
Bola.net - - Untuk pertama kalinya sepanjang musim ini, Manchester City menelan kekalahan beruntun setelah ditaklukkan Liverpool (0-3) pada Kamis (5/4) di Anfield pada perempat final Liga Champions dan dipermalukan Manchester United (2-3) di Etihad Stadium, Sabtu (7/4).
Uniknya pada dua pertandingan tersebut sejatinya Man City bermain sebaik laga-laga lainnya di musim ini. Tim asuhan Pep Guardiola tersebut bahkan sukses menciptakan banyak peluang meskipun hanya mampu menjebloskan dua gol ke gawang MU di babak pertama.
Namun, justru hal inilah yang menjadi masalah Man City menurut Guardiola. Yakni kegagalan memanfaatkan peluang seminim mungkin untuk mencetak gol. Sebagaimana terlihat dari dua peluang one-on-one yang gagal disempurnakan oleh Raheem Sterling saat berhadapan dengan David De Gea di laga tersebut.
"Saya harus merasa senang. Saya suka melihat tim saya, cara kami bermain musim ini dan cara kami bermain di babak pertama (vs MU, Red)," jelas Guardiola dikutip dari goal.
"Tetapi ketika anda bermain melawan Liverpool atau bermain di Eropa, ketika anda memiliki momentum anda harus berhasil menyelesaikannya. Dan kami gagal melakukan itu."
Kemampuan itulah, menurut Guardiola, yang membedakan timnya dengan tim-tim hebat Eropa seperti Real Madrid atau Barcelona.
"Ketika Real Madrid atau Barcelona melakukannya, itu karena mereka memiliki pemain menyerang yang saat mendapat peluang tidak matang, justru mencetak dua gol," pungkas dia.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klopp Puji Performa Wijnaldum Lawan Everton
Liga Inggris 9 April 2018, 22:51
-
Pep Guardiola: Kami Harus Bermain Sempurna
Liga Champions 9 April 2018, 22:32
-
Fernandinho: Lawan City, Liverpool Andalkan Bola-bola Panjang
Liga Champions 9 April 2018, 22:26
-
Liverpool Terancam Krisis Bek Kiri di Pertandingan Lawan City
Liga Champions 9 April 2018, 22:23
-
Dua Laga Enam Gol, Pep Evaluasi Lini Belakang Man City
Liga Champions 9 April 2018, 22:03
LATEST UPDATE
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR