
Bola.net - Chelsea memang menang tipis 1-0 atas Pafos FC di Stamford Bridge, tetapi hasil itu belum cukup untuk menenangkan perjalanan mereka di Liga Champions.
Kemenangan tersebut membuat peluang Chelsea finis di delapan besar klasemen fase liga masih terbuka, tapi segalanya harus ditentukan pada laga terakhir pekan depan. Rintangan yang menanti bukan sembarang lawan, melainkan Napoli di kandangnya sendiri.
Pertandingan mendatang bukan sekadar perebutan tiket ke babak gugur. Ada sejarah, ada tokoh-tokoh lama, dan ada tekanan besar yang membuat duel di Naples terasa jauh lebih panas dari sekadar angka di papan klasemen.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Situasi Klasemen yang Menekan Kedua Tim

Chelsea akan menantang Napoli dengan posisi rapuh. Mereka berada di peringkat kedelapan dengan 13 poin, angka yang juga dimiliki tujuh tim lain dari PSG hingga Atalanta.
Catatan kandang Chelsea di fase liga terbilang sempurna, tetapi performa tandang justru menjadi masalah. Dari tiga laga tandang, mereka hanya mengumpulkan satu poin, hasil imbang 2-2 yang mengecewakan melawan Qarabag.
Di sisi lain, Napoli berada dalam situasi yang tak kalah genting. Juara bertahan Serie A itu terperosok di peringkat ke-25 dan setidaknya membutuhkan satu poin melawan Chelsea untuk memastikan tempat di play-off Februari, sekaligus menghindari eliminasi dini dari Liga Champions.
Sejarah Lama Chelsea dan Napoli yang Tak Terlupakan

Chelsea dan Napoli jarang bertemu, tetapi satu pertemuan di masa lalu meninggalkan jejak yang dalam. Pada Februari 2012, Chelsea bertandang ke Stadio Diego Armando Maradona, yang saat itu masih bernama San Paolo, dan tumbang 1-3 pada leg pertama babak 16 besar.
Di bawah arahan Andre Villas-Boas, Chelsea nyaris kebobolan lebih banyak jika bukan karena sapuan krusial Ashley Cole di garis gawang. Kekalahan itu tampak seperti awal akhir perjalanan mereka di kompetisi tersebut.
Namun cerita berbalik dramatis. Tiga pekan kemudian, Chelsea yang sudah ditangani Roberto Di Matteo menang 4-1 di leg kedua dan melaju hingga akhirnya mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Dengan taruhan besar bagi Napoli kali ini, atmosfer di Naples diperkirakan akan lebih mengintimidasi dibanding hampir 14 tahun lalu.
Antonio Conte dan Dendam yang Tak Pernah Sepenuhnya Padam

Antonio Conte bukan sekadar pelatih Napoli dalam cerita ini. Ia adalah sosok yang membawa Chelsea menjuarai Premier League 2017 dan Piala FA setahun setelahnya, sebelum hubungannya dengan klub berakhir pahit.
Pelatih asal Italia itu sempat menggugat Chelsea atas pemecatan tidak sah, sebuah konflik yang terjadi di era kepemilikan Roman Abramovich. Meski rezim di Stamford Bridge kini telah berganti, sulit membayangkan Conte datang ke laga ini tanpa motivasi ekstra.
Dengan tekanan besar di pundak Napoli untuk bertahan di Liga Champions, peran Conte menjadi semakin sentral. Laga ini bisa menjadi panggung pembuktian, bukan hanya bagi timnya, tetapi juga bagi dirinya sendiri menghadapi salah satu klub yang pernah ia bawa ke puncak.
Lukaku, Luka Lama, dan Hubungan yang Retak
Nama Romelu Lukaku kembali mengaitkan dua klub ini dengan emosi yang belum sepenuhnya reda. Striker Belgia itu baru pulih dari cedera paha yang membuatnya absen sepanjang musim bersama Napoli dan sempat duduk di bangku cadangan saat hasil imbang 1-1 melawan Copenhagen.
Bagi Chelsea, Lukaku dikenang sebagai salah satu rekrutan paling mengecewakan. Ia gagal mencetak gol dalam 15 penampilan pada periode pertamanya, lalu kembali pada 2021 dengan status rekor transfer klub, namun hanya menghasilkan 15 gol dari 44 laga.
Yang paling melukai bukan sekadar performa, melainkan wawancara tanpa izin dengan Sky Italia pada musim 2021/22, di mana Lukaku mengkritik pendekatan taktik Thomas Tuchel dan mengaku ingin kembali ke Inter.
Hubungan itu tak pernah benar-benar pulih hingga akhirnya Chelsea menjualnya ke Napoli pada Agustus 2024 dengan nilai awal 30 juta euro.
Lukaku sendiri mengungkapkan kekecewaannya pada Maret tahun lalu kepada Corriere dello Sport. Ia menilai klub telah memperlakukannya secara tidak adil, dari dipisahkan dari tim utama hingga tekanan yang menurutnya sengaja dibiarkan berlarut-larut.
Posisi Sulit The Blues
Chelsea sadar mereka berada dalam posisi sulit. Bahkan kemenangan di Naples belum tentu menjamin tempat di delapan besar, mengingat selisih gol bisa menjadi penentu akhir.
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mencoba meredam tekanan. “Klub ini tidak pernah gentar menghadapi pertandingan apa pun,” kata Rosenior.
Klasemen Liga Champions 2025/2026
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Kebiasaan Nyentrik Hugo Ekitike: Hobi Gonta-ganti Gaya Rambut di Liverpool
- Juventus Memang Sempat Kesulitan Menghadapi Benfica
- Marseille vs Liverpool, Steven Gerrard Kirim Pesan Tegas ke Arne Slot: Ada 1 Hal yang Harus Dihentikan
- Juventus di Hati Kenan Yildiz, Ikatan Kuat dengan Pelatih dan Suporter
- Direktur Juventus Mendarat di Istanbul untuk Negosiasi Transfer Striker Fenerbahce
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eden Hazard Ganti Lapangan Hijau dengan Kebun Anggur, Resmi Terjun ke Dunia Wine
Bolatainment 23 Januari 2026, 15:15
-
Hati-Hati Chelsea, Cole Palmer Bisa Tiba-Tiba Minta Cabut
Liga Inggris 23 Januari 2026, 13:09
-
Cole Palmer ke Manchester United? Isu 'Kangen Rumah' Buka Peluang Transfer
Liga Inggris 23 Januari 2026, 09:42
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 09:01
LATEST UPDATE
-
Jadwal Siaran Langsung Pertandingan UFC 324 di Vidio Akhir Pekan Ini
Olahraga Lain-Lain 23 Januari 2026, 15:46
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bhayangkara 24 Januari 2026
Bola Indonesia 23 Januari 2026, 15:41
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Semen Padang 24 Januari 2026
Bola Indonesia 23 Januari 2026, 15:34
-
Jangan Lewatkan, Live Streaming Prime Kumite Championship 3 di Vidio
Olahraga Lain-Lain 23 Januari 2026, 15:21
-
Eden Hazard Ganti Lapangan Hijau dengan Kebun Anggur, Resmi Terjun ke Dunia Wine
Bolatainment 23 Januari 2026, 15:15
-
Jose Mourinho Tegaskan Ambisi Benfica Jelang Laga Penentu vs Real Madrid
Liga Champions 23 Januari 2026, 15:02
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs PSM 24 Januari 2026
Bola Indonesia 23 Januari 2026, 14:46
-
Liverpool dan Timnas Prancis Berduka, Ayah Ibrahima Konate Meninggal Dunia
Bolatainment 23 Januari 2026, 13:55
-
Virgil van Dijk Bela Arne Slot Usai Pertanyaan 'Tak Sopan' soal Xabi Alonso
Liga Inggris 23 Januari 2026, 13:33
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
























KOMENTAR