Jose Mourinho Ungkap Momen Krusial saat Real Madrid Membalikkan Keadaan atas AS Roma

Jose Mourinho Ungkap Momen Krusial saat Real Madrid Membalikkan Keadaan atas AS Roma
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho memberikan isyarat dalam pertandingan Liga Champions melawan AS Roma, Kamis (15/10/2026). (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Bola.net - Jose Mourinho memuji daya juang Real Madrid setelah timnya membalikkan keadaan dan mengalahkan AS Roma dengan skor 4-3 pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027. Bermain di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB, Los Blancos memastikan kemenangan lewat gol Antonio Rudiger pada masa tambahan waktu.

Real Madrid sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 1-3 menjelang satu jam pertandingan. Namun, mereka bangkit pada fase akhir laga melalui gol Carlos Espi pada menit ke-83, disusul gol penyama kedudukan dari Endrick beberapa saat kemudian.

Kebangkitan tersebut berlanjut ketika Rudiger menyambut sepak pojok dari sisi kanan dan mencetak gol dari jarak dekat. Gol pada masa tambahan waktu itu memastikan Madrid membawa pulang tiga poin sekaligus menghindari kekalahan ketiga mereka musim ini.

Pertandingan tersebut juga menjadi momen kepulangan Mourinho ke ibu kota Italia setelah membawa AS Roma menjuarai UEFA Conference League pada 2022. Suporter tuan rumah menyambutnya dengan koreografi besar sebelum laga, meski tim yang pernah dilatihnya itu akhirnya harus menerima kekalahan menyakitkan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Mourinho Sebut Roma Kehilangan Tenaga pada Akhir Laga

Mourinho menilai Real Madrid mampu memanfaatkan penurunan intensitas permainan AS Roma pada fase akhir pertandingan. Menurutnya, keunggulan 3-1 sempat membuat banyak orang menganggap laga sudah berakhir, tetapi kondisi fisik dan kemampuan taktik Roma justru menurun setelah Madrid mulai mengejar.

Pelatih asal Portugal itu juga menjelaskan bahwa dirinya melakukan pergantian pemain ketika Roma masih unggul dua gol. Ia menilai tambahan gol dari Madrid tidak akan banyak mengubah keadaan, tetapi para pemainnya tidak lagi mampu memberikan respons yang memadai.

"Ketika skor 3-1, semua orang mengira pertandingan sudah berakhir. Namun, yang sebenarnya sudah kehabisan tenaga adalah para pemain Roma karena sangat sulit mempertahankan intensitas seperti itu," kata Mourinho kepada Prime Video.

"Saya melakukan pergantian pemain saat skor 3-1. Kebobolan gol keempat atau kelima tidak akan banyak mengubah keadaan. Sejak saat itu, mereka tidak lagi memiliki kemampuan taktik dan fisik untuk memberikan respons," lanjut Mourinho.

2 dari 2 halaman

Mourinho Akui Roma Lebih Unggul pada Babak Pertama

Meski berakhir dengan kekalahan, Mourinho mengakui AS Roma tampil lebih baik daripada Real Madrid pada babak pertama. Ia menilai timnya mampu memberikan masalah kepada lawan melalui penempatan Matias Soule di sisi sayap.

Namun, jalannya pertandingan berubah setelah jeda ketika Madrid meningkatkan tekanan dan menemukan cara untuk menembus pertahanan Roma. Mourinho menyebut timnya sempat lebih terorganisasi untuk mengantisipasi pergerakan Soule, tetapi justru kebobolan gol kedua yang menurutnya tidak seharusnya terjadi pada level tersebut.

"Pada babak pertama, Roma lebih unggul dalam segala aspek, benar-benar dalam semua aspek. Kemudian, ada 20 menit ketika Real Madrid mustahil dihentikan. Itu adalah dua fase pertandingan yang sangat berbeda," ujar Mourinho.

"Mereka mengejutkan kami pada awal pertandingan dengan menempatkan Matias Soule di sayap, sebuah pendekatan yang menimbulkan masalah bagi kami. Pada babak kedua, ketika kami sudah lebih terorganisasi untuk mengatasi situasi tersebut, kami justru kebobolan gol kedua yang konyol, gol yang tidak boleh terjadi pada level seperti ini," tegas Mourinho.

Sumber: TNT Sports


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL