Kisah Pilu Steve Finnan: Legenda Liverpool Terpaksa Jual Medali Juara Liga Champions karena Masalah Keuangan

Kisah Pilu Steve Finnan: Legenda Liverpool Terpaksa Jual Medali Juara Liga Champions karena Masalah Keuangan
Steve Finnan saat membela Liverpool dalam pertandingan melawan Reading di putaran ketiga Piala Liga, Selasa (25/9/2007). (c) AP Photo/Graham Hughes

Bola.net - Steve Finnan menjadi bagian penting dari salah satu malam paling bersejarah dalam sejarah Liverpool. Mantan bek asal Republik Irlandia itu membantu The Reds menjuarai Liga Champions 2005 lewat keajaiban yang terjadi di Istanbul.

Namun, lebih dari dua dekade setelah mengangkat trofi bergengsi tersebut, Finnan harus berpisah dengan salah satu kenangan paling berharga dalam kariernya. Medali juara Liga Champions yang diperolehnya akhirnya dijual karena masalah keuangan.

Liga Champions dianggap sebagai kompetisi klub paling bergengsi di dunia sepak bola. Saat banyak pemain bermimpi memenangkan medali juara, Finnan justru sudah tidak lagi memilikinya.

Mantan pemain berusia 50 tahun itu terpaksa mengambil langkah berat setelah terlibat dalam persoalan bisnis yang berujung pada proses kebangkrutan. Konflik dengan saudara kandungnya menjadi salah satu penyebab utama masalah tersebut.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Keajaiban Istanbul yang Mengangkat Nama Finnan

Finnan merupakan bagian dari skuad Liverpool yang menciptakan Keajaiban Istanbul pada tahun 2005. Tim asuhan Rafael Benitez kala itu bangkit dari ketertinggalan 0-3 untuk mengalahkan AC Milan melalui adu penalti.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu final Liga Champions paling ikonik sepanjang masa. Finnan ikut berperan dalam perjalanan Liverpool menuju gelar juara Eropa kelima mereka.

Medali juara yang diperolehnya menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya. Bagi banyak pemain, benda tersebut merupakan kenangan yang tidak ternilai harganya.

Namun, kondisi hidup yang berubah setelah pensiun membuat Finnan harus mengambil keputusan yang sulit. Kenangan bersejarah itu akhirnya dilepas demi membantu menyelesaikan persoalan finansial yang dihadapinya.

2 dari 4 halaman

Bisnis Properti yang Berubah Menjadi Masalah

Setelah pensiun pada 2010, Finnan memilih menekuni bisnis properti sebagai langkah membangun kehidupan baru. Ia menjalankan usaha tersebut melalui dua perusahaan yang dimiliki bersama sang saudara, Sean Finnan.

Sean bertanggung jawab atas operasional harian perusahaan. Sementara itu, Steve lebih banyak berperan sebagai investor dan penyedia modal.

Mereka memiliki sejumlah aset properti di kawasan London barat daya, termasuk rumah besar di Wimbledon Common. Bisnis tersebut sempat berkembang sebelum akhirnya menghadapi masalah keuangan serius.

Hubungan kedua saudara itu kemudian memburuk seiring munculnya persoalan dalam pengelolaan perusahaan. Konflik tersebut menjadi awal dari sengketa hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun.

3 dari 4 halaman

Gugatan Jutaan Dolar yang Berakhir Mengecewakan

Pada 2023, Finnan mengajukan gugatan hukum setelah mengklaim kehilangan sekitar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp142 miliar. Ia menilai dirinya dirugikan dalam pengelolaan perusahaan yang dijalankan bersama saudaranya.

Dalam persidangan terungkap bahwa Finnan telah menyampaikan keluhan kepada pengacara sejak 2016. Ia mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan yang tetap bermasalah meski telah menerima pendanaan besar dalam bentuk pinjaman.

Finnan kemudian menginstruksikan tim hukumnya untuk mengajukan gugatan terhadap sang saudara. Sean membantah melakukan kesalahan, meski mengakui hubungan mereka memang telah memburuk.

Kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan di luar pengadilan. Namun, penyelesaian tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan mantan pemain Liverpool tersebut.

4 dari 4 halaman

Medali Liga Champions Ikut Dilelang

Finnan sempat diperkirakan menerima pembayaran sekitar 5,4 juta dolar AS atau sekitar Rp96 miliar setelah kesepakatan dicapai. Akan tetapi, dana tersebut tidak pernah diterimanya karena Sean kemudian dinyatakan bangkrut pada Juli 2019.

Pada tahun yang sama, Finnan mengungkapkan bahwa dirinya hanya memperoleh sekitar 252 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,5 miliar dari penjualan perusahaan. Ia juga menerima sekitar 120 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,1 miliar dari penjualan aset properti lainnya.

Tekanan finansial yang berkepanjangan membuat Finnan harus menjual sejumlah barang koleksi berharga. Salah satunya adalah medali juara Liga Champions 2005 yang menjadi simbol puncak kariernya.

Tidak hanya itu, ia juga melelang dua jersey bertanda tangan dari final 2005, replika trofi Liga Champions, dan jam tangan mewah yang diterimanya setelah pertandingan tersebut. Bahkan medali runner-up Liga Champions 2007 yang diperoleh saat Liverpool kalah dari AC Milan juga ikut dijual.

Sumber: Liverpool.com


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL