
Bola.net - Jose Mourinho mengirimkan pesan sangat pedas kepada para pengkritiknya usai Benfica melumat Real Madrid 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari tadi WIB. Kemenangan dramatis ini memastikan langkah mereka ke babak play-off Liga Champions.
Laga di Lisbon berjalan sangat gila dengan hujan gol dan drama kartu merah. Puncaknya adalah gol sundulan kiper Anatoliy Trubin di menit ke-98.
Hasil ini menjadi jawaban telak Mourinho atas keraguan publik terhadap kinerjanya musim ini. Ia merasa puas bisa membungkam nada sumbang yang selama ini beredar.
Pelatih berjuluk The Special One itu lantas menuntut respek untuk perjuangan anak asuhnya. Ia menggunakan analogi sarkas yang cukup ekstrem khas gayanya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Sindiran Keras untuk Para Kritikus
Benfica memang sedang tertinggal 10 poin dari Porto di liga domestik. Hal ini membuat posisi Mourinho sempat digoyang isu tak sedap.
Namun, kemenangan atas juara bertahan Eropa mengubah segalanya. Mourinho meminta para pembencinya untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah sedikit rasa hormat," buka Jose Mourinho kepada awak media.
Ia kemudian melontarkan kalimat satir yang sangat tajam. Mourinho tidak ingin pengkritiknya putus asa melihat kesuksesan Benfica malam itu.
"Saya harap mereka tidak bunuh diri atau melompat dari balkon," lanjut pelatih asal Portugal tersebut.
Mourinho mengingatkan bahwa timnya pasti akan kalah lagi di masa depan. Saat itulah para pengkritik dipersilakan untuk menyerangnya kembali.
Mentalitas Hebat Benfica
Perjalanan Benfica di fase grup Liga Champions sebenarnya sangat berat. Mereka sempat memiliki nol poin pada pertandingan kelima.
Namun, semangat juang skuad Benfica terbukti sangat militan. Mereka menolak menyerah meski harus menghadapi tim raksasa sekelas Madrid.
"Mereka melakukan apa yang saya minta: membunuh atau dibunuh," tegas Mourinho dengan nada emosional.
Mourinho mengaku siap menanggung risiko apa pun dalam laga krusial ini. Ia menanamkan mental petarung sejati kepada seluruh pemainnya.
"Jika saya kalah hari ini, saya akan mati dengan berdiri," tambah Mourinho.
Kemenangan ini memang tidak berdampak banyak secara ekonomi klub. Namun, prestise mengalahkan Real Madrid adalah suntikan moral yang luar biasa.
Keajaiban Trubin dan Taktik Nekat
Sorotan utama laga ini tentu saja gol kiper Anatoliy Trubin di masa injury time. Gol itu lahir dari skema bola mati yang sangat krusial.
Mourinho mengakui bahwa ia melakukan perjudian besar di detik-detik akhir. Ia menginstruksikan kipernya maju karena butuh satu gol tambahan.
"Kami tahu si pria besar (Trubin) mampu melakukan ini," puji Mourinho kepada TNT Sports.
Mourinho sempat bingung dengan hitung-hitungan selisih gol di klasemen. Namun, insting tajamnya menyuruh tim untuk menyerang total.
"Malam yang bersejarah di Estadio da Luz," pungkas eks pelatih Chelsea tersebut.
Kini, Benfica menatap babak play-off dengan kepala tegak. Bukan tidak mungkin mereka akan bertemu kembali dengan Real Madrid dalam undian nanti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Benfica, Anatoliy Trubin: Ini Beneran Kan?
Liga Champions 29 Januari 2026, 11:24
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Siap Mengabdi di AC Milan Hingga 2027?
Liga Italia 16 Maret 2026, 04:00
-
Inter Milan dan Chivu yang Kebingungan
Liga Italia 16 Maret 2026, 03:54
-
Man of the Match Barcelona vs Sevilla: Raphinha
Liga Spanyol 16 Maret 2026, 02:48
-
Man of the Match Man United vs Aston Villa: Bruno Fernandes
Liga Inggris 16 Maret 2026, 02:31
-
Man of the Match Liverpool vs Tottenham: Richarlison
Liga Inggris 16 Maret 2026, 01:42
-
Arti Penting Kemenangan Manchester United atas Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 23:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54

























KOMENTAR