
Bola.net - Tottenham Hotspur menorehkan prestasi gemilang pada musim lalu dengan masuk final Liga Champions. Namun, mereka gagal menjadi juara setelah dikalahkan Liverpool dengan skor 0-2.
Performa impresif Tottenham Hotspur musim lalu tidak bisa berlanjut pada awal musim ini. Pada kompetisi Premier League 2019-2020, Spurs sempat menghuni peringkat ke-14 dan terpaksa mendepak sang pelatih, Mauricio Pochettino.
Padahal Pochettino merupakan pelatih yang berhasil mengubah Tottenham Hotspur menjadi klub yang menjadi langganan Liga Champions. Spurs telah menunjuk Jose Mourinho untuk menjadi manajer baru.
Penurunan performa klub setelah mencapai final Liga Champions tidak hanya menghampiri Spurs. Beberapa tim bahkan ada yang sampai turun kasta musim berikutnya.
Penasaran klub mana saja? Berikut ini delapan klub yang bernasib buruk setelah masuk final Liga Champions.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Marseille
Musim 1992-1993, Marseille sukses meraih juara Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan. Namun, ia bernasib buruk pada musim setelahnya.
Marseille terpaksa turun ke Ligue 2 setelah diturunkan secara paksa. Gelar juara Ligue 1 1992-1993 pun dicopot oleh otoritas liga setelah terbukti melakukan suap kepada beberapa pemain Valenciennes. Penyuapan tersebut terjadi satu pekan sebelum laga final melawan AC Milan.
Ajax
Ajax Amsterdam berhasil menjadi jawara Liga Champions 1995-1996 saat diasuh Louis van Gaal. Namun, musim berikutnya berakhir antiklimak.
Ajax Amsterdam finis di urutan keempat Eradivisie 1996-1997 dan kalah dari Juventus di partai final Liga Champions. Setelah itu mereka kehilangan beberapa pemain bintang dan Louis van Gaal pindah ke Barcelona.
Borussia Dortmund
Borussia Dortmund berhasil menjuarai Liga Champions pada 1997-1998 setelah mengalahkan Juventus. Ini merupakan gelar pertama bagi Die Borussen.
Namun, prestasi Dortmund melorot musim 1998-1999. Pada pentas Bundesliga mereka hanya mampu finis di urutan kesepuluh dan hanya berselisih lima poin dari zona degradasi.
Juventus
Setelah masuk final berturut-turut sejak tahun 1995 hingga 1998, Juventus bernasib buruk pada musim 1998-1999. Cedera Alexandro Del Piero berperan besar dalam keruntuhan Si Nyonya Tua.
Juventus hanya mampu finis di peringkat ketujuh dan tak mampu berbuat banyak di Liga Champions.
Bayern Leverkusen
Bayern Leverkusen menjalani musim yang luar biasa pada 2001-2002. Mereka berhasil masuk final Liga Champions namun akhirnya kalah dari Real Madrid.
Musim berikutnya prestasi mereka turun setelah ditinggal Michael Ballack ke Bayern Munchen. Leverkusen mengakhiri Bundesliga 2002-2003 dengan duduk di peringkat ke-18.
AC Milan
AC Milan berhasil masuk partai final Liga Champions musim 2004-2005, namun kalah secara dramatis oleh Liverpool. Musim berikutnya Milan mengalami nasib yang tragis.
Mereka terkena kasus skandal Calciopoli dan mendapat hukuman pengurangan poin dari federasi sepak bola Italia (FIGC).
Bayern Munchen
Bayern Munchen berhasil masuk final Liga Champions musim 2009-2010. Namun, langkah mereka meraih juara digagalkan Inter Milan.
Musim berikutnya, Bayern Munchen mengalami penurunan performa sehingga gagal meraih juara Bundesliga dan tersingkir dari Liga Champions pada fase 16 besar.
Real Madrid
Real Madrid berhasil menjadi juara Liga Champions tiga musim berturut-turut dari 2016-2018. Namun, perfoma mereka menurun setelah ditinggal Cristiano Ronaldo.
Mereka secara mengejutkan disingkirkan Ajax Amsterdam pada fase 16 besar Liga Champions dan hanya finis di peringkat ketiga La Liga musim 2018-2019.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aio Yosia
Published: 19 Juni 2020
Baca Juga:
- Fakta Unik Soal Marcus Rashford: Lebih Tajam dari Cristiano Ronaldo di Usia 22 Tahun
- Termasuk Pjanic, Ini 3 Pemain Juventus yang Bisa Cabut di Musim Panas
- Juventus Kalah di Final Coppa Italia, Netizen Salahkan Maurizio Sarri
- Di Mana Mereka Sekarang? Skuat Leicester City Saat Juara Premier League
- 4 Fakta Menarik Usai Barcelona Hajar Leganes: Ansu Fati Cetak Rekor
- Sebagai Interisti, Kiper PSIS Dukung Napoli Juara Coppa Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih Barcelona Kurang 'Sreg' dengan Format Liga Champions yang Baru
Liga Champions 19 Juni 2020, 09:52
-
5 Tim yang Diuntungkan oleh Perubahan Format Liga Champions
Liga Champions 18 Juni 2020, 15:07
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR