
Bola.net - Liverpool gagal mempertahankan rekor sempurna di fase liga Liga Champions 2026/2027 setelah kalah 2-3 dari Fenerbahce di Sukru Saracoglu Stadium, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Tiga gol yang bersarang ke gawang The Reds seluruhnya berawal dari situasi bola mati.
Kekalahan ini terasa mengecewakan bagi Liverpool karena mereka sempat dua kali unggul melalui Trey Nyoni dan Alexander Isak. Namun, Fenerbahce mampu merespons setiap gol tersebut sebelum Vedat Muriqi memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-79.
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menilai kelemahan dalam mengantisipasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Fenerbahce memanfaatkan tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh untuk membalikkan keadaan sekaligus meraih kemenangan pertama di fase utama Liga Champions sejak 2008.
Intip ketatnya persaingan Liga Champions melalui klasemen Liga Champions di sini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tiga Gol Fenerbahce Berawal dari Bola Mati
Greenwood golü 💛💙💛💙 #FBvLIV #Ucl https://t.co/18ds4gebZ2
— sadece FENERBAHÇE 💛💙 (@sadeceFENE5vhx) November 4, 2026
Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Trey Nyoni yang melepaskan tembakan melambung. Akan tetapi, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit setelah tendangan bebas Mason Greenwood berubah arah akibat defleksi dan mengecoh Alisson Becker.
The Reds kembali memimpin pada menit ke-69. Alexander Isak menyambut umpan dengan sundulan untuk membawa Liverpool unggul 2-1.
Fenerbahce kembali memberikan respons cepat. Archie Brown memanfaatkan bola di tiang jauh empat menit kemudian sebelum Vedat Muriqi mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada menit ke-79. Gol terakhir itu berawal dari situasi lemparan ke dalam jarak jauh.
Iraola Kecewa dengan Antisipasi Liverpool
GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL! GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL! GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL! ARCHIE BROWN! 2-2 GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL! GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL! https://t.co/BLCpmRWcYl
— Fenerbahçe SK (@Fenerbahce) November 4, 2026
Iraola menilai kegagalan mengantisipasi tiga situasi bola mati menjadi alasan utama Liverpool pulang tanpa poin. Padahal, ia merasa timnya memiliki peluang untuk memenangi pertandingan di sebagian besar jalannya laga.
"Alasan utama yang bisa saya temukan mengapa kami kalah dalam pertandingan ini adalah kami kebobolan dari tiga situasi bola mati. Kami tahu itu merupakan salah satu kekuatan Fenerbahce," ujar Iraola.
Ia juga merinci tiga sumber gol tuan rumah, yakni tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh. Menurutnya, kekalahan tersebut terasa mengecewakan karena Liverpool sebenarnya datang dengan keyakinan mampu meraih kemenangan.
Momen Bersejarah bagi Vedat Muriqi
VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! ÖNE GEÇİYORUZ! 3-2! VEDAAAAAAAAAAAT MURIQIIIIIIIIIIIII! https://t.co/afBXghGC6h
— Fenerbahçe SK (@Fenerbahce) November 4, 2026
Bagi Muriqi, gol penentu kemenangan tersebut memiliki arti khusus. Itu merupakan gol pertamanya di fase liga Liga Champions sekaligus mengakhiri penantian panjang Fenerbahce untuk meraih kemenangan di fase utama kompetisi tersebut.
"Saat Fenerbahce terakhir kali memenangi pertandingan Liga Champions 18 tahun lalu, saya menyaksikannya di televisi di Kosovo. Saya tidak percaya hampir 20 tahun telah berlalu sejak pertandingan itu. Kini, setelah mencetak gol kemenangan malam ini, saya akan mengingat malam ini sepanjang hidup," kata Muriqi.
Penyerang Fenerbahce itu juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya dan dukungan suporter. Ia menilai kemenangan tersebut pantas diraih karena seluruh pemain terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
Bagi Fenerbahce, hasil ini menjadi malam bersejarah di hadapan pendukung sendiri. Sementara bagi Liverpool, kekalahan 2-3 tersebut menjadi pengingat bahwa kelemahan dalam menghadapi bola mati dapat berakibat fatal di level tertinggi Eropa.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR