
Bola.net - Manchester City baru saja menelan pil pahit setelah dihajar Real Madrid dengan skor telak 3-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Hasil di Santiago Bernabeu ini terasa menyakitkan mengingat Manchester City datang dengan status tim unggulan sebelum laga dimulai.
Hattrick dari Federico Valverde di babak pertama menjadi pembeda sekaligus mimpi buruk bagi lini pertahanan skuad asuhan Pep Guardiola.
Kekalahan ini sejatinya bisa lebih dramatis jika Gianluigi Donnarumma tidak menggagalkan eksekusi penalti Vinicius Junior di babak kedua. Kini The Citizens menghadapi jalan terjal untuk lolos ke perempat final Liga Champions.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Pembelaan Taktik vs Madrid

Pep Guardiola kini menjadi sorotan tajam lantaran keputusannya melakukan perombakan ekstrem pada susunan pemain starter di laga krusial ini.
Sang manajer memilih memasang tiga pemain sayap sekaligus dan menarik Nico O’Reilly dari posisi aslinya di lini tengah menjadi bek kiri.
Meski dihujani kritik, Guardiola bersikeras bahwa pilihan pemainnya bukan menjadi penyebab utama kekalahan memalukan tersebut dari raksasa Spanyol.
"Tidak, tidak banyak yang berubah. Perubahan lebih banyak terjadi saat melawan Newcastle," ujar Pep Guardiola.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar pemain yang diturunkan kali ini adalah mereka yang rutin menghuni skuad inti pada laga-laga sebelumnya.
Perjudian Posisi Nico OReilly

Keputusan Guardiola menempatkan Nico O'Reilly di posisi bek kiri memicu perdebatan panas karena pemain muda tersebut terlihat kewalahan.
Selain itu, dicadangkannya Matheus Nunes dianggap sebagai blunder taktik yang membuat lini tengah City kehilangan kendali permainan.
Pep berdalih bahwa ia ingin timnya tampil agresif dalam situasi satu lawan satu, terutama melalui pergerakan Jeremy Doku di sisi sayap.
"Saya ingin tampil agresif dari sisi luar, dalam situasi satu lawan satu, terutama melalui Jeremy yang tampil luar biasa," kata Guardiola.
Namun, ia mengakui bahwa strategi tersebut tidak berjalan mulus di area lain sehingga pertahanan timnya mudah ditembus.
"Dari sisi kanan, kami sedikit lebih kesulitan," lanjut manajer berkebangsaan Spanyol tersebut.
Guardiola kemudian memberikan penjelasan spesifik mengenai penempatan O'Reilly yang dianggap banyak pihak sebagai eksperimen gagal.
"Dengar, berapa kali Nico O’Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?" cetus Guardiola membela diri.
Ia menjelaskan bahwa satu-satunya penyesuaian besar adalah memasang Khusanov untuk meredam pergerakan eksplosif Vinicius Junior di area tersebut.
"Satu-satunya penyesuaian adalah Khusanov karena Vinicius bergerak di area itu, dan kami menginginkan pemain yang tidak terlalu banyak berpikir untuk menyerang," tambahnya.
Misi Mustahil di Etihad
Kini Manchester City menghadapi tantangan maha berat untuk membalikkan defisit tiga gol saat menjamu Real Madrid pada leg kedua mendatang.
Jarak waktu yang kurang dari satu minggu membuat Guardiola harus segera membenahi mentalitas anak asuhnya yang sedang terpuruk.
Saat ditanya mengenai peluang timnya untuk melakukan comeback dramatis di kandang sendiri, Pep memberikan jawaban yang terdengar kurang meyakinkan.
"Saat ini, tidak banyak. Tentu saja, kami akan mencoba," pungkas Guardiola.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester City Kalah Telak Karena Pep Guardiola Terlalu Pede Menang
Liga Champions 12 Maret 2026, 09:32
-
Cara Keren Real Madrid Menjawab Skeptisisme: Bantai Manchester City 3-0
Liga Champions 12 Maret 2026, 09:07
LATEST UPDATE
-
Petaka Wakil Inggris di Liga Champions: 6 Klub Gagal Menang, 3 Dibantai
Liga Champions 12 Maret 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41

















KOMENTAR