," tegasnya.

2 dari 4 halaman

Chivu Khawatir dengan Catatan Kebobolan Inter Milan

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberikan instruksi dalam pertandingan melawan Udinese, Selasa (15/9/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberikan instruksi dalam pertandingan melawan Udinese, Selasa (15/9/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Masalah Inter tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan melawan Club Brugge. Meski mampu mencetak tiga gol, mereka sudah kebobolan 14 kali dalam delapan pertandingan di seluruh kompetisi musim ini, termasuk Serie A dan Liga Champions.

Chivu mengakui catatan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Ia ingin timnya memperbaiki keseimbangan permainan, meningkatkan kualitas duel, mengantisipasi bola kedua, dan menjaga organisasi pertahanan agar tidak mudah kehilangan kendali.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa situasi ini tidak mengkhawatirkan. Jelas ada sejumlah hal yang harus kami evaluasi kembali. Memperbaiki keadaan di Liga Champions memang lebih sulit karena kualitas lawan yang dihadapi, tetapi kami harus fokus pada keseimbangan, duel, bola kedua, dan menjaga bentuk permainan," ujar Chivu.

3 dari 4 halaman

Inter Harus Berbenah secara Taktik dan Mental

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu dalam pertandingan Serie A melawan Cagliari, Senin (31/8/2026). (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu dalam pertandingan Serie A melawan Cagliari, Senin (31/8/2026). (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Kekalahan dari Club Brugge memperpanjang catatan buruk Inter di Liga Champions. Mereka kini kalah dalam empat pertandingan berturut-turut di kompetisi tersebut, termasuk dua kekalahan pada babak play-off melawan Bodo/Glimt musim lalu, serta menelan kekalahan dalam tujuh dari delapan laga terakhir.

Chivu menyadari timnya perlu mengubah pendekatan ketika mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Eropa. Ia juga bersedia mengambil tanggung jawab atas masalah keseimbangan permainan yang belum berhasil diatasi, sembari meminta para pemain mempertahankan keyakinan karena masih ada enam pertandingan tersisa.

"Kami sangat menyadari apa yang tidak berjalan dengan baik di Liga Champions dan akan berusaha mengubah persiapan mental kami. Saya harus menjadi orang pertama yang bertanggung jawab karena mungkin saya belum mampu menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi jenis pertandingan tertentu," kata Chivu.

"Kami juga harus tetap percaya karena masih ada enam pertandingan tersisa. Dua kekalahan ini memang merusak harapan kami di Liga Champions, terutama setelah cara kami mengakhiri musim lalu di kompetisi ini," lanjutnya.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dari sisi taktik, dan saya bertanggung jawab atas hal itu. Secara mental, kami juga harus menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan ini," pungkas Chivu.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen Liga Champions


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL