
Bola.net - - Barcelona kembali jadi korban come back dramatis di Liga Champions. Menyambangi Anfield, Rabu (8/5) dini hari WIB, Barca takluk 0-4 dari Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19. Kekalahan itu mengakhiri mimpi Barca untuk menjuarai Liga Champions musim ini dan menutup harapan treble winners.
Barca menatap laga tersebut sebagai favorit. Mereka sukses memetik kemenangan 3-0 di leg pertama pekan lalu. Bermain di Camp Nou, Barca menyadari ancaman Liverpool dan bermain hati-hati. Lionel Messi jadi pembeda dan mencetak dua gol penting.
Sayangnya, keunggulan itu lagi-lagi gagal dimanfaatkan Barcelona. Barca sebenarnya hanya perlu mengejar hasil imbang, atau setidaknya tidak kebobolan banyak gol. Alih-alih, yang terjadi justru mereka dihajar empat gol tanpa balas.
Liverpool tampil sempurna pada laga tersebut. Ernesto Valverde juga mengakuinya. Baca komentar Valverde selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Dua Gol Cepat
Liverpool memulai laga dengan apik ketika Divock Origi membuka keunggulan di menit ke-7. Biar begitu, tidak ada gol tambahan yang tercipta di babak pertama. Laga berjalan cukup seimbang.
Situasi baru berubah di babak kedua. Georginio Wijnaldum mencetak dua gol krusial dalam dua menit saja. Dia menggandakan keunggulan Liverpool di menit ke-54 dan mencetak gol ketiga The Reds di menit ke-56.
"Segala hal jadi menyulitkan kami setelah dua gol cepat itu. Kami tidak bisa mencetak gol dan mereka sungguh menggulung kami. Ini hasil yang buruk untuk fans dan bagi kami sendiri," tegas Valverde di UEFA.com.
"Sungguh, kami tidak beruntung, tetapi pujian untuk Liverpool. Kami mencoba bertahan lebih dalam lagi tetapi duel ini berakhir dengan gol keempat mereka. Kami tidak bisa merespons."
Sulit Diterima
Gelandang Barca, Sergio Busquets mengamini pernyataan sang pelatih. Busquets tidak bisa banyak berdalih, dia mengakui Liverpool tampil jauh lebih baik. Baginya, Barca kesulitan bermain karena tekanan intens yang diberikan skuat Liverpool.
"Ini adalah kekalahan yang sulit diterima. Mereka jauh lebih baik dari kami. Mereka langsung bermain maksimal sejak awal laga. Tekanan mereka sangat menyulitkan kami," buka Busquets.
"Lalu mereka mencetak gol dan langsung bertahan lebih baik, itu sulit. Kami mencoba mencetak gol yang kami butuhkan, tetapi itu tidak terjadi," tandasnya.
Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi Barcelona. Musim lalu mereka merasakan pengalaman yang sama dari AS Roma, tampaknya Barca belum menyadari kekurangan mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Barcelona, Shaqiri: Ini Gila!
Liga Champions 8 Mei 2019, 22:24
-
Liverpool Menang, Duo Madrid Turut Sumringah
Liga Champions 8 Mei 2019, 22:00
-
Ini Resep Rahasia Liverpool Kalahkan Barcelona
Liga Champions 8 Mei 2019, 21:20
-
Comeback Lawan Barcelona, Bukti Liverpool Bukan Tim Kacangan
Liga Champions 8 Mei 2019, 21:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:14
-
Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:34
-
Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:13
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Club Brugge: Alexander Sorloth
Liga Champions 25 Februari 2026, 04:20
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35

























KOMENTAR